Koq FPI, FUI, HTI dkk  ngga sekalipun minta NII dibubarkan ya ?...seperti 
halnya terhadap ahmadiah ?...ahmadiah tidak makar, NII jelas jelas makar...ada 
apa ini dgn pmerintahan SBY ?...apakah sebenarnya pemerintah itu ngga ada 
seperti yg Syafii Maarif katakan ??..ada yg terang2 mau makar didiamkan saja 
?...hehehe...FPI dkk jelas aja bungkam, lha si Riziq duduk dalam pencalonan 
kabinet NII sebagai presiden, wakilnya abu jibril..penasehatnya baasyir...(Lupa 
link-nya)..kumpul dah.....dan kata si ndeboost bagi yg ngga ikhlas agar 
mengajukan proposal ke NII...
-----Original Message-----
From: "Jusfiq" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 28 Apr 2011 18:57:24 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [proletar] DetikNews: Fraksi Partai Demokrat Tuntut Pemerintah Tegas 
Bubarkan NII

Kamis, 28/04/2011 21:26 WIB
Fraksi Partai Demokrat Tuntut Pemerintah Tegas Bubarkan NII 
Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews



Makassar - Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR RI meminta ketegasan pemerintah 
untuk membubarkan gerakan separatisme Negara Islam Indonesia (NII) KW 9. Hal 
ini disampaikan oleh Ketua FPD, Jafar Hafsah dalam ceramahnya di Pondok 
Pesantren As'adiyah, di Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, kamis 
(28/4/2011).

Menurut Jafar, sangat jelas organisasi ini bertentangan dengan prinsip-prinsip 
bangunan kebangsaan dalam wujud NKRI. Ajaran-ajaran NII KW9, lanjut Jafar, 
maupun maksud dan tujuannya sendiri tidak sesuai dengan azas kebhinnekaan yang 
menjadi perekat NKRI.

"Bagi Fraksi Demokrat, Islam Yes, Negara Islam Indonesia No, perilaku kekerasan 
yang mengatasnamakan agama adalah bentuk nyata kesesatan berpikir dan kebuntuan 
intelektual anggota NII," ujar Jafar di hadapan seribu santri dan ustadz Ponpes 
As'adiyah.

Untuk mengatasi persoalan ini, diperlukan sinergisitas semua pihak, termasuk 
politisi dan para agamawan untuk berkontribusi nyata pada pencerdasan 
masyarakat dalam memahami ajaran agama agar tidak terjebak pada radikalisme 
buta yang merusak kerukunan umat beragama di Indonesia.

"Paham keberagaman yang pluralis menjadi concern penting saat ini, di tengah 
maraknya gerakan radikalisasi dari berbagai kelompok yang mengatasnamakan Islam 
berwujud kekerasan," pungkas Jafar yang melakukan kunjungan reses di beberapa 
kabupaten di Sulsel.




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke