Apakah Anda Mempunyai Tujuan Hidup?
http://indonesian.alisina.org/?p=472
Diposkan oleh Ali Sina pada 25 Desember 2010
Marilah kita mewariskan dunia yang damai pada anak-anak kita.
Suatu hari ketika saya sedang berbincang dengan seorang teman lama, pembicaraan
itu kemudian mengarah pada perjuangan saya menentang Islam. Ia berkata,
“Ali, saya telah mengenalmu sangat lama. Sejak engkau masih remaja
engkau selalu mempunyai tujuan yang ingin dicapai”. Saya telah mendengar hal
itu sebelumnya.
Ini
membuat saya berpikir dan bertanya-tanya mengapa. Mengapa saya harus
mempunyai sebuah misi sedangkan banyak orang menjalani hidup mereka
dengan senang dan hanya mempedulikan urusan mereka sendiri? (lihat: about).
Akhirnya saya tiba pada kesimpulan bahwa saya bersikap begitu karena
saya peduli. Saya peduli pada makluk hidup – baik manusia maupun
binatang. Saya peduli pada dunia ini dan masa depan umat manusia, dan
ingin menjadikannya lebih baik.
Sudah
tentu apabila anda mempunyai tujuan tertentu yang hendak dicapai, anda
akan mengabaikan banyak hal lainnya. Tetapi saya tidak pernah melihat
hal ini sebagai sebuah pengorbanan. Sesungguhnya saya menikmati
melakukan apa yang sedang saya lakukan sekarang, walaupun banyak orang
yang menganggapnya sebagai sebuah pengorbanan. Mungkin anda berpendapat
seorang ibu yang bangun di tengah malam untuk menyusui bayinya yang baru lahir
berarti mengorbankan jam tidurnya sendiri. Tetapi ia tidak
melihatnya demikian. Tidak ada pengorbanan apabila anda mengasihi
pekerjaan anda.
Saya
memandang diri saya sebagai seorang pemegang saham di planet ini –
seorang tuan tanah – sedemikan sehingga saya peduli pada planet ini.
Saya ingin memperbaiki apa yang rusak, memelihara properti saya
sebaik-baiknya dan mengembangkannya. Ada orang-orang yang memandang diri mereka
sebagai penyewa. Mereka tidak ingin menggunakan waktu untuk
memperbaiki apa yang rusak. Apa yang terjadi pada orang lain di belahan
bumi yang lain bukanlah urusan mereka. Jika sekelompok penjahat membunuh ribuan
atau jutaan orang, maka itu masalah mereka sendiri – sebuah
pertikaian yang harus mereka selesaikan di kalangan mereka. (Apakah ini
mengingatkan anda pada Obama dan ketidakpeduliannya pada permohonan
orang-orang Iran pada musim panas tahun 2009 ketika memprotes Pemilu
mereka yang curang? Ya, orang-orang yang narsistik tidak mempunyai hati
nurani dan mereka tidak turut merasakan kepedihan orang lain).
Menurut
saya ini adalah sebuah analogi yang baik. Kita memandang diri kita, baik
sebagai penyewa atau sebagai para tuan tanah di dunia ini, dan kita
bersikap sesuai dengan pandangan kita terhadap diri kita sendiri.
Beberapa dari antara kita ingin memelihara bumi dan menjadikannya lebih
baik. Apa yang membuat Florence Nightingale, Ibu Teresa, atau jutaan
orang lain seperti mereka, meninggalkan kenyamanan mereka agar
bisa menolong orang lain? Mereka bukanlah orang-orang yang luar biasa.
Mereka hanya orang-orang biasa yang punya kepedulian. Yang lainnya ingin
menikmati dunia ini, hidup nyaman, dengan kepedulian yang hanya sedikit pada
orang lain. Orang-orang ini lebih peduli pada hal-hal yang
berdampak pada mereka. Kepedihan dan penderitaan orang lain tidak
membuat mereka sulit tidur. Mereka hanya terlibat dalam perjuangan jika
sebagian besar kepentingan mereka terancam. Ada juga orang-orang yang
sangat terasing dari dunia sehingga melakukan vandalisme terhadap bumi
ini.
Masalahnya kita semua saling terkait, sama seperti sel-sel dalam tubuh kita.
Keterpisahan kita hanyalah sebuah ilusi. Apa yang terjadi kepada orang
orang lain di belahan bumi yang lain berdampak pada kita semua. Kita
semua adalah penumpang di pesawat ruang angkasa yang sama. Destinasi
kita saling menjalin. Kesejahteraan kita bergantung pada kesejahteraan
semua orang di planet ini.
Pesan ini
adalah bagi orang-orang yang memandang dirinya sebagai tuan tanah. Masih ada
sangat banyak hal yang harus dilakukan. Harus mulai dari mana dan
apa yang harus dilakukan? Pertanyaan-pertanyaan ini dapat mengusik kita. Banyak
orang ingin melakukan sesuatu. Mereka mencari sebuah tujuan,
tetapi tidak tahu harus mulai dari mana.
Bagi anda
semua yang sudah tidak tahan lagi untuk berbuat sesuatu, yang ingin
meninggalkan jejak, yang ingin mengubah dunia dan menjadikannya tempat
yang lebih baik dan sedang mencari-cari sebuah tujuan, saya mempunyai
sebuah tujuan yang hebat untuk anda. Tujuan yang terbaik adalah
menghadirkan damai di atas bumi, menghapuskan kebencian dan memupuk
persahabatan di antara umat manusia. Islam adalah sumber kebencian
terbesar. Islam adalah penyakit dalam tubuh umat manusia. Jika Islam
tidak dihapuskan seutuhnya, ia akan menghancurkan dunia ini. Kita dapat
memperoleh damai dengan cara menghapuskan Islam dan ideologi-ideologi
lainnya yang berdasarkan atas kebencian.
Islam
adalah ancaman terbesar terhadap kemanusiaan. Islam menghancurkan
kehidupan. Korban-korban utama Islam adalah orang-orang Muslim, tapi
tentu saja tidak seorangpun yang kebal. Bila wabah meluas, semua orang
beresiko terkena dampaknya. Islam memberikan ancaman yang serius
terhadap kedamaian dunia dan membahayakan peradaban manusia. Prospek
bencana nuklir adalah sesuatu yang riil, tetapi kali ini milyaran orang
akan binasa dan bumi ini akan menjadi tanah mati. Jangan salah! Ada
jutaan orang Muslim yang tidak ragu sedikitpun untuk meledakkan bumi
ini. Ingatlah slogan mereka: “Kami mencintai kematian, lebih daripada kalian
mencintai kehidupan”. Islam adalah sebuah bidat maut. Islam memuliakan kematian
sedangkan kita
merayakan kehidupan. Aspirasi orang Muslim yang terbesar adalah mati
dalam jihad saat membunuh orang lain. Hanya kematian dalam jihad yang
memberinya kepastian akan menerima pahala tertinggi di akhirat. (Q.
4:95-96, 9:22, 9:120-121)
Dewasa
ini, menghapuskan penyakit Islam adalah tujuan yang terpenting. Jika
melihat kembali pada sejarah, saya tidak dapat menemukan masa yang
se-kritis masa kini. Dengan semua kemajuan teknologi, belum pernah umat
manusia serentan sekarang. Belum pernah ketidakwarasan meningkat setajam ini
pada masa kini. Belum pernah apatisme terasa begitu melumpuhkan
seperti yang terjadi sekarang. Belum pernah ada kebencian yang sangat
besar seperti sekarang. Kita benar-benar berada di ujung kehancuran umat
manusia. Lebih dari semilyar orang dimakan oleh kebencian, hanya karena agama
mereka mewajibkan mereka untuk membenci. Yang lainnya berada
dalam penyangkalan, dibutakan oleh doktrin taman kanak-kanak mereka yang
mengatakan “tidak melihat yang jahat, tidak mendengar yang jahat, tidak
mengatakan yang jahat”. Sementara itu, kejahatan mengintai karena
orang-orang baik tidak ingin melihatnya, tidak ingin mendengar tentang
yang jahat, dan tidak mau berbicara menentang yang jahat.
Jika anda
sedang mencari tujuan hidup, tujuan yang terbaik adalah menghadirkan
kedamaian dan persatuan umat manusia. Damai tidak dapat dihadirkan bila
sejumlah besar umat manusia dipenuhi kebencian. Kebencian tidak dapat
dihapuskan dengan kebohongan. Kebohongan tidak akan berlalu dengan
mengabaikannya. Kebohongan dan kebencian tidak akan berkurang bahayanya
dengan melapisinya dengan gula. Hanya kebenaranlah yang dapat
memerdekakan kita.
Mari
bergabung dengan perjuangan suci ini. Ya, ini adalah perang suci. Kita
melakukan perang yang sama yang dilakukan para pejuang Perang Salib dan
menyelamatkan peradaban Barat. Peradaban ini pada akhirnya mengeluarkan
dunia ini dari Abad Kegelapan dan masuk ke dalam dunia modern. Tapi kali ini
senjata kita adalah kata-kata, perisai kita adalah Kebenaran dan
medan perang kita adalah internet.
Damai
adalah tujuan hidup saya. Jika itupun tujuan hidup anda, silahkan
mempromosikan situs ini. Kita harus bekerja bersama, dengan kapasitas
kita masing-masing. Bersama-sama kita adalah sebuah kekuatan besar yang
pada akhirnya akan menghancurkan kuasa-kuasa kejahatan.
Saya tidak menentang agama apapun. Saya menghormati pilihan anda untuk memeluk
agama apa saja. Tujuan saya adalah memupuk kesatuan di tengah keragaman. Saya
hanya menentang Islam dan ideologi-ideologi lainnya yang
memecah-belah umat manusia. Saya menentang kebencian, bukan keyakinan.
Banyak
orang Muslim yang tidak akan pernah bangun. Mereka mati secara
spiritual. Mereka telah menjual jiwa mereka kepada Setan. Saya bukanlah
seorang idealis dan saya tidak sedang berilusi. Saya mengenal beberapa
orang, yang secara alamiah semakin mendekatkan diri kepada kejahatan.
Boleh jadi mereka berpindah keyakinan, namun demikian, malangnya mereka
selalu mengikuti keyakinan-keyakinan yang berdasar pada kebencian,
seperti Marxisme, Nazisme, KKK, Black Liberation (Pembebasan Kulit
Hitam), White Supremacy (Supremasi Kulit Putih) dan Islam. Ada jiwa-jiwa yang
memang dilahirkan dari Iblis. Kasih tidak mendapat tempat dalam
hati mereka. Kasih tidak dapat hidup berdampingan dengan kebencian.
Kebenaran tidak pernah dapat melakukan penetrasi ke dalam hati yang
telah dimeteraikan dengan kebencian.
Walaupun
banyak yang ingin, namun mayoritas orang Muslim memang bersikap masa
bodoh dengan iman mereka. Pengetahuan adalah penawar ketidakpedulian.
Jumlah mayoritas inilah yang ingin kita selamatkan. Kita harus
membiarkan mereka mengetahui kebenaran. Mereka adalah orang-orang Muslim yang
ingin kita jangkau agar berpihak pada kita. Saya telah memenangkan ribuan orang
dari mereka, dan kini berada di pihak saya. Sekarang saya
ingin menjangkau jutaan. Kebenaran sudah muncul. Yang harus kita lakukan
hanyalah membuat orang Muslim melihat Kebenaran itu.
Islam
bukanlah satu-satunya sumber kejahatan, tetapi ia adalah sumber
kejahatan terbesar. Bila Islam telah dimusnahkan, maka terbukalah jalan
menuju kedamaian. Mungkin kita belum dapat melihat kedamaian dalam dunia ini
dalam masa hidup kita, namun kita dapat membuka jalan menuju kesana sehingga
anak-anak kita dapat menikmatinya.
Judul Asli: “Do You Have A Cause“
Firdaus · 5 days ago
Sayangnya, Nabinya orang Muslim itu Muhammad. Seandainya Nabi mereka
adalah Ali Sina, tentu dunia ini menjadi tempat yang jauh lebih damai.
Marullam Panggabean · 5 days ago
Sabda Yesus, "Berbahagialah orang yang membuat damai (LAI: "membawa
damai"), karena mereka akan disebut anak-anak Elohim" (Matius 5:9,
KS-ILT).
* Mariyah, Budak Seks Rasul Suci
* Apakah Anda Mempunyai Tujuan Hidup?
* Apakah Muhammad Diciptakan Sebelum Adam?
* Memahami Quran
* Apakah Islam Sebuah Agama?
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/