Pesan Bung Karno kepada Kongres BAPERKI (1963)



Dalam rangka peringatan Hari Lahir Bung Karno (6 Juni) website
http://umarsaid.free.fr/ menyajikan bahan bacaan yang merupakan dokumen
penting yang langka diketahui oleh banyak orang. Dokumen ini adalah teks
pidato Bung Karno di depan Kongres Baperki dalam tahun 1963 di Jakarta, dua
tahun sebelum terjadinya G30S.



Seperti halnya banyak pidato-pidato Bung Karno lainnya, yang umumnya
mengandung berbagai ajaran-ajaran revolusionernya yang penting, maka
pidatonya di depan Kongres Baperki ini juga merupakan suatu uraian tentang
hal-hal yang sangat fundamental bagi negara dan bangsa Indonesia.



Dengan cara-cara yang menarik, ia membahas soal-soal yang berkaitan dengan
kesukuan dan ras, minoritas dan majoritas,  asal-usul kita semua, asli dan
tidak asli, soal agama, soal Pancasila, dan pentingnya semua orang ikut
dalam revolusi.



Dari pidato Bung Karno ini tercermin betapa besar harapannya kepada Baperki
untuk ikut menjalankan revolusi yang multikompleks dan multifacet waktu itu.
Dan sejarah membuktikan bahwa dukungan Baperki kepada berbagai politik
revolusioner Bung Karno memang besar sekali.



Oleh karena itulah pimpinan Angkatan Darat di bawah Suharto dengan dukungan
kekuatan reaksioner dalam dan luar negeri waktu itu (antara lain sebagian
dari golongan Islam dan kekuatan imperialis AS)  telah memukul besar-besaran
dan melumpuhkan Baperki di seluruh Indonesia. Organisasinya dilarang, dan
banyak kantor-kantornya diserbu atau dibakar, rumah-rumah anggotanya banyak
yang dijarah atau dirampok, pengurusnya ditahan dan disiksa atau dibunuh.



Dengan membaca pidato Bung Karno di depan kongres Baperki ini, kita melihat
betapa jernihnya ia melihat masalah golongan Tionghoa atau keturunan
Tionghoa di Indonesia, dalam rangka besar kesatuan dan persatuan bangsa,
bangsa Indonesia yang berpedoman Pancasila dan di bawah pengayoman payung
agung Bhinneka Tunggal Ika.



Itu semua adalah bertentangan sama sekali dengan politik rejim militer Orde
Baru, yang sudah sama-sama kita saksikan selama 32 tahun, dalam
memperlakukan sebagian terbesar golongan atau keturunan Tionghoa (ingat,
antara lain : larangan sekolah Tionghoa, larangan pemakaian huruf Tionghoa,
« anjuran » ganti nama, diskriminasi dalam urusan-urusan admininstrasi, soal
KTP dll dll dll)



Selamat menikmati bahan bacaan penting dan  sangat berharga ini, yang
menyejukkan hati kita semua.



Paris 8 Juni 2011



  1.. Umar Said


- - - - -             - - - -



Catatan tambahan : Bahan « Pesan Bung Karno kepada Kongres BAPERKI «  itu
yang disajikan dalam website, telah dikirimkan oleh seorang teman lama di
Jakarta, yang sama-sama menjadi pengagum Bung Karno dan pendukung
ajaran-ajaran revolusionernya.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke