semua memang karena keyakinan, tetapi beda arti. keyakinan dalam sains adalah keyakinan yang terbukti. contohnya, ketika mau ngetik huruf "a" agar muncul di layar, kita sudah yakin memencet tombol di kibot yang bertuliskan huruf a. apalagi kalau sudah terbiasa dan ahli, bahkan tanpa melihat huruf a di kibot pun kita bisa lancar terus membuat kalimat tanpa melihat huruf dan layar monitor sedetikpun. ini adalah bentuk keyakinan yang sudah terbukti dan tak perlu disangsikan lagi.
keyakinan dalam agama adalah keyakinan yang belum terbukti, bahkan seringkali bertentangan dengan sains yang mana sains itu sendiri sudah terbuktikan. jadi dalam soal keyakinan saja sudah berbeda. tentang kekuasaan, itu adalah bentuk keinginan ekstrim dari manusia. untuk mengerti manusia bisa dipelajari melalui ilmu sains terapan yaitu psikologi. setiap manusia memiliki keinginan, adalah lebih penting mempelajari manusia dan keinginannya ketimbang mempelajari agama, karena manusia dalam kepintarannya mampu membuat agama dan mampu menguasai orang melalui kendaraan bernama agama. kalau sudah memahami manusia dan keinginannya maka kita tidak bisa lagi dikendarai dengan mudah oleh manusia yang haus kekuasaan, apalagi kalau mau menguasai kita hanya dengan agama dan cuap-cuap (tanpa modal indomie). keinginan manusia lainnya selain menguasai adalah ingin bersosialisasi. manusia ingin mendapatkan pengakuan eksistensi dirinya di masyarakat, terutama di keluarga atau di teman2nya. agama adalah jalan paling mudah digunakan untuk mendapatkan pengakuan keluarga dan teman. coba saja rajin datang ke rumah ibadah dan banyak bergaul dengan rekan2 di rumah ibadah, dijamin mendapatkan teman ngobrol. setelah komunikasi berjalan makin lama, maka dari teman ngobrol bisa berubah menjadi teman bisnis ataupun teman bercinta. karena mudahnya agama, maka banyak orang yang sulit meninggalkannya. padahal untuk mendapatkan teman dan bersosialisasi bisa dengan banyak cara yang lebih modern dan lebih tidak membuat ketergantungan dengan orang lain. On 5/26/11, Abbas <[email protected]> wrote: > Sebenarnya semuanya sama juga karena keyakinan. Setelah manusia ikut campur; > maka KEKUASAAN jadi ajang perebutan; dan agama dijadikan TOPENG untuk > menarikmassa. Begitu pula sains setelah ada ditangan manusia2 yang kurang > baik, yang penuh amnisi kekuasaan , maka ILMU Pengetahuan menjadi snjata > Pemusnah manusia, seperti Atom, nuklir dll. > Jadi sama saja; tergantung akhirnya man behind the GUN ! > Jangan anda coba2 PAKSAKAN bahwa AJARAN - AJARAN - AJARAN - yang salah ! Itu > kemauan orang2 yang sirik saja lah Bung David. > > > --- In [email protected], David <davidfr766hi@...> wrote: >> >> perbedaan teori memang ada tetapi tidak ada yang berbunuh2an. >> >> kemudian ketika teori itu menjadi terbukti, misalkan teori B yang >> terbukti, mak tidak ada lagi konflik. >> >> semua teori mesti bersaing membuktikan dengan cara yang sehat. beda >> dengan agama, semuanya tidak ada yang terbukti dan semuanya bersaing >> dengan konflik antar kelompok dan antar individu, kalau perlu bunuh2an >> >> sangat berbeda jauh antara sains dan agama. >> ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
