catatan: ini saya reposting dari milis spiritual-indonesia, karena banyak yg menggunakan teori quantum bahwasanya apabila seluruh alam semesta dikonversi secara matematis maka hasilnya adalah energi...
VI Lenin punya 2 penjelasan 1. ketidaktahuan bagaimana dialektika bekerja... 2. penjelasan Gnosiologis... banyak yg lantas tercebur kedalam metafisika/takhyul akibat ketidakmengertian ttg teori quantum, sehingga 'hantu blau' didefinisikan sebagai energi... dan saya tepat menganalogikan...(membantu penjelasan VI. LENIN) bahwasanya secara gnosiologi otak tetaplah fungsi organik penyimpan informasi, seperti halnya harddisk dan memory komputer... meski apabila semua di'konversi matematis' hasilnya adalah energi, tapi pada realitasnya memory berfungsi sebagai memory, otak berfungsi sebagai otak, dan tidak mungkin dengkul yg menggantikan otak untuk melakukan kognisi dan menyimpan informasi, kecuali dengkulnya 'umat muslim' ;-) ------ Bang doel saya coba berargumen... yang pertama ttg teori quantum, memang menjelaskan bahwa segalanya ketika "dikonversi secara matematis" akan hanya menjadi energi... dititik inilah maka pembatasan terminologi 'materi' dan 'non-materi' telah lenyap... di titik inilah segala perbedaan dualisme telah lenyap dan menjadi monism... dan di titik inilah para kaum idealis menertawakan kaum materialis bahwa materi-materi tsb tak lain adalah energi ansich... namun, pada kenyataannya, atau dalam pendekatan gnosiologis...atau pendekatan realitas... materi tetaplah materi... otak tetaplah alat untuk menyimpan informasi dan hardware fisikal karbon yang melakukan kognisi... dalam artian saya analogikan di dalam laptop saya, kalau laptop saya ini saya konversi matematis, maka semuanya menjadi energi... LCD, Memory, harddisk,prosesor ketika di 'konversi matematis' hasilnya sama dengan energi... namun ini pandangan idealis menyesatkan... karena pada faktanya yg bisa menyimpan informasi di laptop adalah memory dan harddisk, dan fungsi dari mouse ataupun LCD tidak mungkin bisa digunakan sbg media penyimpan informasi... jadi, meski semua bentuk materi alam apabila di'konversi matematis' memang sama dengan energy, tapi pada realitanya tidak bisa digebyah uyah begitu dalam fungsinya... organik otak dalam ilmu pengetahuan saat ini tetap disebut sbg fungsi organ penyimpan informasi dan kognisi, dan saya yakin ini tidak bisa digantikan dengan dengkul..;-) jadi, saya rasa 'konversi matematis' memang sering menyesatkan dan menjebak kaum yg disebut VI. Lenin sbg kaum idealis terjebak/tercebur kedalam penyesatan pengetahuan... --- In [email protected], "Sjahrazad" <sidoel@...> wrote: > > Bang Wawan, > > Si Doel semenjak pake kacamata baca sudah lama berhenti baca baca buku. Walau begitu dari dulu juga model baca bukunya buku apapun, hanya pakai model scanning, setebal buku apapun dilahap cepat kilat. Mungkin banyak salah tangkap dari maksud bacaannya ha.. ha.. > > Jadi apa yang si Doel tulis selalu berdasarkan ide spontan, walau terkadang mencari rujukannya yang biasanya nemu saat ada ide yang muncul. > > SI Doel menganut adanya kesadaran diluar proses chemical otak, karena menemukan tidak ada satupun benda yang disebut mati. Semua benda adalah vibrasi energi, apapun mulai dari tomat hingga ke keyboard. > > Artinya semua vibrasi energi tersebut mengirimkan kode gelombang tertentu untuk diolah oleh otak. Dari sini kemungkinannya adalah segala sesuatu citra, persepsi ada didalam proses chemical otak atau berada diluar proses tersebut atau berada bersamaan eksis. > > Jadi paradigma tentang segala sesuatu adalah hasil dari proses otak, dalam pandangan si Doel tidak begitu. Karena otak itu sendiri bukanlah matter, melainkan termasuk dari gelombang energi itu sendiri yang terpadatkan. > > Chemical yang diproduksi oleh otak juga terdiri dari partikel partikel atom yang juga berasal dari gelombang energi. Intinya tak satupun yang luput dari gelombang energi, sama sekali bukan obyek atau benda padat atau benda cair. > > Jadi semua persepsi tidak lain adalah gelombang energi, dan yang tersisa adalah dari mana datangnya gelombang energi itu sendiri. Bahkan ruang kosong diduga bukanlah ruang kosong melainkan vibrasi titik energi yang mengandung inteligensia yang setara dalam frekwensi tinggi. Ini menimbulkan pertanyaan selanjutnya apakah ada ruang yang disebut kosong.. > > Atau pertanyaan yang lebih menggelitik lagi apakah manusia lebih pintar dari tomat? Betul bila nilai itu datang dari ciptaan nilai yang kita buat sendiri. Tetapi tidak kalau kita berangkat dari ide diatas. > > Apa yang ingin dilempar disini, adalah pemilahan antara matter dan non-matter, ruang dan pengisi ruang, badan fisik dan non fisik, kesadaran dan menyadari, tampaknya tidak berlaku lagi.. > > Inteligensia kesadaran itu tidak melekat kemana mana, ada bisa disadari tetapi tidak bisa dibuktikan maupun dirumuskan.. > > tabik, > si Doel > > > --- In [email protected], "wawan" <selarasmilis@> wrote: > > > > > > bang doel > > > > saya punya saran > > > > coba baca buku Materialisme VI lenin, > > atau madilog tan malaka, > > > > atau karya2 epicurus, demokritus, atau yg terbaru dari daniel dennet.. > > > > artinya saya sebenarnya menulis, meski ter-interferen dng pemahaman saya sendiri, tapi pemikiran-pemikiran saya berlandaskan atas pemikiran2 mereka... > > > > saya agak kesulitan memahami maksud bang doel, kalau bang doel melandaskan argumennya secara benar2 subyektif atau didominasi oleh pemikiran2 bang doel sendiri.... > > > > jadi, kalaupun bang doel akan berhipothesa, mungkin baiknya let me know hipothesa bang doel ini lebih dipengaruhi oleh pemikiran siapa, biar saya bisa pelajari, dan coba memahami maksudnya > > > > tx... > > > > --- In [email protected], "Sjahrazad" <sidoel@> wrote: > > > > > > Bukan hanya itu, kalau kita berangkat dari setiap partikel kecil masa yang terpadatkan berupa gelombang listrik, memiliki intelegensia yang saling terhubung satu sama lain, maka istilah manusia, binatang, daun, mobil, komputer atau minyak tidak lain adalah komposisi tertentu dari partikel gelombang listrik itu sendiri, dan semua itu tanpa terkecuali berada didalam kesadaran belaka. > > > > > > Pertanyaannya dimana kesadaran itu berada... > > > > > > tabik, > > > si Doel > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
