> "Abbas" <abas_amin08@...> wrote: > Dulu semasa tahun 2000; jarang > ada maki2 kasar di proletar; > paling sindiran2 tajam disana > sini; atau saling ngeledek; tapi > kini......
Sejak pertama kali berdirinya proletar, saya sudah anggauta, dan saya dicaci maki lebih hebat dari masa kini. Sekarang umat Islam sudah lebih menyadari akan agamanya yang salah karena dulu mereka menganggap sebagai agama yang benar dan diakui dunia. Barulah sekarang mereka menyaksikan anti-Syariah Islam muncul di-mana2 diseluruh dunia termasuk di negara2 Islam sendiri. Islam sunni sangat anti Syariah Islam Syiah dan juga sebaliknya. Sekarang seluruh dunia dan juga negara2 Islam bergabung dalam satu kubu yaitu kubu "war on teror" yaitu kubu yang memerangi teror jihad dimanapun berada. Sama seperti halnya Islam Ahmadiah pun menjadi korban ajaran teror agama Islam lawannya. Mereka semua saling menuduh satu sama lainnya sebagai bukan Islam. Dan sekarang dunia makin panas perang sesama Islam di-negara2 Islam, sementara di-negara2 yang bukan Islam ribuan bahkan jutaan mujahidin2 yang sudah dideportasi maupun dieksekusi mati karena perbuatannya. Sama dengan di Proletar disini, dulu begitu hebatnya diri saya dicaci maki karena dianggap tulisan saya tentang Islam sebagai agama teroris sebagai fitnah. Barulah sekarang semua muslimin di Proletar menyadari bahwa hal itu bukanlah pendapat saya melainkan kenyataan yang dihadapi dunia yang dibanjiri terorist keji seperti di India, di Bali, di New York, di Inggris, di Pakistant, Afghanistant, Irak dan diseluruh dunia. Akibatnya sekarang malah banyak sekali yang bersimpati kepada tulisan2 saya. Tulisan saya di-tunggu2, di-arsipkan, bahkan disebarkan ke berbagai websit2 lain diseluruh dunia termasuk juga banyak yang menterjemahkannya kedalam bahasa Inggris untuk bisa dibaca bukan cuma oleh orang2 Indonesia. Jadi tulisan saya sekarang sudah mendunia, dibaca gedung putih, dibaca presiden RI, dijadikan pertimbangan oleh DPR, bahkan Densus 88 juga idenya dari dorongan tulisan saya. Mereka yang tadinya rajin mencaci maki isi tulisan saya, sekarang sudah berganti haluan, bukan tulisannya yang dicuci maki tapi pribadinya yang sama sekali tidak ada hubungannya. Coba deh bayangin, mana ada orang Indonesia yang tahu bahwa Yahudi itu penduduk aseli dan Arab Palestina bukan orang Palestina, dan negara atau kerajaan Palestina belum pernah ada, Palestina itu bukan nama pulo, bukan nama wilayah tetapi nama dewa-dewi Filistine yang menguasai lautan bukan daratan. Coba deh bayangin, mana ada orang Indonesia yang tahu bahwa orang Arab Palestina itu sama seperti Cina Indonesia, yaitu sama2 non-pribumi, sama2 pendatang, bedanya, kalo Cina Indonesia datang untuk berdagang, maka Arab Palestina justru untuk memaksakan agama Islam dan menghancurkan patung2 dewa-dewi Filistine yang merupakan kepercayaan penduduk pribuminya. Musnahnya pribumi Palestina gara2 mereka berganti agama menjadi umat Yahudi karena menolak Islam. Dan Yahudi inilah pribumi yang berhasil mempertahankan tanah airnya dari penjajah2 Arab Islam yang mencatut nama Palestina. Begitulah sejarah saya di proletar ini menjadi tonggak anti-syariah Islam, menjadi tonggak tegaknya HAM dan Demokrasi menentang teroris jihad Islam. Ny. Muslim binti Muskitawati. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
