Allah berkata kepada para koruptor : "Assalamalaimkum, korupsilah sesukamu agar 
umatku tetap miskin dan papah". 

  ----- Original Message ----- 
  From: ndeboost 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, May 19, 2011 11:59 PM
  Subject: [proletar] Re: Praktik Kotor Partai Demokrat


    
  Tuhan ALLAH telah bersumpah demi kekudusan-Nya: sesungguhnya, akan
  datang masanya bagimu, bahwa kamu diangkat dengan kait dan yang
  tertinggal di antara kamu dengan kail ikan.
  --- In [email protected], "sunny" <ambon@...> wrote:
  >
  > Refl: Apakah Partai Demokrati pernah berjanji akan praktik bersih suci
  murni??
  >
  > Tidak ada partai politik NKRI yang mau berjanji atau bersumpah di
  bawah kitab agama sucinya untuk berpraktek bersih, alasan utamanya ialah
  janji demikian akan merugikan diri sendiri.
  >
  >
  http://www.pedomannews.com/opini/berita-opini/politik/3174-praktik-kotor\
  -partai-demokrat
  >
  > Praktik Kotor Partai Demokrat
  > Jumat, 13 Mei 2011 10:44
  > Oleh: Jusuf Suroso
  >
  > Raut wajah Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono saat membuka pertemuan
  puncak bisnis ASEAN-UE, di Jakarta nampak tidak cerah seperti kelelahan.
  Bukan karena sibuk "ngurusin" negara, lebih karena sepanjang tahun
  2009-2011 terus didera berbagai persoalan, mulai dari kriminalisasi
  Pimpinan KPK, skandal Bank Century, isu-isu sekitar Setgab-Koalisi, hak
  angket mafia pajak, raibnya 61 surat permohonan izin pemeriksaan pejabat
  yang diduga korupsi dari Kejaksaan Agung dan terakhir dugaan
  keterlibatan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin, dalam skandal
  suap dengan terdakwa Wafid Muharam, Sekjen Kementerian Pemuda dan Olah
  Raga.
  >
  >
  > SBY, tentu saja bermuram durja. Pasalnya berbagai kasus skandal diatas
  menyeret kader dan petinggi Partai Demokrat. Adakah kaitanya dengan
  penghimpunan dana partai ? Partai yang ia bina dan mengantarkannya dua
  periode duduk di singgasana Istana Merdeka. Boleh jadi SBY tidak tahu
  atau berpura-pura tidak tahu sumber dana Partai Demokrat yang tampil
  luar biasa dalam pemilu 2009 lalu. Dari Sabang sampai Merauke dipenuhi
  bendera partai dari ukuran, bahan dan kualitas cetakan sama. Belum
  pernah terjadi sepanjang sejarah pemilu di negeri ini. Golkar pun yang
  pernah berkuasa lebih dari 30 tahun dan memenangi 7 kali pemilu tidak
  bisa tampil seperti itu. Dengan kata lain ada mobilisasi dana yang luar
  biasa besarnya dalam partai ini.
  >
  > Pertanyaan sederhana, dari mana sumber dana itu ? Kalau jawabnya dari
  iuran anggota. Siapa yang percaya. Sementara, kalau mau ikut kampanye
  saja harus di ongkosi atau dibayarin. Katakanlah partai bisa menarik
  iuran anggota, tetapi untuk mengongkosi Sekretariat Partai di daerah
  masing-masing tak akan cukup. Mungkin sumbangan dari pengusaha. Namanya
  pengusaha setiap kali mengeluarkan dana selalu dengan perhitungan untung
  rugi atau kalau nyumbang dapat apa. Praktek inilah yang sedang terjadi
  dan akan terus berlangsung selama partai ini berkuasa.
  >
  > Praktek-praktek seperti inilah yang kemudian melahirkan skandal tadi,
  melahirkan pengusaha "lorong hitam" seperti dalam kasus pembangunan
  wisma atlet SEA Game ke 26 di Palembang itu. Besar kemungkinan ngototnya
  Ketua DPR Marzuki Ali (Partai Demokrat) untuk menggolkan proyek
  pembangunan gedung baru DPR, patut diduga ada persekongkolan semacam
  itu. Lagi-lagi melibatkan orang-orang, politisi dan pengusaha langganan
  Partai Demokrat. Salah satu peserta tender pembangunan gedung DPR itu
  PT.DGI adalah pemenang tender pembangunan wisma atlet SEA Game dan salah
  satu direkturnya Mohammad el-Idris kini ditahan KPK (Komisi
  Pemberantasan Korupsi) terlibat skandal suap bersama Wafit Muharam.
  >
  > Pengusaha Mindo Rosa Manulang yang tertangkap basah penyidik KPK
  bersama Mohammad el-Idris dan Wafid Muharam, mengaku bahwa Nazaruddin,
  Bendahara Umum Partai Demokrat adalah bosnya. Namun Nazaruddin
  membantah, tidak punya staf yang namanya Rosa (Tempo edisi 2-8 Mei
  2011). Bisa benar dan tidak, yang dimaksud bos disini tidak selalu ada
  hubungan kerja secara langsung. Panggilan bos, apakah itu dalam partai,
  dunia usaha maupun organisasi mafia, adalah seseorang yang memiliki
  otoritas tertentu. Posisi Nazaruddin sebagai Bendahara Umum dan Anggota
  DPR cukup meyakinkan dan layak dipanggil bos..
  >
  > Nampaknya "gigitan" Rosa Manulang cukup menyengat. Itu sebabnya para
  pihak yang berkepentingan dalam kasus ini berusaha keras bagaimana
  meredam "nyanyian" Rosa dihadapan penyidik KPK untuk melokalisir kasus
  ini. Melalui tekanan bila perlu disertai ancaman, baik melalui pengacara
  Rosa maupun keluarganya. Termasuk bagaimana menggarap KPK, agar arah
  penyidikan skandal ini terbatas pada tiga orang yang tertangkap basah
  itu saja. Pekerjaan rumah para aktivis anti korupsi untuk terus menerus
  memelototi kinerja KPK.
  >
  >
  > Apapun yang terjadi kasus ini membuat para petinggi Partai Demokrat
  termasuk Presiden SBY, Menpora Andi Malarangeng, Marzuki Ali dan
  kawan-kawan tidak bisa tidur nyenyak. Soal terbukti atau tidak, aroma
  tak sedap yang terhembus dari Partai Demokrat cukup mengganggu.
  Memastikan bahwa partai biru ini terlibat praktek kotor, menjadi
  kumpulan para mafia proyek dan pemburu rente. Sejarah mencatat tingkah
  laku dan sepak terjang kader Partai Demokrat bukan hanya tidak terpuji,
  tetapi kotor dan menjijikan. Selalu hadir dibalik berbagai skandal
  seperti tersebut diatas. Jikalau demikian makin sulit, manakala bangsa
  ini bersama Partai Demokrat menemukan kembali Indonesia yang bersih dan
  bebas dari korupsi.
  >
  > (Jusuf Suroso, Peneliti Politik di Lembaga Riset Soegeng Sarjadi
  Syndicate)
  >
  >
  > [Non-text portions of this message have been removed]
  >

  [Non-text portions of this message have been removed]



  

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke