mBesok kalik bakal, di negeri Belanda, ada partai tetumbuhan, partai bumi, partai benda-benda angkasa dst dst. Jadi kemungkinan partai kewan ini bakalan terbagi lagi spt umumnya pertai manusia, sangat boleh mungkin.
BOT Setiap hari, apalagi akumulatif, lebih banyak jumlah khewan memangsa atau membunuh khewan. Beruang- elang makan ikan, harimau-singa-buaya makan rusa (atau manusia), ikan makan ikan. Juga jumlah khewan non sembelih yg dimakan manusia. Atau yg dimakan manusia yg mestinya disembelih dahulu (Orang Cina maupun Hindu yg dg populasi terbesar di dunia keknya ga kenal istilah sembelih?) . Belum lagi nelayan membiarkan yg tangkapannya mati menderita(?) menggelepar tersiksa kekurangan oksigen lalu "kering" spt KATEBE Yesus dijemur di tiang. Juga ada misalnya tontonan saling gebug baik di dalam ring maupun di lapangan sepak bola. Atau khewan yg non dimakan namun sengaja atau tidak di"buru" untuk di"kurangi". Contoh terakhir adalah serangan ulat bulu. Adakah perlakuan tanpa bius diatas kelak di perbincangkan juga oleh partai khewan? nDeboost lalu ingat sama Brigette Bardot, bintang film jadul nan seksi bahenol dijamannya lalu menghilang menjadi penyayang binatang. Kalau dia ke Indonesia dimana serangan ulat bulu dibeberapa tempat luar biasa hebat vs cara manusia "mengurangi"nya, entah apa komennya. Waktu kecil, bukan rasisme atau diskriminasi, beberapa kali lihat cara WNI keturunan mbunuh babi atau anjing. Khewan ini dimasukkan karung lalu direndam di kolam. Kasian tuh ulat sagu. Ditenggak hidup-hidup saat ditemukan. 'Mangnya perlu dibius dulu @mBoong? --- In [email protected], "sunny" <ambon@...> wrote: > > > > http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/hewan-tak-peduli-agama-si-pen\ yembelih > > Hewan Tak Peduli Agama si Penyembelih > Diterbitkan : 15 April 2011 - 5:48pm | Oleh Redaksi Indonesia (Foto: Flickr, mooste) > Diarsip dalam: > > Sebagian besar anggota parlemen Belanda mendukung rencana undang-undang Partai Hewan melarang penyembelihan hewan tanpa dibius. > > Marianne Thieme adalah ketua fraksi Partai Hewan di parlemen. Setiap minggu ia menulis blog tentang kesejahteraan hewan, www.partyfortheanimals.nl. Blog itu ditulis dalam sembilan bahasa. Belanda negara pertama yang mempunyai Partai Hewan dalam parlemen. > > Sangat bermanfaat meninjau kembali apa yang ditulis dalam Al-Quran dan Torah bagaimana manusia harus memperlakukan hewan. Intinya adalah belas kasihan. Selain itu dijelaskan pula bagaimana memproduksi tanpa merugikan manusia dan binatang. > > Tiga ribu tahun lalu > Bahwa tradisi Islam dan Yahudi memberi ketentuan memperlakukan hewan dengan baik, tidak berarti cara penyembelihan ini tidak perlu ditinjau ulang. Hewan tidak boleh menderita, karena agama tetap menggunakan alasan dan metoda dari ribuan tahun lalu. > > Bila demikian maka undang-undang justru menghambat penyesuaian. Apa yang dianggap terbaik 3000 tahun lalu belum tentu cara menyembelih yang terbaik untuk saat ini. Sekarang ini teknologi mutahir yang memungkinkan pembiusan dan dengan demikian hewan sembelihan tidak perlu mengalami stress di pejagalan. > > Bukankah ini adalah saat yang paling mengerikan? Manusia perlu mengurangi rasa nyeri dan rasa takut pada hewan. > > Menurut hukum Belanda ternak sembelihan harus dibius sebelum disembelih. Pengecualian hanya berlaku untuk penyembelihan menurut hukum Islam dan Yahudi. Namun, zaman berubah. Dukungan masyarakat dan politik di Belanda makin berkurang untuk pengecualian ini. > > Turki pun mengalami perubahan. Mereka mengumumkan mulai akhir tahun ini Turki melarang penyembelihan tanpa bius. Larangan serupa juga sudah berlaku di Swiss, Austria, Denmark, Finlandia, Norwegia, Estonia, Islandia dan Selandia Baru. > > Membatasi kebebasan beragama > Memang setiap orang bebas memeluk agama pilihannya, tapi dia tidak berhak merugikan orang lain, atau kesejahteraan baik orang lain maupun satwa. Oleh karena itu, berdasarkan alasan tersebut pemerintah harus memberi batasan-batasan pada agama. > > Contohnya: agama bebas berpendapat mengenai homoseksualitas, namun pendapat itu tidak boleh berujung pada diskriminasi sesama warga. Contoh lain: agama boleh berpendapat mengenai hak pilih wanita, tapi menurut undang-undang Belanda pria dan wanita punya hak pilih yang sama > > Juga di kalangan agama ada perubahan pandangan mengenai penyembelihan tanpa bius. Hal ini tampak dari pernyataan 'Committee on Jewish Law and Standards of the Rabbinical Assembly' yang berkantor di New York. > > Seribu enam ratus rabi konservatif terbuka menerima perubahan dan membius hewan sebelum disembelih. Perubahan serupa juga tampak dalam kalangan Islam. > > Bukan hak agama semata > Menggunakan dalih-dalih dari masa lalu dan penyelidikan masa lalu yang kontroversial hanya menghambat diskusi. Bila semua ahli mengatakan bahwa pembiusan mengurangi penderitaan hewan, maka mengapa penyembelihan tanpa bius terus dilanjutkan? > > Perkembangan etik adalah sebuah proses yang dinamis dan bukan hak kalangan agama semata. Bila perkembangan dalam masyarakat menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan hewan, maka itu pun harus tercermin dari keputusan politik. > > Ini berarti: larangan penyembelihan ritual adalah layak, meskipun minoritas menentangnya. Ini bisa menjadi terobosan dalam perjuangan untuk memperlakukan hewan di Belanda dengan belas kasihan. > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
