Sigit Jual Rumah Untuk Biaya Teror Jihad

Jual tanah buat biaya naik haji adalah biasa, rasanya juga tidak luar biasa 
kalo jual tanah untuk menambah pahala.

Berjihad dijalan Allah jelas mendapat pahala tapi juga perlu dana seperti 
membeli bahan2 bomb, samurai, dan kalo dananya cukup bisa saja beli AK47, tapi 
kalo korban2nya lembek tentu cukup beli pestol2an atau senapan angin untuk 
me-nakut2inya merampok dengan senjata2 palsu yang tidak dikenal korban.  Tentu 
korban tidak berani melawannya, lebih baik korban uang kasih ke Sigit katimbang 
diambil jiwanya oleh si Sigit yang sedang mabok pahala ini.

> H. M. Nur Abdurrahman <mnur.abdurrahman@...> wrote:
> Densus Salah Sita BB Ambil Duit Hasil
> Jual Tanah Keluarga Tersangka Teroris
> Dalam penggeledahan tersebut, ada uang
> Rp53 juta yang juga diambil Densus.
> Menurut polisi, uang tersebut adalah
> hasil pemerasan oleh Sigit terhadap
> para pengusaha hiburan di Jateng. Namun,
> keluarga Sigit membantah tudingan itu.
> Uang tersebut, menurut keluarga, adalah
> hasil penjualan rumah dan tanah mereka
> di Kelurahan Mojosongo, Jebres, Solo.

Itu sih bukan salah sita tapi benar2 barang bukti yang harus disita. Cuma 
bantahan bukanlah bukti kebenaran karena bukti2nya Sigit itu bukanlah makelar 
tanah, dia mati ditembak Densus sebagai teroris yang buron.  Kesaksian para 
pengusaha yang diperas oleh Sigit ini juga merupakan bukti bagaimana cara Sigit 
menghidupi keluarganya dan juga membiayai teror2 jihadnya.  Sekarang Sigit 
sudah mati sebagai terorist dan barang2 bukti yang disita itu hanyalah 
memperkuat perbuatan apa yang dilakukannya sehingga di-kejar2 Densus.  Kalo 
Sigit tidak bersalah tak perlu melawan hingga terpaksa ditembak mampus.  
Darimana uang si Sigit hingga bisa punya tanah kemudian dijual lagi sebagai 
dana untuk membiayai mengejar pahalanya.

Udah biasa koq masyarakat muslim jual tanahnya untuk ongkos haji, lalu apa 
bedanya dengan si Sigit yang menjual tanahnya untuk ongkos mengejar pahala 
sebagai terorist jihad yang mati syahid ditangan Densus 88 ini????  Jadi 
bantahan ini terbantah sudah.

> klaim polisi yang berhasil menyita
> senjata api dari rumah tersebut
> juga dibantah keluarga. Dua pucuk
> senjata laras panjang yang dibawa
> polisi hanyalah senapan angin.

Senjata mainan anak2 saja bisa dipakai merampok apalagi senapan angin, siapapun 
yang jadi korban akan ketakutan kalo ditodong dengan pestol mainan maupun 
senapan angin.  Sekedar tugas menjalankan perintah Allah mencari dana dengan 
memeras pengusaha hiburan untuk mendapapt pahala bukanlah hal yang susah 
menggunakan senapan angin.

Jadi enggak peduli senapan angin dirumah keluarga Sigit, atau dititipkan di 
ayahnya atau dititipkan di tetangganya, kalo memang pernah digunakan untuk 
memeras atau merampok pengusaha hiburan tentunya harus disita sebagai barang 
bukti untuk dikenali oleh para korban pemerasan yang nantinya bisa dikembangkan 
siapa2 lagi yang terlibat dalam membantu teror2 yang dilakukan Sigit ini. Kalo 
orang tua dan saudara2nya ternyata juga terlibat bukanlah hal yang mengejutkan 
karena mereka itulah yang terdekat dengan si Sigit ini yang paling bersedia 
membantunya dengan segala pengorbanan suka rela ikhlas dalam mengorbankan orang 
lain yang tidak ikhlas dipaksa jadi korban2 teror2 jihad yang dilakukan Si 
Sigit.

Selamat berjuang dan selamat Sukses untuk pujaan ku Densus 88 pembela keamanan 
Tanah Air Pancasila dari kedurjanaan Syariah Islam.

Ny. Muslim binti Muskitawati.







------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke