Refl:  Hasil kerja keras SBY dan rezimnya untuk mengurangi pengangguran ialah 
dengan mengekspor TKW. Dengan "legal trafficking" ini, untungnya sangat besar 
dicapai dengan ongkos  sangat rendah. Devisa bertambah US$ 7 miliar per tahun. 
Kas negara dapat devisa danjuga kantong calo bersama penguasa menjadi buncit. 

http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2011/04/13/6692.html

Rabu, 13 April 2011, 12:32:28 WIB
SBY: Kita Sudah Bekerja Keras Mengurangi Pengangguran
 
Presiden SBY menyampaikan sambutan pembukaan Temu Konsultasi LKS Tripartit 
2011, di Istana Negara, Rabu (13/4) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)

Jakarta: Walaupun angka pengangguran masih besar, namun kecenderungannya 
semakin menurun. Kenaikan angkatan kerja bisa diserap oleh pertumbuhan lapangan 
kerja. Menurut hasil survey Badan Pusat Statistik (BPS), angkatan kerja 
Indonesia per 10 Agustus 2010 mencapai 116,5 juta orang. "Ini berarti naik 
sebanyak 2.7 juta dari tahun sebelumnya," kata Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono saat membuka Temu Konsultasi LKS Tripartit 2011 di Istana Negara, 
Rabu (13/4) siang.

Pada saat yang sama, jumlah penduduk yang bekerja adalah 108.2 juta jiwa, atau 
terdapat peningkatan sebesar 3.3 juta jiwa dari tahun sebelumnya. "Artinya apa? 
Meskipun masih ada pengangguran di negeri kita, harus saya akui, kita sudah 
bekerja keras untuk terus menggerus pengangguran itu. Dari angkatan kerja yang 
bertambah 2.7 juta, tapi terserap 3.3 juta. Berarti pengangguran berkurang," 
Presiden menjelaskan.

"Inilah yang harus kita jaga, harus lebih banyak yang diserap oleh sektor 
pertanian, perindustrian, dan jasa, dibandingkan dengan yang diproduksi sebagai 
tenaga kerja yang baru," Presiden menambahkan. Presiden berharap cara pikir 
seperti ini juga diterapkan oleh para pimpinan daerah, baik gubernur, bupati, 
ataupun walikota. (arc) 

++++
http://nasional.kompas.com/read/2011/04/28/07012351/Sepekan..1.000.Orang.Indonesia.ke.Taiwan

mat, 29 April 2011
Selamat Datang   |    Register   |   Sign In 
 
KOMPAS.comCetakePaperBolaEntertainmentGamesTeknoOtomotifFemaleHealthPropertiKompasianaUrban
 SerpongImagesMore 


Buruh Migran
Sepekan, 1.000 Orang Indonesia ke Taiwan
yuli | Kamis, 28 April 2011 | 07:01 WIB 

 

KOMPAS/RIZA FATHONI
ILUSTRASI - Tenaga Kerja Indonesia. 


JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga 
Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat menyatakan, dalam sepekan 
rata-rata 1.000 TKI tiba di Bandara Taoyuan Taiwan.

Jumhur dalam surat elektronik yang dikirimkannya setibanya di Taiwan, Rabu 
(27/4/2011) malam, mendapat penjelasan dari petugas Council of Labor Affair 
(CLA) di Bandara Taoyuan yang melayani TKI.

Kantor CLA di Bandara Taoyuan berada di bawah Kementerian Tenaga Kerja Taiwan 
yang bertugas melayani kedatangan dan kepulangan tenaga kerja asing, termasuk 
TKI.

Jumhur mendapat penjelasan dari dua petugas CLA, Johan dan Denny, mengenai 
tugas pelayanan CLA, terutama menjemput TKI yang baru tiba di Bandara Taoyuan 
untuk diberi pengarahan terkait keadaan di Taiwan, antara lain budaya, hukum, 
peran agensi/penyalur TKI, serta karakter majikan maupun pekerjaan.

Setelah itu, mereka dibawa ke agensi atau penyalur TKI untuk mulai bekerja 
sesuai masing-masing sektor. TKI di Taiwan sebagian besar bekerja sebagai 
penata laksana rumah tangga, pengasuh jompo, dan awak buah kapal.

Namun, CLA dengan 30 petugas juga melakukan pendampingan atas permasalahan TKI 
yang akan kembali ke Indonesia melalui Bandara Taoyuan.

Jumhur mengatakan, untuk kepulangan TKI, CLA menangani permasalahan TKI berupa 
gaji atau upah lembur yang tidak dibayar, pemotongan gaji yang tidak adil oleh 
agen, kabur dari majikan atau agen sebelum kontrak habis, penganiayaan dan 
tindakan majikan yang tidak pantas, tabungan TKI yang ditahan agen, dan 
sebagainya.

Petugas CLA, katanya, menindaklanjuti masalah TKI ke Kementerian Tenaga Kerja 
Taiwan untuk diatasi dan mereka juga menerima pengaduan TKI per telepon.

Jumlah TKI di Taiwan sekitar 160.000 orang, saat ini merupakan tenaga kerja 
asing terbanyak di negeri itu, dibandingkan dengan negara lain yang juga 
menempatkan tenaga kerjanya di Taiwan, seperti dari Vietnam, Thailand, bahkan 
dari Filipina yang merupakan pesaing utama Indonesia dalam menempatkan tenaga 
kerja di luar negeri. 


TERKAIT:
  a.. Diusir, TKI Dubai Tanggung Tiket Pesawat
  b.. Banyak TKI Mabuk Laut, 2 Orang Bersalin
  c.. 40 TKI Ilegal Tak Bisa Bahasa Indonesia
  d.. TKI Meninggal di Malaysia Kejatuhan Kayu
  e.. TKI Informal Perlu Dibatasi


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke