Pesantren Al Zaytun dalam Sorotan

Oleh: Ahluwalia
Rabu, 4 Februari 2009 | 21:44 WIB
TERKAIT

    * "Kedua Adikku Pergi Saat Hari Raya Idul Fitri"
    * Menteri Agama Anggap NII & Teroris Beda Tipis
    * Pemda Jabar Akan Awasi Al-Zaytun
    * Inilah Ciri-ciri Ayi, Gadis Hilang Korban NII
    * Diduga Korban NII, Calon Mahasiswi Menghilang

INILAH.COM, Jakarta Kiprah pesantren modern Al Zaytun, Indramayu pimpinan Syeh 
Panji Gumilang dalam sorotan publik. Berbagai pihak mempertanyakan kiprah 
pesantren yang dituding miring oleh kalangan Islam itu. Apa sesungguhnya yang 
terjadi?
Kini banyak pihak bertanya-tanya apa lakon di balik dukungan MAZ (Madrasah Al 
Zaytun) & NII KW9 ke Partai RepublikaN? Apakah MAZ sudah tak laku lagi di 
Golkar dan Hanura, dua parpol yang selama ini pernah disebut-sebut sebagai 
pendukungnya. Benarkah ada skenario penyesatan?
"Ada kesan, mereka sedang panik dan super sibuk mencari selamat dan jaminan 
perlindungan karena kualitas pendidikan di pesantren itu merosot dan 
amburabul," kata M Muntasir, peneliti Islam dan sosial di Pusat Studi Sosial 
dan Politik, FISIP Universitas Malikussaleh, Aceh.
Dalam hal ini, menarik pandangan mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid yang 
melihat, posisi Al Zaytun makin payah. Menurut Gus Dur, Al Zaytun itu dulu 
punya Pak Harto yang dulu punya obsesi 'At Tien dan Al Zaytun'. Pak Harto tahu 
semua yang dikerjakan Panji Gumilang, pemimpin Al Zaytun.
"Wong Abu Toto itu 'anak emasnya' Ali Moertopo. Itu proyek mercusuar yang nggak 
ada manfaatnya untuk bangsa. Pak Harto itu punya mimpi, tapi nggak kesampaian," 
kata Gus Dur.
Menurutnya, Pak Harto yang memerintahkan Sa'adilah Mursyid, Menteri Negara 
Sekretaris Kabinet kala itu, mengirim sapi tapos ke Zaytun di tahun 1999. 
Bahkan, menurut Gus Dur, sebelum reformasi, yang menjaga Zaytun itu para 
tentara.
"Sekarang sudah 10 tahun, apa yang sudah dihasilkan Al Zaytun? Saya dengar 
santrinya nggak bisa apa-apa, lulusannya nggak jelas. Masyarakat di sana resah 
dan menganggap Zaytun nggak membawa manfaat apa-apa," ungkap Gus Dur.
Imam Prawoto dikenal sebagai anak emasnya Panji Gumilang alias Salam Rasyidi 
yang pernah diusir Gus Dur waktu mau datang ke kantor PBNU. Di mata Gus Dur, Al 
Zaytun hanya membangun propaganda kebaikan dan kesuksesannya sendiri. Intinya 
sekarang ini seluruh jajaran Zaytun sedang panik dan super sibuk bagaimana 
menyelamatkan diri cari pelindung pilpres 2009.
Kontroversi pesantren Al-Zaytun terus meruak ke ruang publik. Bahkan Rais Aam 
NU, Kyai Sahal Mahfud, dan Prof Din Syamsuddin, Ketua PP Muhammadiyah, termasuk 
tokoh yang mengkritisi kiprah Al Zaytun karena berbagai tabir gelap yang 
menyelimuti pesantren yang penuh misteri itu.
Keduanya juga menganjurkan kalangan ummat Islam untuk berhati-hati dan berpikir 
ulang jika hendak memutuskan anak-anak mereka masuk dan belajar di pesantren 
itu. [I4] 



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke