Kalau ajarannya Yesus a.s maupun para nabi-rasul Allah pbut ga ada
selainnya menyembah dan takwa (mungkin lain "bahasa" Bibel) kpd Allah
swt yg esa, yg tunggal. Demikian juga yg dilakukan, diajarkan dan
dicontohkan para beliau pbut karena mereka pbut adalah pilihan Allah
swt.  Silahkan perhatikan yg disampaikan Al Qur'an mengenai Ibrahim a.s
(Abram/Abraham), Ismail a.s (Ismael), Ishaq (Ishak) a.s, Daud (David)
a.s, Sulaiman (Salomo) a.s dst lalu bandingkan dg yg ditulis di Bibel.
Namun kalau ajaran dari  yg ngaku rasul atau nabi lain soalnya.

Btw, bagaimana batasan nabi maupun rasul menurut anda-anda? Lalu ada
berapa (siapa saja) nabi maupun rasul di Bibel?
nDeboost khawatir ada mismatch dlm diskusi.

--- In [email protected], "Wong" <wong_gendeng05@...> wrote:
>
> Sampeyan ndak perlu ngotot menilai kebaikan agama sendiri sambil
menjelekan agama orang lain.
>
> membicarakan kejelekan suatu agama itu ada dimana mana, bukan hanya
Islam, Kristen juga mengandung kejelekan. Bisa saja bahwa ajaran Islam
itu jelek, tapi sepanjang tidak dilakukan kejelekan tsb tidak akan jadi
masalah. Contohnya saja GD , Syafii dll. mereka melakukan yang baik baik
saja.
>
> Dan di agama Kristen juga demikian, siapa yang tidak tahu sejarah
gelap agama kristen. Inkuisisi, orang dengan mudah di tuduh dukun
santet, lalu di bakar hidup2, pengekangan pendapat, kasus Galileo dll.
terlalu banyak untuk di sebut. itu suatu fakta yang tidak mungkin
dibantah. meskipun bisa saja sampeyan membawa ayat2 yang mengandung
welas asih, tapi ayat2 tsb tidak akan merubah fakta apapun. tapi
untungnya sekarang Kristen sudah banyak berubah, tapi itu tidak berarti
bahwa Kristen hanya ada yang baik2 saja.
>
> Tinggal sekarang orang Islam yang masih senang menggunakan kekerasan
dan mau menang sendiri. meskipun bisa saja dibela dengan menyodorkan
ayat2 kebaikan dan welas asih. tapi ini semua tidak akan merubah fakta
apapun,dan tetap saja bahwa yang ngebom kebanyakan orang Islam, bahwa
yang mudah tersinggung juga orang Islam, bahwa yang mbakar mejid
AHmadiyah juga orang Islam, bahwa yang memberlakukan hukum rajam adalah
orang Islam, bahwa ribuan migran meninggalkan negeri Islam karena tidak
betah tinggal disana.
>
> Jadi adu ayat sama sekali tidak berguna. sebaik apapun ajaran suatu
agama, kalo pemeluknya tidak bisa mengaplikasikan kebaikan tsb dalam
kehidupan bersama, tetap saja masarakat luas akan menilai agama tsb
tidak baik. itulah mengapa saya menggunkan pepatah lama bawa pohon di
kenal dari buahnya, bahwa agama dikenal dari kelakuan umatnya.
>
> Rahayu
>
>
> --- In [email protected], item abu itemabu@ wrote:
> >
> > Tolol, ajaran Islam itu ajaran bejad, jadi yg tahu Islam itu ngritik
bukan hanya
> > krn kelakuan bejad orang Islam, tp terutama krn ajaran Islam itu yg
bikin orang2
> > itu jadi bejad.
> >
> > Sebelum lu ngoceh ttg agama, baiknya lu pelajari dulu apa yg ada di
agama tsb.
> >
> >
> >
> >
> >
> > ________________________________
> > From: Wong wong_gendeng05@
> > To: [email protected]
> > Sent: Fri, May 6, 2011 9:10:11 AM
> > Subject: [proletar] Re: Kebengisan atas Nama Islam itu Bermula dari
yang Ada di
> > Kepala
> >
> >
> > Saya rasa bukan salah orang diluar Islam, jika mereka menilai
negatif terhadap
> > Islam. Saya ingin mengingatkan akan sebuah pepatah lama bahwa pohon
di kenal
> > dari buahnya. Sampeyan tahu maksud pepatah ini?, saya jelaskan
sedikit saja.
> >
> > Buah mangga berasal dari pohon mangga, demikian juga buah durian
pastilah
> > berasal dari pohon durian. Pohon welas asih akan menghasil buah buah
belas
> > kasihan: sabar, toleran, penunh pengertian. lah sekarang kalo
buahnya berupa:
> > terror, bom bunuh diri, pembekaran mesjid, pembakaran gereja, mudah
teringgung.
> > Berasal dari pohon apakah buah buah semacam itu?
> >
> > Meskipun suatu pohon berasal dari bibit unggul, tapi kalo buah yang
di hasilkan
> > adalah yang jelek, yang asam, yang banyak bopengnya, yang banyak
ulatnya,
> > pastiah pak tani akan tidak segan menebang pohon itu. Betapaun
baiknya kandungan
> > isi ajaran Islam, tapi kalo buah yang dihasilkan faktanya seperti
yang kita
> > lihat sekarang, pastilah orang akan memberi penilaian negatif
terhadap Islam.
> > Apakah ini bermakna bahwa yang dihasilkan Islam melulu yang jelek?,
TIDAK.Gus
> > Dur, Syafii Maarif, Mbah kakung saya adalah contoh buah yang baik
dari pohon
> > yang bernama Islam.
> >
> > Membaca hasil survey yang membuat hati miris, membaca statistik yang
> > menghasilkan nilai negatif terhadap Islam, tidak perlu ditanggapi
dengan sewot,
> > justru itu menjadi bahan introspeksi diri, justru menjadi tugas
orang2 seperti
> > GD, Syafii dll,(kalo di proletar siapa yah orang yang seperti GD?)
untuk
> > memerangi dari dalam, untuk mengikis buah buah buruk yang bernama
terorisme dll.
> > menyuruh orang lain mempelajari kandungan Quran dan membandingkan
dengan ajaran
> > lain yang mengandung kebejadan tidak akan menghasilkan apa apa.
> >
> > Betapapun bejadnya Bibel yang didalamnya ada ayat2 pornografi, ada
Raja yang
> > ngecuk istri Temenggung nya, ada bapak yang ngentot anaknya, tapi
lihat saja
> > buah buahnya, apa yang dihasilkan?, pembagian indomi gratis,
pengobatan gratis,
> > pendidikan murah (mungkin sekarang tidak murah lagi). inilah yang
akan menjadi
> > penilaian orang.
> >
> > Dan pada dasarmya siapaun tidak bisa memaksa orang lain memberi
penghargaan
> > kepada kita, penghargaan akan datang dengan sendirinya. Jika orang
menilai Tom
> > Cruise lebih ganteng dari sampeyan adalah hak orang yang menilai
tsb, sudah
> > jelas sampeyan bopengan, tonggos, dower, minta dinilai seganteng Tom
Cruise
> > adalah keterlaluan. Meskipun sampeyan menunjukan bahwa ternyata Tom
Cruise juga
> > panuan di ketiaknya, hal ini juga tidak akan merubah penilaian
terhadap
> > sampeyan, lebih sampeyan merubah diri, operasi plastik agar bisa
seganteng Tom
> > Cruis, baru penilain orang terhadap sampeyan berubah.
> >
> > Rahayu
> >
> >
> > --- In [email protected], "sunny" <ambon@> wrote:
> > >
> > >
> > > Booost
> > >
> > > Bukan tulisan saya, jadi  jangan tujukan kepada saya komentarmu.
Kalau mau
> > >bantah kasi argumen yang betul, kalau lari sana sini tidak dianggap
komentarmu.
> > >
> > >
> > >   ----- Original Message -----
> > >   From: ndeboost
> > >   To: [email protected]
> > >   Sent: Thursday, May 05, 2011 3:50 PM
> > >   Subject: [proletar] Re: Kebengisan atas Nama Islam itu Bermula
dari yang Ada
> > >di Kepala
> > >
> > >
> > >
> > >   Kamu ga bisa bedakan antara agama Islam sama orang Islam. Orang
Islam di
> > >   Indonesia terbesar bodo-bodo karena memang sengaja dibuat bodo,
> > >   tertinggal dan banyak ga berpendidikan. Saking bodonya, ada
tawaran BS
> > >   ke luar negeri langsung disaut. padahal disana diajarin
menghasut,
> > >   contohnya kamu lihat di a/l proletar. Atau lainnya malah setuju
dg
> > >   pluralisme namun ga mau murtad, tetap mau di Islam. Padahal sdh
mbuat
> > >   fikih lintas agama segala. Niatnya mau mengungguli fikh Islam
namun ga
> > >   laku. Mana mau kristen, Buddhist makainya. Mestinya mereka
belajar Islam
> > >   dari orang Islam, bukan dari kapir yg bahkan habis nyucuk ga
mandi wajib
> > >   dulu, langsung bahas Al Qur'an. Padahal di Bibel juga ada aturan
mainnya
> > >   setelah main cucuk.
> > >
> > >   Lain dg agama Kristen, pimpinannya pinter pinter, namun serakah
> > >   kekuasaan, ga segan mitenah maupun membunuh. Katanya ga nikah
namun
> > >   punya anak bahkan sipilis. Apalagi kitabnya, cerita tahayul
bertebaran.
> > >   Di tangtang @wong_gendeng ga ada yg bisa merespond sampai
ndeboost yg
> > >   harus ngupas. Namun itupun dibiarkan melongpong. Lain dg QS. Si
beo
> > >   nangtang lalu dikasih ayat yg Darwin bahkan nyontek darinya,
tetap
> > >   mbeker ga mau tahu. Namun baiknya dia berhenti cuap-cuap teori
Darwin.
> > >   Masih sedang mikir dia dg utegnya yg segede tithit beo.
> > >   Dan sayangnya utegmu juga ga kamu optimalkan. Mau saja dikibulin
Paulus.
> > >   Ga mau lihat yg ajarannya Paulus kontradiktif dan kontra
produktif dg yg
> > >   dari Yesus. Sadarlah @mBoong kalau kamu cuma dipakai oleh Yahudi
> > >   diantaranya yg namanya Paulus agar kamu lupa sama ajarannya
Yesus lalu
> > >   nggebugi orang Islam. Utegmu kamu optimalkanlah. Kamu dan beo
tetep
> > >   mikir yg Islam identik dg orang Arab. Padahal orang Arab juga
Kristennya
> > >   banyak. Dasar.
> > >
> > >   --- In [email protected], "sunny" <ambon@> wrote:
> > >   >
> > >   >
> > >
http://www.indonesiamedia.com/2011/05/04/kebengisan-atas-nama-islam-itu-\
\
> > >   bermula-dari-yang-ada-di-kepala/
> > >   >
> > >   > Kebengisan atas Nama Islam itu Bermula dari yang Ada di Kepala
> > >   > Posted on May 4 2011 by Ade Armando
> > >   > Di Indonesia, Islam menjadi nampak begitu menakutkan. Majelis
Ulama
> > >   Indonesia, Menteri Agama, dan berbagai organisasiIslam nampaknya
punya
> > >   sumbangan besar bagi radikalisasi keagamaan ini.
> > >   >
> > >   >
> > >   >
> > >   >
> > >   >
> > >   >
> > >   >
> > >   > Tak bisa lagi orang membela diri dengan mengatakan bahwa
gagasan Islam
> > >   sebagai agama kekerasan adalah sekadar hasil skenario Barat atau
> > >   Zionisme internasional. Faktanya, kekerasan demi kekerasan
terjadi di
> > >   Indonesia. Dari serangan terhadap gereja di berbagai kota,
serangan
> > >   terhadap Ahmadiyah yang memakan korban nyawa, bom buku, bom
masjid di
> > >   Masjid Mapolres Cirebon, bom Paskah yang ditemukan di Serpong,
sampai
> > >   terbongkarnya jaringan Negara Islam Indonesia, menunjukkan bahwa
ancaman
> > >   radikalisme Islam ini tidak main-main.
> > >   >
> > >   > Teori-teori sosial mengatakan radikalisme lazim hadir akibat
rasa
> > >   ketertindasan ekonomi-politik. Namun untuk rangkaian contoh yang
disebut
> > >   tadi, sulit melihat adanya keterkaitan dengan basis ekonomi.
Para pelaku
> > >   dan mereka yang menggerakannya tidak nampak sebagai kaum yang
tertindas
> > >   secara ekonomi maupun politik. Mereka bukan kalangan yang lazim
disebut
> > >   kaum marjinal yang frustrasi. Sebagian yang terlibat adalah
lulusan
> > >   perguruan tinggi atau bekerja di perusahaan modern.
> > >   >
> > >   >
> > >   >
> > >   > Karena itu, salah satu jawaban yang mungkin ada pada tataran
gagasan.
> > >   Para pelaku aksi radikal ini melakukan tindakan kekerasan karena
ada
> > >   gagasan di kepala mereka yang membuat mereka merasa wajib
melakukan
> > >   kekerasan. Dan salah satu sumber yang paling potensial mendorong
orang
> > >   melakukan kekerasan di luar batas normal tersebut adalah agama.
> > >   Tepatnya: penafsiran tentang agama.
> > >   >
> > >   > Analisis ini, misalnya, bisa ditarik dari hasil penelitian
yang
> > >   dilakukan Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (Lakip), Jakarta,
pada
> > >   Oktober 2010 sampai Januari 2011 lalu tentang Radikalisme Islam
dan
> > >   Toleransi. Respondennya mencakup 590 guru agama dan 993 siswa
kelas 8
> > >   sampai kelas 12.
> > >   >
> > >   > Hasil penelitian yang perlu dicermati antara lain adalah:
> > >   > - 23,6 persen guru dan 13,1 persen murid menyatakan kesetujuan
atas
> > >   organisasi radikal (mungkin seperti FPI).
> > >   > - 62,7 persen guru dan 46,7 persen murid menolak berdirinya
tempat
> > >   ibadah non-Islam di lingkungan mereka.
> > >   > - 21,1 persen guru dan 25,8 persen murid menganggap Pancasila
tidak
> > >   lagi relevan sebagai ideologi negara.
> > >   > - 76,2 persen guru dan 84,8 persen murid menyetujui
pemberlakuan
> > >   Syariat Islam.
> > >   > - 28,2 persen guru dan 48,9 persen murid bersedia terlibat
dalam aksi
> > >   kekerasan terkait dengan agama dan moral.
> > >   > - 22,7 persen dan 41,1 persen murid bersedia terlibat dalam
aksi
> > >   penyegelan serta pengrusakan rumah ibadat atau fasilitas milik
aliran
> > >   keagamaan lain.
> > >   >
> > >   >
> > >   >
> > >   > Memang tak terlalu jelas metode penarikan sampel dan pengajuan
> > >   kuesioner yang dilakukan. Misalnya, apakah sampelnya diambil
dari
> > >   seluruh sekolah di Jakarta, atau hanya di sekolah-sekolah
tertentu. Atau
> > >   apakah sampel ditarik hanya dari mereka yang aktif dalam
kegiatan
> > >   keagamaan atau dari seluruh siswa. Atau apakah wawancara
dilakukan orang
> > >   per-orang, dengan pewawancara yang nampak netral (misalnya tidak
> > >   berjilbab), atau dilakukan beramai-ramai di sebuah kelas.
> > >   >
> > >   > Namun, apapun kelemahan metodologis yang mungkin ada, hasil di
atas
> > >   tetap mencengangkan dan mengkhawatirkan
> > >   >
> > >   >
> > >   > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >   >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> >
> >
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke