Gpp koq kata nabi unt make air sumur yg tercemar, terutama air dr sumur tempat 
ngebuang bangke anjing, kain bekas mens dan taik orang.

Abu Dawud Book 1, Number 0067:   
Narrated AbuSa'id al-Khudri: 
>I heard that the people asked the Prophet of Allah (peace_be_upon_him):  Water 
>is brought for you from the well of Buda'ah. It is a well in which  dead dogs, 
>menstrual clothes and excrement of people are thrown. The  Messenger of Allah 
>(peace_be_upon_him) replied: Verily water is pure and  is not defiled by 
>anything. 
>
>
>
>
>Cuma kafir laknatuloh aja tuh yg ngeharusin minum air higienis, tujuan kafir 
>laknatuloh itu tentunya unt melemahkan ummah Islam. 
>
>
>
>
>Hehehe.... Islam itu emang agama yg benar, benar2 sinting dan konyol.
>
>


________________________________
From: sunny <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, May 4, 2011 5:59:31 PM
Subject: [proletar] 70 Persen Sumur di Indonesia Tercemar Bakteri E-Coli  + 
Hanya 20 Persen Air Bersih Indonesia Layak Minum

   
Refleksi : Untuk apa air bersih nan sehat? Bukankah sudah sangat bagus dan 
penting kalau 70% umat beragama tidak setuju masyarakat bertoleransi (Lihat 
Majalah Majemuk, Januari -Februari 2008)  Jadi 70% sumur tercemar bakteria 
E-Coli adalah sesuai berkat yang dikenhedaki.

Agaknya 20% air bersih yang layak diminum adalah bukan untuk rakyat biasa 
golongan krocok  dan ini telah dilupakan bahwa air adalah kebutuhan utama 
manusia. Mereka melupakan karena otak telah dikocok-kocok  oleh kaum pandai 
agama yang selalu mengaris bawah pentingnya kehidupan dunia seberang. 


http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/04/223313/89/14/70-Persen-Sumur-di-Indonesia-Tercemar-Bakteri-E-Coli


70 Persen Sumur di Indonesia Tercemar Bakteri E-Coli 
Penulis : Bagus Suryo
Rabu, 04 Mei 2011 14:25 WIB 

MALANG--MICOM: Pemerintah belum mampu memenuhi kebutuhan sarana sanitasi secara 
layak dan sehat. Sebab 70%ANTARA/Fanny Octavianus/ sumur dangkal yang digunakan 
masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih tercemar bakteri Escherichia 
coli 
(E-coli). Bahkan sebagian besar sungai-sungai di Indonesia juga tercemar 
bakteri 
penyebab penyakit diare itu. 


"Sarana sanitasi (secara nasional) lebih buruk dari pemenuhan air bersih 
(layak)," tegas Direktur Permukiman dan Perumahan Bappenas Nugroho Tri Utomo 
menjawab pertanyaan Media Indonesia seusai acara program hibah air minum di 
Kota 
Malang, Jawa Timur, Rabu (4/5). 


Ia menjelaskan secara nasional baru 65 persen penduduk di perkotaan dan 
pedesaan 
memiliki jamban keluarga. Itu pun masih harus dicermati kelayakan sarana dan 
prasarananya apakah masih berdekatan dengan sumur atau tidak. 


Sedangkan melalui program MDGS 2014 diharapkan terjadi peningkatan menjadi 78 
persen penduduk memiliki jamban. Masih tingginya penduduk yang belum memiliki 
jamban secara layak dan sehat tersebut menjadi perhatian serius pemerintah. 


Sehingga program ke depan adalah mencermati secara menyeluruh kualitas sarana 
dan prasarana terkait hal itu. Sebab, lanjut dia, buruknya sarana jamban 
keluarga berakibat pada kualitas air bersih di sumur dangkal atau sumur gali 
yang digunakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih. 


Data di Bappenas menyebutkan sekitar 60 persen-70 persen sumur milik warga 
tercemar e-coli. Bakteri tersebut berasal dari jamban yang berdekatan dengan 
sumur. 


Tidak hanya itu, kata dia, sebagian besar sungai-sungai di Indonesia juga 
airnya 
sudah tercemar e-coli. "Sehingga air sungai di Indonesia tidak layak minum," 
ujarnya. (BN/OL-04) 


++++

http://www.suarapembaruan.com/home/hanya-20-persen-air-bersih-indonesia-layak-minum/6302


Hanya 20 Persen Air Bersih Indonesia Layak Minum
Selasa, 3 Mei 2011 | 15:19

[JAKARTA] Krisis air bersih di Indonesia diperkirakan akan semakin parah 
seiring 
masifnya ketidakseimbangan kebutuhan dengan ketersediaan air bersih. Bahkan 
saat 
ini hanya 20 persen air bersih yang layak minum dan baru 15 persen masyarakat 
yang mengakses air dari pengelolaan air. Sisanya memenuhi kebutuhan air sendiri.

Berkembangnya jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi, intensifnya penggunaan air, 
pencemaran serta perubahan iklim global menyebabkan ketidakseimbangan 
ketersediaan dengan kebutuhan air tersebut.

Direktur Pemukiman dan Perumahan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional 
(Bappenas) Nugroho Tri Utomo mengatakan pemerintah menargetkan 67 persen 
masyarakat Indonesia bisa mengakses air bersih di tahun 2014.

"Tantangan untuk memenuhi ketersediaan air bersih layak minum banyak sekali. 
Hampir 80 persen pencemaran sungai disebabkan limbah domestik. Oleh karena itu 
seiring untuk mencapai milenium development goals pemerintah menargetkan akses 
terhadap air bersih," kata Nugroho dalam diskusi nasional Pengelolaan Sumber 
Daya Air Terpadu, di Jakarta, Selasa (3/5).

Selain pencemaran, eksploitasi air tanah berlebihan menyebabkan penurunan muka 
tanah (subsiden) sehingga drainase perkotaan tidak berfungsi akibatnya banjir 
meluas dan kenaikan air laut (rob) meningkat.

Kepala Pusat Sumber Daya Air Tanah dan Geologi Lingkungan Kementerian Energi 
dan 
Sumber Mineral Dodid Murdohardono mengungkapkan sejak tahun 1960 hingga saat 
ini 
Jakarta mengalami penurunan air tanah sebesar 40 meter dan Semarang 30 meter. 
[R-15]

Berita Terkait

a.. Konsumsi Air Minum Kemasan Ancam Persediaan Air Bersih 

b.. Krisis Air Perkotaan Ancaman Serius 

[Non-text portions of this message have been removed]


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke