Refleksi : Apakah mereka dua ini pancasilais?  Apa ciri-ciri seorang 
pancasilais menurut pemahaman Anda?

http://www.voa-islam.com/lintasberita/eramuslim/2011/06/01/15057/megasby-mengaku-sesama-pancasilais-tapi-tidak-saling-tegur-sapa/

Mega-SBY: Mengaku sesama Pancasilais, Tapi Tidak Saling Tegur Sapa



Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri berpidato dalam peringatan Pancasila 1 
Juni di Gedung MPR/DPR. Pidato yang diakhiri tanpa tergur sapa Mega dengan SBY 
ini berisi kisah pendiri bangsa, Soekarno, dan pentingnya mengajarkan dan 
membumikan Pancasila di abad 21 ini.

"Berbicara tentang Pancasila, kita berbicara tentang Bung Karno. Bukan karena 
beliau bapak saya, tapi justru sebagai penggali Pancasila sekaligus proklamator 
bangsa. Karena itulah dengan penuh segala kerendahan hati saya ingin mengajak 
tiap warga bangsa pemimpin bangsa mengkontemplasikan rentang panjang benang 
merah melaui pemikiran Bung Karno," tutur Mega dalam sambutannya, Rabu 
(1/6/2011).

Mega pun menjelaskan sejarah pemikiran Bung Karno yang dimulai sejak usia 15 
tahun, saat bersekolah di Surabaya dan sempat tinggal di rumah tokoh perjuangan 
HOS Cokroaminoto di Peneleh, Surabaya. Keluar masuk penjara dan melanglang ke 
pengasingan bersama para tokoh perjuangan antara lain di penjara Sukamiskin, 
Bandung (1931), Ende, Flores (1934-1938), Bengkulu (1938-1942), Brastagi, 
Sumatera Utara (1948), Bangka (1949).

Hingga akhirnya Bung Karno memaparkan pemikirannya tentang 5 sila di depan 
sidang pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) 
pada 1 Juni 1945. Mega menekankan, Bung Karno memikirkan ideologi bangsa 
melalui proses yang panjang.

"Pancasila tidak bisa dilepaskan dari kesejarahan dengan Bung Karno. Untuk 
menghindarkan bangsa ini dari cara berpikir instan, seolah-olah Pancasila 
sebagai produk sekali jadi yang jauh dari proses dialektika sejarah panjang 
masyarakat Indonesia," jelas Mega.

Mega mengakhiri pidatonya dengan teriakan "Merdeka!" Tepuk tangan hadirin 
menggema. Mega lalu turun dari panggung ditemani Tjahjo Kumolo. Dia lalu 
disambut suaminya, Taufiq Kiemas, dan bersalaman. Setelah itu Mega kembali ke 
kursinya.

Namun uniknya, tidak ada saling tegur sapa dengan SBY, SBY pun juga tidak 
terlihat menghampiri Mega untuk menjalin silaturahim. Padahal keduanya mengaku 
sebagai Pancasilais sejati sebagai ideologi terbaik negara. (pz/det)



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke