http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/hewan-tak-peduli-agama-si-penyembelih

Hewan Tak Peduli Agama si Penyembelih
Diterbitkan : 15 April 2011 - 5:48pm | Oleh Redaksi Indonesia (Foto: Flickr, 
mooste) 
Diarsip dalam: 

Sebagian besar anggota parlemen Belanda mendukung rencana undang-undang Partai 
Hewan melarang penyembelihan hewan tanpa dibius. 

      Marianne Thieme adalah ketua fraksi Partai Hewan di parlemen. Setiap 
minggu ia menulis blog tentang kesejahteraan hewan, www.partyfortheanimals.nl. 
Blog itu ditulis dalam sembilan bahasa. Belanda negara pertama yang mempunyai 
Partai Hewan dalam parlemen.  

Sangat bermanfaat meninjau kembali apa yang ditulis dalam Al-Quran dan Torah 
bagaimana manusia harus memperlakukan hewan. Intinya adalah belas kasihan. 
Selain itu dijelaskan pula bagaimana memproduksi tanpa merugikan manusia dan 
binatang.

Tiga ribu tahun lalu
Bahwa tradisi Islam dan Yahudi memberi ketentuan memperlakukan hewan dengan 
baik, tidak berarti cara penyembelihan ini tidak perlu ditinjau ulang. Hewan 
tidak boleh menderita, karena agama tetap menggunakan alasan dan metoda dari 
ribuan tahun lalu. 

Bila demikian maka undang-undang justru menghambat penyesuaian. Apa yang 
dianggap terbaik 3000 tahun lalu belum tentu cara menyembelih yang terbaik 
untuk saat ini. Sekarang ini teknologi mutahir yang memungkinkan pembiusan dan 
dengan demikian hewan sembelihan tidak perlu mengalami stress di pejagalan. 

Bukankah ini adalah saat yang paling mengerikan? Manusia perlu mengurangi rasa 
nyeri dan rasa takut pada hewan. 

Menurut hukum Belanda ternak sembelihan harus dibius sebelum disembelih. 
Pengecualian hanya berlaku untuk penyembelihan menurut hukum Islam dan Yahudi. 
Namun, zaman berubah. Dukungan masyarakat dan politik di Belanda makin 
berkurang untuk pengecualian ini. 

Turki pun mengalami perubahan. Mereka mengumumkan mulai akhir tahun ini Turki 
melarang penyembelihan tanpa bius. Larangan serupa juga sudah berlaku di Swiss, 
Austria, Denmark, Finlandia, Norwegia, Estonia, Islandia dan Selandia Baru.

Membatasi kebebasan beragama
Memang setiap orang bebas memeluk agama pilihannya, tapi dia tidak berhak 
merugikan orang lain, atau kesejahteraan baik orang lain maupun satwa. Oleh 
karena itu, berdasarkan alasan tersebut pemerintah harus memberi 
batasan-batasan pada agama. 

Contohnya: agama bebas berpendapat mengenai homoseksualitas, namun pendapat itu 
tidak boleh berujung pada diskriminasi sesama warga. Contoh lain: agama boleh 
berpendapat mengenai hak pilih wanita, tapi menurut undang-undang Belanda pria 
dan wanita punya hak pilih yang sama

Juga di kalangan agama ada perubahan pandangan mengenai penyembelihan tanpa 
bius. Hal ini tampak dari pernyataan 'Committee on Jewish Law and Standards of 
the Rabbinical Assembly' yang berkantor di New York. 

Seribu enam ratus rabi konservatif terbuka menerima perubahan dan membius hewan 
sebelum disembelih. Perubahan serupa juga tampak dalam kalangan Islam.

Bukan hak agama semata
Menggunakan dalih-dalih dari masa lalu dan penyelidikan masa lalu yang 
kontroversial hanya menghambat diskusi. Bila semua ahli mengatakan bahwa 
pembiusan mengurangi penderitaan hewan, maka mengapa penyembelihan tanpa bius 
terus dilanjutkan?

Perkembangan etik adalah sebuah proses yang dinamis dan bukan hak kalangan 
agama semata. Bila perkembangan dalam masyarakat menunjukkan kepedulian 
terhadap kesejahteraan hewan, maka itu pun harus tercermin dari keputusan 
politik. 

Ini berarti: larangan penyembelihan ritual adalah layak, meskipun minoritas 
menentangnya. Ini bisa menjadi terobosan dalam perjuangan untuk memperlakukan 
hewan di Belanda dengan belas kasihan.




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke