Refleksi : Apakah ada bidang  yang tidak ada keterlibatan TNI?

http://us.detiknews.com/read/2011/05/20/100135/1643059/103/keterlibatan-tni-dalam-kongres-pssi

Jumat, 20/05/2011 10:01 WIB

Keterlibatan TNI dalam Kongres PSSI  
Ardi Winangun - detikNews


Jakarta - Dalam sebuah kesempatan, Ketua Komite Normalisasi PSSI Agum Gumelar 
merasa prihatin dengan banyak intimidasi yang dilakukan oleh sejumlah perwira 
militer terhadap peserta Kongres PSSI. Intimidasi itu dilakukan agar peserta 
kongres menandatangani mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Agum Gumelar 
sebagai Ketua Komite Normalisasi.

Intimidasi itu dilakukan bisa jadi karena kekecewaan dari salah satu kandidat 
Ketua Umum PSSI, yakni George T. Toisuta, yang saat ini menjabat sebagai Kasad, 
yang tidak diperkenankan oleh FIFA untuk maju sebagai calon Ketua Umum PSSI 
Kongres PSSI 2011. Bila hal ini benar, tentu TNI telah dua kali melakukan 
intervensi atau melakukan intimidasi dalam Kongres PSSI.

Sebelumnya, pada saat Kongres PSSI yang pernah digelar di Pekanbaru Riau, 
beberapa bulan yang lalu, TNI melakukan hal yang sama. Dilihat dari tayangan 
televisi yang muncul, TNI, pada saat itu, seolah-olah menjadi cheer leader. TNI 
di acara itu di depan pintu masuk hotel mengibarkan bendera merah putih sambil 
menyanyikan lagu Indonesia
Raya.

Kedatangan TNI dalam arena kongres itu menurut Panglima TNI Agus Suhartono saat 
Raker dengan Komisi I DPR, 4 April 2011, mengatakan kedatangan TNI di arena 
kongres merupakan permintaan kepolisian setempat. Namun menjadi pertanyaan, 
saat ada kericuhan ketika peserta hendak memaksa masuk ruang kongres, mereka 
tidak tampak, dan hanya polisi yang sibuk mengamankan peserta yang memaksa 
masuk ruangan itu. Bila yang demikian terjadi, maka apa yang dilakukan oleh TNI 
selama ini dalam Kongres PSSI menyalahi fungsi dan tugasnya. Berdasarkan UU No 
34 Tahun 2004 Tentang TNI, tugas pokok TNI saat ini adalah sebagai alat 
pertahanan.

Keterlibatan TNI dalam Kongres PSSI ini harus menjadi pelajaran bahwa itu tidak 
boleh terjadi lagi. Meski apa yang dikatakan oleh Panglima TNI bahwa hadirnya 
TNI untuk membantu polisi dan juga dikatakan oleh Kepala Dinas Penerangan 
Angkatan Darat Brigjen TNI Wiryantoro bahwa Jenderal TNI George Toisutta tidak 
dalam kapasitas sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat ketika dicalonkan 
sebagai ketua umum PSSI periode 2011-2015, sehingga tidak benar anggapan bahwa 
ada upaya perorangan untuk memanfaatkan TNI demi kepentingan pribadi.

TNI hadir dalam moment-moment di luar fungsinya sebagai alat pertahanan, semasa
Orde Baru bukan suatu hal yang aneh. Dalam doktrin Dwi Fungsi ABRI, ABRI 
sebagai kekuatan politik dan pertahanan, sering 'memaksakan' kehendak agar 
siapa yang sudah dipilih oleh pemerintah harus dilakukan dalam moment seperti 
itu. Sehingga selama Orde Baru banyak tentara aktif atau purnawirawan menjadi 
ketua di bidang apa saja, mulai dari olah raga hingga organisasi kekerabatan.

TNI bersedia turun ke lapangan dalam wilayah yang selama ini menjadi wilayah 
polisi, bisa jadi karena terjadinya kekosongan tugas di bidang pertahanan. 
Kekosongan ini bisa terjadi karena alasan Indonesia berada dalam wilayah yang 
damai, tidak muncul kemungkinan perang, sehingga fungsi pertahanan tidak 
berfungsi. Lain halnya bila negara dalam keadaan perang, maka TNI akan 
melakukan tugasnya, dan tidak ada waktu bila disuruh melakukan tugas di luar 
fungsinya.

TNI turun dalam Kongres PSSI bisa juga dikarenakan selama ini TNI bisa 
dikatakan 'nganggur'. Nganggur karena fungsi dan tugasnya tidak digunakan oleh 
Panglima Tertinggi (Presiden) untuk melaksanakan tugasnya dan fungsinya sebagai 
alat pertahanan. Ketika wilayah Indonesia berkali-kali diserobot oleh tetangga, 
khususnya Malaysia, Presiden SBY tidak mengomando TNI untuk bergerak, bahkan 
SBY lebih cenderung menggunakan cara-cara lain yang tidak melibatkan TNI, namun 
lebih mengedepankan para diplomat.

Faktor-faktor itulah yang menyebabkan TNI tidak mempunyai pekerjaan sehingga 
mau-mau saja ketika diturunkan di wilayah yang sebenanrnya bukan tugasnya. Nah 
untuk mencegah TNI tidak terlibat dalam kerja di luar wilayahnya, maka TNI 
harus profesionalkan. Untuk itu maka anggaran buat TNI harus dibuat wajar, 
syukur kalau ideal.

Apa yang dilakukan TNI dalam Kongres PSSI bila seperti di atas, seolah-olah TNI 
tidak pernah meninggalkan kebiasaan lama yakni menggunakan cara-cara kekerasan 
untuk mencapai tujuannya. Cara-cara kekerasan ini juga masih digunakan TNI 
ketika mempertahankan aset yang dirasa menjadi milik, sehingga ketika cara 
kekerasan ini digunakan maka pihak sipil pasti akan berada pada posisi yang 
kalah, sebab mereka berada di bawah todongan senjata. Lihat saja bagaimana 
konflik antara rakyat dan TNI yang terjadi di Desa Setrojenar, Kabupaten 
Banyumas, Jawa Tengah, dan di Desa Alas Tlogo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Seharusnya ketika menghadapi masalah di luar tugasnya, TNI harus lebih 
mengedepankan penggunaan dengan hukum. Seharusnya jauh-jauh hari George 
Toisutta menempuh jalur hukum lewat Mahkamah Olahraga Internasional untuk 
membatalkan putusan FIFA itu, sehingga permasalahannya tidak serunyam seperti 
saat ini. Mungkin George Toisutta sebagai seorang prajurit tulen sehingga lebih 
suka menggunakan cara-cara militer untuk mencapai tujuannya.

Menjadi pertanyaan, apa hebatnya PSSI bagi kepentingan TNI sehingga Panglima 
TNI dan institusi TNI seolah-olah membiarkan aparat TNI dijadikan tim sukses 
George Toisutta.
Bukankah menjadi pengurus PSSI selama ini rugi dan membikin malu semata. 
Bukankah PSSI selama ini selain banyak menghabiskan anggaran namun tidak ada 
prestasi. Bila TNI masih mendukung salah satu calon Ketua Umum PSSI maka bila 
PSSI gagal maka TNI harus berani bertanggungjawab, berani nggak?

*) Ardi Winangun pernah bekerja di Civil-Militery Relations Studies (Vilters). 
Bisa dihubungi di 08159052503. Penulis tinggaldi Matraman, Jakarta Timur.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke