Ah bukan begitu masalahnya Mus. Kau lah yang walaupun sangat terlambat; 
akhirnya sadar sehingga memperbaiki cara2 menulismu. Itulah penyebab kau tak 
dimaki lagi. Waktu pertama kali ? akulah yang sering nyerang kamu; karena 
tulisan2mu mirip fitnah ! dan mungkin bukan hanya mirip tapi sengaja mitnah !


--- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@...> wrote:
>
> 
> 
> > "Abbas" <abas_amin08@> wrote:
> > Dulu semasa tahun 2000; jarang
> > ada maki2 kasar di proletar;
> > paling sindiran2 tajam disana
> > sini; atau saling ngeledek; tapi
> > kini......
> 
> Sejak pertama kali berdirinya proletar, saya sudah anggauta, dan saya dicaci 
> maki lebih hebat dari masa kini.  Sekarang umat Islam sudah lebih menyadari 
> akan agamanya yang salah karena dulu mereka menganggap sebagai agama yang 
> benar dan diakui dunia.
> 
> Barulah sekarang mereka menyaksikan anti-Syariah Islam muncul di-mana2 
> diseluruh dunia termasuk di negara2 Islam sendiri.  Islam sunni sangat anti 
> Syariah Islam Syiah dan juga sebaliknya.
> 
> Sekarang seluruh dunia dan juga negara2 Islam bergabung dalam satu kubu yaitu 
> kubu "war on teror" yaitu kubu yang memerangi teror jihad dimanapun berada.  
> Sama seperti halnya Islam Ahmadiah pun menjadi korban ajaran teror agama 
> Islam lawannya.  Mereka semua saling menuduh satu sama lainnya sebagai bukan 
> Islam.  Dan sekarang dunia makin panas perang sesama Islam di-negara2 Islam, 
> sementara di-negara2 yang bukan Islam ribuan bahkan jutaan mujahidin2 yang 
> sudah dideportasi maupun dieksekusi mati karena perbuatannya.
> 
> Sama dengan di Proletar disini, dulu begitu hebatnya diri saya dicaci maki 
> karena dianggap tulisan saya tentang Islam sebagai agama teroris sebagai 
> fitnah.
> 
> Barulah sekarang semua muslimin di Proletar menyadari bahwa hal itu bukanlah 
> pendapat saya melainkan kenyataan yang dihadapi dunia yang dibanjiri terorist 
> keji seperti di India, di Bali, di New York, di Inggris, di Pakistant, 
> Afghanistant, Irak dan diseluruh dunia.
> 
> Akibatnya sekarang malah banyak sekali yang bersimpati kepada tulisan2 saya.  
> Tulisan saya di-tunggu2, di-arsipkan, bahkan disebarkan ke berbagai websit2 
> lain diseluruh dunia termasuk juga banyak yang menterjemahkannya kedalam 
> bahasa Inggris untuk bisa dibaca bukan cuma oleh orang2 Indonesia.
> 
> Jadi tulisan saya sekarang sudah mendunia, dibaca gedung putih, dibaca 
> presiden RI, dijadikan pertimbangan oleh DPR, bahkan Densus 88 juga idenya 
> dari dorongan tulisan saya.
> 
> Mereka yang tadinya rajin mencaci maki isi tulisan saya, sekarang sudah 
> berganti haluan, bukan tulisannya yang dicuci maki tapi pribadinya yang sama 
> sekali tidak ada hubungannya.
> 
> Coba deh bayangin, mana ada orang Indonesia yang tahu bahwa Yahudi itu 
> penduduk aseli dan Arab Palestina bukan orang Palestina, dan negara atau 
> kerajaan Palestina belum pernah ada, Palestina itu bukan nama pulo, bukan 
> nama wilayah tetapi nama dewa-dewi Filistine yang menguasai lautan bukan 
> daratan.
> 
> Coba deh bayangin, mana ada orang Indonesia yang tahu bahwa orang Arab 
> Palestina itu sama seperti Cina Indonesia, yaitu sama2 non-pribumi, sama2 
> pendatang, bedanya, kalo Cina Indonesia datang untuk berdagang, maka Arab 
> Palestina justru untuk memaksakan agama Islam dan menghancurkan patung2 
> dewa-dewi Filistine yang merupakan kepercayaan penduduk pribuminya.  
> Musnahnya pribumi Palestina gara2 mereka berganti agama menjadi umat Yahudi 
> karena menolak Islam.  Dan Yahudi inilah pribumi yang berhasil mempertahankan 
> tanah airnya dari penjajah2 Arab Islam yang mencatut nama Palestina.
> 
> Begitulah sejarah saya di proletar ini menjadi tonggak anti-syariah Islam, 
> menjadi tonggak tegaknya HAM dan Demokrasi menentang teroris jihad Islam.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke