WAN GIMANA BRO MASIH SUKA NGLONTE WAN? ANAK HARAMNYA UDAH BERAPA SEKARANG? 
BERAPA ANAK HARAM WAWAN YG DI SILIR WUETAN TANGGUL SEKARANG....HE HE HE HE HE

Cao ni ma ge bi, meaning "fuck your mother's cunt," and Cao ni da ye, "fuck 
your elder uncle." Given the Chinese culture of ancestor worship, Cao ni zu 
shong shi ba dai, or "fuck your ancestors of 18 generations," may be the worst 
incest instruction of all





                                                                                
                                               Poniman P (pribumi)

--- On Mon, 4/18/11, wawan <[email protected]> wrote:

From: wawan <[email protected]>
Subject: [proletar] quantum teori dan takhyul...
To: [email protected]
Date: Monday, April 18, 2011, 10:01 AM















 
 



  


    
      
      
      

catatan:

ini saya reposting dari milis spiritual-indonesia,

karena banyak yg menggunakan teori quantum

bahwasanya apabila seluruh alam semesta dikonversi secara matematis maka 
hasilnya adalah energi...



VI Lenin punya 2 penjelasan

1. ketidaktahuan bagaimana dialektika bekerja...

2. penjelasan Gnosiologis...



banyak yg lantas tercebur kedalam metafisika/takhyul akibat ketidakmengertian 
ttg teori quantum, sehingga 'hantu blau' didefinisikan sebagai energi...



dan saya tepat menganalogikan...(membantu penjelasan VI. LENIN)



bahwasanya secara gnosiologi otak tetaplah fungsi organik penyimpan informasi,



seperti halnya harddisk dan memory komputer...



meski apabila semua di'konversi matematis' hasilnya adalah energi,



tapi pada realitasnya memory berfungsi sebagai memory, otak berfungsi sebagai 
otak, dan tidak mungkin dengkul yg menggantikan otak untuk melakukan kognisi 
dan menyimpan informasi, kecuali dengkulnya 'umat muslim' ;-)



------

Bang doel



saya coba berargumen...



yang pertama ttg teori quantum, memang menjelaskan bahwa segalanya ketika

"dikonversi secara matematis" akan hanya menjadi energi...



dititik inilah maka pembatasan terminologi 'materi' dan 'non-materi' telah

lenyap...



di titik inilah segala perbedaan dualisme telah lenyap dan menjadi monism...



dan di titik inilah para kaum idealis menertawakan kaum materialis bahwa

materi-materi tsb tak lain adalah energi ansich...



namun, pada kenyataannya, atau dalam pendekatan gnosiologis...atau pendekatan

realitas...



materi tetaplah materi...



otak tetaplah alat untuk menyimpan informasi dan hardware fisikal karbon yang

melakukan kognisi...



dalam artian saya analogikan di dalam laptop saya,



kalau laptop saya ini saya konversi matematis, maka semuanya menjadi energi...



LCD, Memory, harddisk,prosesor ketika di 'konversi matematis' hasilnya sama

dengan energi...



namun ini pandangan idealis menyesatkan...



karena pada faktanya yg bisa menyimpan informasi di laptop adalah memory dan

harddisk, dan fungsi dari mouse ataupun LCD tidak mungkin bisa digunakan sbg

media penyimpan informasi...



jadi, meski semua bentuk materi alam apabila di'konversi matematis' memang sama

dengan energy, tapi pada realitanya tidak bisa digebyah uyah begitu dalam

fungsinya...



organik otak dalam ilmu pengetahuan saat ini tetap disebut sbg fungsi organ

penyimpan informasi dan kognisi,

dan saya yakin ini tidak bisa digantikan dengan dengkul..;-)



jadi, saya rasa 'konversi matematis' memang sering menyesatkan dan menjebak kaum

yg disebut VI. Lenin sbg kaum idealis terjebak/tercebur kedalam penyesatan

pengetahuan...



--- In [email protected], "Sjahrazad" <sidoel@...> wrote:

>

> Bang Wawan,

>

> Si Doel semenjak pake kacamata baca sudah lama berhenti baca baca buku. Walau

begitu dari dulu juga model baca bukunya buku apapun, hanya pakai model

scanning, setebal buku apapun dilahap cepat kilat. Mungkin banyak salah tangkap

dari maksud bacaannya ha.. ha..

>

> Jadi apa yang si Doel tulis selalu berdasarkan ide spontan, walau terkadang

mencari rujukannya yang biasanya nemu saat ada ide yang muncul.

>

> SI Doel menganut adanya kesadaran diluar proses chemical otak, karena

menemukan tidak ada satupun benda yang disebut mati. Semua benda adalah vibrasi

energi, apapun mulai dari tomat hingga ke keyboard.

>

> Artinya semua vibrasi energi tersebut mengirimkan kode gelombang tertentu

untuk diolah oleh otak. Dari sini kemungkinannya adalah segala sesuatu citra,

persepsi ada didalam proses chemical otak atau berada diluar proses tersebut

atau berada bersamaan eksis.

>

> Jadi paradigma tentang segala sesuatu adalah hasil dari proses otak, dalam

pandangan si Doel tidak begitu. Karena otak itu sendiri bukanlah matter,

melainkan termasuk dari gelombang energi itu sendiri yang terpadatkan.

>

> Chemical yang diproduksi oleh otak juga terdiri dari partikel partikel atom

yang juga berasal dari gelombang energi. Intinya tak satupun yang luput dari

gelombang energi, sama sekali bukan obyek atau benda padat atau benda cair.

>

> Jadi semua persepsi tidak lain adalah gelombang energi, dan yang tersisa

adalah dari mana datangnya gelombang energi itu sendiri. Bahkan ruang kosong

diduga bukanlah ruang kosong melainkan vibrasi titik energi yang mengandung

inteligensia yang setara dalam frekwensi tinggi. Ini menimbulkan pertanyaan

selanjutnya apakah ada ruang yang disebut kosong..

>

> Atau pertanyaan yang lebih menggelitik lagi apakah manusia lebih pintar dari

tomat? Betul bila nilai itu datang dari ciptaan nilai yang kita buat sendiri.

Tetapi tidak kalau kita berangkat dari ide diatas.

>

> Apa yang ingin dilempar disini, adalah pemilahan antara matter dan non-matter,

ruang dan pengisi ruang, badan fisik dan non fisik, kesadaran dan menyadari,

tampaknya tidak berlaku lagi..

>

> Inteligensia kesadaran itu tidak melekat kemana mana, ada bisa disadari tetapi

tidak bisa dibuktikan maupun dirumuskan..

>

> tabik,

> si Doel

>

>

> --- In [email protected], "wawan" <selarasmilis@> wrote:

> >

> >

> > bang doel

> >

> > saya punya saran

> >

> > coba baca buku Materialisme VI lenin,

> > atau madilog tan malaka,

> >

> > atau karya2 epicurus, demokritus, atau yg terbaru dari daniel dennet..

> >

> > artinya saya sebenarnya menulis, meski ter-interferen dng pemahaman saya

sendiri, tapi pemikiran-pemikiran saya berlandaskan atas pemikiran2 mereka...

> >

> > saya agak kesulitan memahami maksud bang doel, kalau bang doel melandaskan

argumennya secara benar2 subyektif atau didominasi oleh pemikiran2 bang doel

sendiri....

> >

> > jadi, kalaupun bang doel akan berhipothesa, mungkin baiknya let me know

hipothesa bang doel ini lebih dipengaruhi oleh pemikiran siapa, biar saya bisa

pelajari, dan coba memahami maksudnya

> >

> > tx...

> >

> > --- In [email protected], "Sjahrazad" <sidoel@> wrote:

> > >

> > > Bukan hanya itu, kalau kita berangkat dari setiap partikel kecil masa yang

terpadatkan berupa gelombang listrik, memiliki intelegensia yang saling

terhubung satu sama lain, maka istilah manusia, binatang, daun, mobil, komputer

atau minyak tidak lain adalah komposisi tertentu dari partikel gelombang listrik

itu sendiri, dan semua itu tanpa terkecuali berada didalam kesadaran belaka.

> > >

> > > Pertanyaannya dimana kesadaran itu berada...

> > >

> > > tabik,

> > > si Doel

> > >

> >

>





    
     

    
    


 



  










[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke