Goblok, gua bilang spy lu belajar Islam dulu sebelum ngasih komentar, krn jelas 
lu ga tau ttg Islam. 


Ngapain lu ngoceh ngalor ngidul, apa lu ga berani ngaku bhw lu emang ga tau 
ajaran Islam?






________________________________
From: Wong <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, May 10, 2011 2:35:24 PM
Subject: [proletar] Re: Kebengisan atas Nama Islam itu Bermula dari yang Ada di 
Kepala

   
Sampeyan ndak perlu ngotot menilai kebaikan agama sendiri sambil menjelekan 
agama orang lain.

membicarakan kejelekan suatu agama itu ada dimana mana, bukan hanya Islam, 
Kristen juga mengandung kejelekan. Bisa saja bahwa ajaran Islam itu jelek, tapi 
sepanjang tidak dilakukan kejelekan tsb tidak akan jadi masalah. Contohnya saja 
GD , Syafii dll. mereka melakukan yang baik baik saja.

Dan di agama Kristen juga demikian, siapa yang tidak tahu sejarah gelap agama 
kristen. Inkuisisi, orang dengan mudah di tuduh dukun santet, lalu di bakar 
hidup2, pengekangan pendapat, kasus Galileo dll. terlalu banyak untuk di sebut. 
itu suatu fakta yang tidak mungkin dibantah. meskipun bisa saja sampeyan 
membawa 
ayat2 yang mengandung welas asih, tapi ayat2 tsb tidak akan merubah fakta 
apapun. tapi untungnya sekarang Kristen sudah banyak berubah, tapi itu tidak 
berarti bahwa Kristen hanya ada yang baik2 saja.

Tinggal sekarang orang Islam yang masih senang menggunakan kekerasan dan mau 
menang sendiri. meskipun bisa saja dibela dengan menyodorkan ayat2 kebaikan dan 
welas asih. tapi ini semua tidak akan merubah fakta apapun,dan tetap saja bahwa 
yang ngebom kebanyakan orang Islam, bahwa yang mudah tersinggung juga orang 
Islam, bahwa yang mbakar mejid AHmadiyah juga orang Islam, bahwa yang 
memberlakukan hukum rajam adalah orang Islam, bahwa ribuan migran meninggalkan 
negeri Islam karena tidak betah tinggal disana.

Jadi adu ayat sama sekali tidak berguna. sebaik apapun ajaran suatu agama, kalo 
pemeluknya tidak bisa mengaplikasikan kebaikan tsb dalam kehidupan bersama, 
tetap saja masarakat luas akan menilai agama tsb tidak baik. itulah mengapa 
saya 
menggunkan pepatah lama bawa pohon di kenal dari buahnya, bahwa agama dikenal 
dari kelakuan umatnya.

Rahayu

--- In [email protected], item abu <itemabu@...> wrote:
>
> Tolol, ajaran Islam itu ajaran bejad, jadi yg tahu Islam itu ngritik bukan 
>hanya 
>
> krn kelakuan bejad orang Islam, tp terutama krn ajaran Islam itu yg bikin 
>orang2 
>
> itu jadi bejad.
> 
> Sebelum lu ngoceh ttg agama, baiknya lu pelajari dulu apa yg ada di agama tsb.
> 
> 
> 
> 
> 
> ________________________________
> From: Wong <wong_gendeng05@...>
> To: [email protected]
> Sent: Fri, May 6, 2011 9:10:11 AM
> Subject: [proletar] Re: Kebengisan atas Nama Islam itu Bermula dari yang Ada 
> di 
>
> Kepala
> 
> 
> Saya rasa bukan salah orang diluar Islam, jika mereka menilai negatif 
> terhadap 

> Islam. Saya ingin mengingatkan akan sebuah pepatah lama bahwa pohon di kenal 
> dari buahnya. Sampeyan tahu maksud pepatah ini?, saya jelaskan sedikit saja.
> 
> Buah mangga berasal dari pohon mangga, demikian juga buah durian pastilah 
> berasal dari pohon durian. Pohon welas asih akan menghasil buah buah belas 
> kasihan: sabar, toleran, penunh pengertian. lah sekarang kalo buahnya berupa: 
> terror, bom bunuh diri, pembekaran mesjid, pembakaran gereja, mudah 
> teringgung. 
>
> Berasal dari pohon apakah buah buah semacam itu?
> 
> Meskipun suatu pohon berasal dari bibit unggul, tapi kalo buah yang di 
> hasilkan 
>
> adalah yang jelek, yang asam, yang banyak bopengnya, yang banyak ulatnya, 
> pastiah pak tani akan tidak segan menebang pohon itu. Betapaun baiknya 
>kandungan 
>
> isi ajaran Islam, tapi kalo buah yang dihasilkan faktanya seperti yang kita 
> lihat sekarang, pastilah orang akan memberi penilaian negatif terhadap Islam. 
> Apakah ini bermakna bahwa yang dihasilkan Islam melulu yang jelek?, TIDAK.Gus 
> Dur, Syafii Maarif, Mbah kakung saya adalah contoh buah yang baik dari pohon 
> yang bernama Islam.
> 
> Membaca hasil survey yang membuat hati miris, membaca statistik yang 
> menghasilkan nilai negatif terhadap Islam, tidak perlu ditanggapi dengan 
> sewot, 
>
> justru itu menjadi bahan introspeksi diri, justru menjadi tugas orang2 
> seperti 

> GD, Syafii dll,(kalo di proletar siapa yah orang yang seperti GD?) untuk 
> memerangi dari dalam, untuk mengikis buah buah buruk yang bernama terorisme 
>dll. 
>
> menyuruh orang lain mempelajari kandungan Quran dan membandingkan dengan 
> ajaran 
>
> lain yang mengandung kebejadan tidak akan menghasilkan apa apa.
> 
> Betapapun bejadnya Bibel yang didalamnya ada ayat2 pornografi, ada Raja yang 
> ngecuk istri Temenggung nya, ada bapak yang ngentot anaknya, tapi lihat saja 
> buah buahnya, apa yang dihasilkan?, pembagian indomi gratis, pengobatan 
> gratis, 
>
> pendidikan murah (mungkin sekarang tidak murah lagi). inilah yang akan 
> menjadi 

> penilaian orang.
> 
> Dan pada dasarmya siapaun tidak bisa memaksa orang lain memberi penghargaan 
> kepada kita, penghargaan akan datang dengan sendirinya. Jika orang menilai 
> Tom 

> Cruise lebih ganteng dari sampeyan adalah hak orang yang menilai tsb, sudah 
> jelas sampeyan bopengan, tonggos, dower, minta dinilai seganteng Tom Cruise 
> adalah keterlaluan. Meskipun sampeyan menunjukan bahwa ternyata Tom Cruise 
> juga 
>
> panuan di ketiaknya, hal ini juga tidak akan merubah penilaian terhadap 
> sampeyan, lebih sampeyan merubah diri, operasi plastik agar bisa seganteng 
> Tom 

> Cruis, baru penilain orang terhadap sampeyan berubah.
> 
> Rahayu
> 
> 
> --- In [email protected], "sunny" <ambon@> wrote:
> >
> > 
> > Booost
> > 
> > Bukan tulisan saya, jadi  jangan tujukan kepada saya komentarmu. Kalau mau 
> >bantah kasi argumen yang betul, kalau lari sana sini tidak dianggap 
>komentarmu.
> > 
> > 
> >   ----- Original Message ----- 
> >   From: ndeboost 
> >   To: [email protected] 
> >   Sent: Thursday, May 05, 2011 3:50 PM
> >   Subject: [proletar] Re: Kebengisan atas Nama Islam itu Bermula dari yang 
>Ada 
>
> >di Kepala
> > 
> > 
> > 
> >   Kamu ga bisa bedakan antara agama Islam sama orang Islam. Orang Islam di
> >   Indonesia terbesar bodo-bodo karena memang sengaja dibuat bodo,
> >   tertinggal dan banyak ga berpendidikan. Saking bodonya, ada tawaran BS
> >   ke luar negeri langsung disaut. padahal disana diajarin menghasut,
> >   contohnya kamu lihat di a/l proletar. Atau lainnya malah setuju dg
> >   pluralisme namun ga mau murtad, tetap mau di Islam. Padahal sdh mbuat
> >   fikih lintas agama segala. Niatnya mau mengungguli fikh Islam namun ga
> >   laku. Mana mau kristen, Buddhist makainya. Mestinya mereka belajar Islam
> >   dari orang Islam, bukan dari kapir yg bahkan habis nyucuk ga mandi wajib
> >   dulu, langsung bahas Al Qur'an. Padahal di Bibel juga ada aturan mainnya
> >   setelah main cucuk.
> > 
> >   Lain dg agama Kristen, pimpinannya pinter pinter, namun serakah
> >   kekuasaan, ga segan mitenah maupun membunuh. Katanya ga nikah namun
> >   punya anak bahkan sipilis. Apalagi kitabnya, cerita tahayul bertebaran.
> >   Di tangtang @wong_gendeng ga ada yg bisa merespond sampai ndeboost yg
> >   harus ngupas. Namun itupun dibiarkan melongpong. Lain dg QS. Si beo
> >   nangtang lalu dikasih ayat yg Darwin bahkan nyontek darinya, tetap
> >   mbeker ga mau tahu. Namun baiknya dia berhenti cuap-cuap teori Darwin.
> >   Masih sedang mikir dia dg utegnya yg segede tithit beo.
> >   Dan sayangnya utegmu juga ga kamu optimalkan. Mau saja dikibulin Paulus.
> >   Ga mau lihat yg ajarannya Paulus kontradiktif dan kontra produktif dg yg
> >   dari Yesus. Sadarlah @mBoong kalau kamu cuma dipakai oleh Yahudi
> >   diantaranya yg namanya Paulus agar kamu lupa sama ajarannya Yesus lalu
> >   nggebugi orang Islam. Utegmu kamu optimalkanlah. Kamu dan beo tetep
> >   mikir yg Islam identik dg orang Arab. Padahal orang Arab juga Kristennya
> >   banyak. Dasar.
> > 
> >   --- In [email protected], "sunny" <ambon@> wrote:
> >   >
> >   >
> > http://www.indonesiamedia.com/2011/05/04/kebengisan-atas-nama-islam-itu-\
> >   bermula-dari-yang-ada-di-kepala/
> >   >
> >   > Kebengisan atas Nama Islam itu Bermula dari yang Ada di Kepala
> >   > Posted on May 4 2011 by Ade Armando
> >   > Di Indonesia, Islam menjadi nampak begitu menakutkan. Majelis Ulama
> >   Indonesia, Menteri Agama, dan berbagai organisasiIslam nampaknya punya
> >   sumbangan besar bagi radikalisasi keagamaan ini.
> >   >
> >   >
> >   >
> >   >
> >   >
> >   >
> >   >
> >   > Tak bisa lagi orang membela diri dengan mengatakan bahwa gagasan Islam
> >   sebagai agama kekerasan adalah sekadar hasil skenario Barat atau
> >   Zionisme internasional. Faktanya, kekerasan demi kekerasan terjadi di
> >   Indonesia. Dari serangan terhadap gereja di berbagai kota, serangan
> >   terhadap Ahmadiyah yang memakan korban nyawa, bom buku, bom masjid di
> >   Masjid Mapolres Cirebon, bom Paskah yang ditemukan di Serpong, sampai
> >   terbongkarnya jaringan Negara Islam Indonesia, menunjukkan bahwa ancaman
> >   radikalisme Islam ini tidak main-main.
> >   >
> >   > Teori-teori sosial mengatakan radikalisme lazim hadir akibat rasa
> >   ketertindasan ekonomi-politik. Namun untuk rangkaian contoh yang disebut
> >   tadi, sulit melihat adanya keterkaitan dengan basis ekonomi. Para pelaku
> >   dan mereka yang menggerakannya tidak nampak sebagai kaum yang tertindas
> >   secara ekonomi maupun politik. Mereka bukan kalangan yang lazim disebut
> >   kaum marjinal yang frustrasi. Sebagian yang terlibat adalah lulusan
> >   perguruan tinggi atau bekerja di perusahaan modern.
> >   >
> >   >
> >   >
> >   > Karena itu, salah satu jawaban yang mungkin ada pada tataran gagasan.
> >   Para pelaku aksi radikal ini melakukan tindakan kekerasan karena ada
> >   gagasan di kepala mereka yang membuat mereka merasa wajib melakukan
> >   kekerasan. Dan salah satu sumber yang paling potensial mendorong orang
> >   melakukan kekerasan di luar batas normal tersebut adalah agama.
> >   Tepatnya: penafsiran tentang agama.
> >   >
> >   > Analisis ini, misalnya, bisa ditarik dari hasil penelitian yang
> >   dilakukan Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (Lakip), Jakarta, pada
> >   Oktober 2010 sampai Januari 2011 lalu tentang Radikalisme Islam dan
> >   Toleransi. Respondennya mencakup 590 guru agama dan 993 siswa kelas 8
> >   sampai kelas 12.
> >   >
> >   > Hasil penelitian yang perlu dicermati antara lain adalah:
> >   > - 23,6 persen guru dan 13,1 persen murid menyatakan kesetujuan atas
> >   organisasi radikal (mungkin seperti FPI).
> >   > - 62,7 persen guru dan 46,7 persen murid menolak berdirinya tempat
> >   ibadah non-Islam di lingkungan mereka.
> >   > - 21,1 persen guru dan 25,8 persen murid menganggap Pancasila tidak
> >   lagi relevan sebagai ideologi negara.
> >   > - 76,2 persen guru dan 84,8 persen murid menyetujui pemberlakuan
> >   Syariat Islam.
> >   > - 28,2 persen guru dan 48,9 persen murid bersedia terlibat dalam aksi
> >   kekerasan terkait dengan agama dan moral.
> >   > - 22,7 persen dan 41,1 persen murid bersedia terlibat dalam aksi
> >   penyegelan serta pengrusakan rumah ibadat atau fasilitas milik aliran
> >   keagamaan lain.
> >   >
> >   >
> >   >
> >   > Memang tak terlalu jelas metode penarikan sampel dan pengajuan
> >   kuesioner yang dilakukan. Misalnya, apakah sampelnya diambil dari
> >   seluruh sekolah di Jakarta, atau hanya di sekolah-sekolah tertentu. Atau
> >   apakah sampel ditarik hanya dari mereka yang aktif dalam kegiatan
> >   keagamaan atau dari seluruh siswa. Atau apakah wawancara dilakukan orang
> >   per-orang, dengan pewawancara yang nampak netral (misalnya tidak
> >   berjilbab), atau dilakukan beramai-ramai di sebuah kelas.
> >   >
> >   > Namun, apapun kelemahan metodologis yang mungkin ada, hasil di atas
> >   tetap mencengangkan dan mengkhawatirkan
> >   >
> >   >
> >   > [Non-text portions of this message have been removed]
> >   >
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke