Dalam Islam Tidak Ada Kata "Korupsi"
Kalo arti "korupsi" itu adalah memberi amalan kepada fakir miskin, maka ajaran
Islam malah mewajibkan dan ada pahalanya.
Kalo arti "korupsi" itu adalah mencuri seperti yang diartikan MUI, maka ajaran
Islam melarang mencuri.
Jadi para pejabat dari partai2 Islam yang menjadi menteri agama Islam RI itu
sering memberi amalan kepada yayasan2 fakir miskin dari uang negara yang
dialokasikan untuk pengadaan alat2 kantor agama Islam diseluruh Indonesia yang
jumlahnya milyardan rupiah. Kalo berdasarkan ilmu administrasi, maka
penggunaan uang oleh menteri diluar yang dialokasikan--disebut "korupsi".
Tapi karena dalam ajaran Islam tidak ada istilah "korupsi" sedangkan yang
dilakukan itu adalah memberi amalan kepada fakir miskin yang diwajibkan, maka
perbuatan korupsi oleh menteri agama bukanlah korupsi karena sang menteri
bukanlah pencuri, bukan mencuri tapi memberi amalan.
Begitulah nasib negara sekuler yang mengadopsi Syariah Islam, sehingga korupsi
merajalela tidak bisa diberantas karena dianggap "bukan korupsi" tapi pahala.
Semua negara Syariah Islam merupakan negara2 yang paling tertinggi dalam
korupsi berjamaah. Wajar ya, dalam sejarah dunia semua negara Islam runtuh
dengan sendirinya.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/