Refleksi : Untuk apa air bersih nan sehat? Bukankah sudah sangat bagus dan 
penting kalau 70% umat beragama tidak setuju masyarakat bertoleransi (Lihat 
Majalah Majemuk, Januari -Februari 2008)  Jadi 70% sumur tercemar bakteria 
E-Coli adalah sesuai berkat yang dikenhedaki.

Agaknya 20% air bersih yang layak diminum adalah bukan untuk rakyat biasa 
golongan krocok  dan ini telah dilupakan bahwa air adalah kebutuhan utama 
manusia. Mereka melupakan karena otak telah dikocok-kocok  oleh kaum pandai 
agama yang selalu mengaris bawah pentingnya kehidupan dunia seberang. 

http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/04/223313/89/14/70-Persen-Sumur-di-Indonesia-Tercemar-Bakteri-E-Coli


70 Persen Sumur di Indonesia Tercemar Bakteri E-Coli 
Penulis : Bagus Suryo
Rabu, 04 Mei 2011 14:25 WIB     



MALANG--MICOM: Pemerintah belum mampu memenuhi kebutuhan sarana sanitasi secara 
layak dan sehat. Sebab 70%ANTARA/Fanny Octavianus/ sumur dangkal yang digunakan 
masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih tercemar bakteri Escherichia 
coli (E-coli). Bahkan sebagian besar sungai-sungai di Indonesia juga tercemar 
bakteri penyebab penyakit diare itu. 

"Sarana sanitasi (secara nasional) lebih buruk dari pemenuhan air bersih 
(layak)," tegas Direktur Permukiman dan Perumahan Bappenas Nugroho Tri Utomo 
menjawab pertanyaan Media Indonesia seusai acara program hibah air minum di 
Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (4/5). 

Ia menjelaskan secara nasional baru 65 persen penduduk di perkotaan dan 
pedesaan memiliki jamban keluarga. Itu pun masih harus dicermati kelayakan 
sarana dan prasarananya apakah masih berdekatan dengan sumur atau tidak. 

Sedangkan melalui program MDGS 2014 diharapkan terjadi peningkatan menjadi 78 
persen penduduk memiliki jamban. Masih tingginya penduduk yang belum memiliki 
jamban secara layak dan sehat tersebut menjadi perhatian serius pemerintah. 

Sehingga program ke depan adalah mencermati secara menyeluruh kualitas sarana 
dan prasarana terkait hal itu. Sebab, lanjut dia, buruknya sarana jamban 
keluarga berakibat pada kualitas air bersih di sumur dangkal atau sumur gali 
yang digunakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih. 

Data di Bappenas menyebutkan sekitar 60 persen-70 persen sumur milik warga 
tercemar e-coli. Bakteri tersebut berasal dari jamban yang berdekatan dengan 
sumur. 

Tidak hanya itu, kata dia, sebagian besar sungai-sungai di Indonesia juga 
airnya sudah tercemar e-coli. "Sehingga air sungai di Indonesia tidak layak 
minum," ujarnya. (BN/OL-04) 

++++

http://www.suarapembaruan.com/home/hanya-20-persen-air-bersih-indonesia-layak-minum/6302


Hanya 20 Persen Air Bersih Indonesia Layak Minum
Selasa, 3 Mei 2011 | 15:19

[JAKARTA] Krisis air bersih di Indonesia diperkirakan akan semakin parah 
seiring masifnya ketidakseimbangan kebutuhan dengan ketersediaan air bersih. 
Bahkan saat ini hanya 20 persen air bersih yang layak minum dan baru 15 persen 
masyarakat yang mengakses air dari pengelolaan air. Sisanya memenuhi kebutuhan 
air sendiri.

Berkembangnya jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi, intensifnya penggunaan air, 
pencemaran serta perubahan iklim global menyebabkan ketidakseimbangan 
ketersediaan dengan kebutuhan air tersebut.

Direktur Pemukiman dan Perumahan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional 
(Bappenas) Nugroho Tri Utomo mengatakan pemerintah menargetkan 67 persen 
masyarakat Indonesia bisa mengakses air bersih di tahun 2014.

"Tantangan untuk memenuhi ketersediaan air bersih layak minum banyak sekali. 
Hampir 80 persen pencemaran sungai disebabkan limbah domestik. Oleh karena itu 
seiring untuk mencapai milenium development goals pemerintah menargetkan akses 
terhadap air bersih," kata Nugroho dalam diskusi nasional Pengelolaan Sumber 
Daya Air Terpadu, di Jakarta, Selasa (3/5).

Selain pencemaran, eksploitasi air tanah berlebihan menyebabkan penurunan muka 
tanah (subsiden) sehingga drainase perkotaan tidak berfungsi akibatnya banjir 
meluas dan kenaikan air laut (rob) meningkat.

Kepala Pusat Sumber Daya Air Tanah dan Geologi Lingkungan Kementerian Energi 
dan Sumber Mineral Dodid Murdohardono mengungkapkan sejak tahun 1960 hingga 
saat ini Jakarta mengalami penurunan air tanah sebesar 40 meter dan Semarang 30 
meter. [R-15]



Berita Terkait

  a.. Konsumsi Air Minum Kemasan Ancam Persediaan Air Bersih 

  b.. Krisis Air Perkotaan Ancaman Serius 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke