Secara politik, kepresidenan SBY menghancurkan Indonesia. 
Dimulai dari kebohongannya yang membantah maju sebagai 
capres 2004, pernyataannya sebagai antek (yang mirip warga 
Prancis tapi blanda banget), skandal pemilu 2009, 
kriminalisasi KPK, membiarkan menteri "terbaik" dibajak 
lembaga internasional, dll. Paling parah, mresidennya 
SBY itu lantaran dicalonkan partai plonco yang politikusnya 
masih ingusan. Semua itu adalah kumpulan modal dasar yang 
sangat tidak mungkin membawa Indonesia maju. 

Perekonomian membaik yang sering disebut-sebut SBY setahun 
belakangan barangkali tinggal satu-satunya jualan yang 
bisa dia tawarkan di tengah kusutnya kehidupan masyarakat 
dari hari ke hari. 

Buat sebagian besar masyarakat Indonesia yang sudah terlalu 
lama menunggu perubahan, omongan SBY itu samasekali tidak ada hubungannya 
dengan kenyataan sehari-hari yang terus dihiasi 
kenaikan harga sedangkan penghasilan tetap tambah sulit.. 

Bisa dimengerti ketika para tokoh lintas agama akhirnya 
terang-terangan mengumumkan "SBY ngibul". 

Saya sendiri nggak punya alasan untuk bilang SBY berbohong 
waktu pidato 17-an, karena angka-angka pada data statistik 
bikinan anak buahnya itu memang menunjukkan peningkatan. 
Tetapi saya punya pertanyaan, benarkah perbaikan itu merupakan 
hasil keringat SBY & jajaran punggawanya? Sebab, kelewat 
ajaib rasanya ketika SBY sibuk mendongkrak citra, kabinetnya 
lunglai akibat isu reshuffle yang maju-mundur, dan korupsi 
semakin subur, tau-tau ekonomi membaik. 

Kalau kita ikuti berita-berita tentang krisis ekonomi yang 
melanda Amerika & Eropa maka tergambarlah bahwa seperti 
negara Asia lainnya pemerintahan SBY ikut ketomplok rejeki 
akibat para pemodal mengalihkan dananya ke Asia, terutama 
untuk main saham, termasuk di bursa Indonesia. 

Jadi, apa yang digembor sebagai perbaikan itu lebih disebabkan 
faktor eksternal. Bukan hasil keringat sendiri. 

Ke depan, saya masih percaya sistem pemilu yang sekarang 
cuma membuat bangsa ini berputar-putar di tempat, berkeringat 
sampe kering kerontang. Untuk bisa menikmati sendiri hasil 
dari setiap tetes keringat, dibutuhkan kepemimpinan berdarah 
segar yang bebas dari kemungkinan tersandera masa lalu. 

Bowo barangkali bisa dikasih kesempatan 1 periode untuk 
meneruskan kerja Gus Dur bersih-bersih rumah yang baru dipakai 
pesta korupsi. Untuk renovasi (ngecat ulang dsb), interior, 
eksterior dst estafetkan pada capres-capres berikutnya, 
bersinambungan. 

--- "rezameutia" <rezameutia@...> wrote:

> memang saat ini kelemahan pemimpin indonesia tidak mempunyai sifat 
> tegas dan tidak mampu untuk membuat keputusan cepat (split seconds 
> decision) pada saat membutuhkan hasil cepat dan tepat.
> 
> tetapi, disamping itu juga tidak dapat dipungkiri bahwa presiden 
> indonesia sekarang ini sudah membawa perbaikan ekonmi yang 
> signifikan bagi indonesia.
> 
> dengan kata lain, dalam bidang eonomi indonesia menperoleh kemajuan 
> yang pesat, sementara di bidang social structure indonesia masih 
> jalan ditempat, atau bahkan bisa juga dikatakan kita berjalan 
> mundur, sehingga banyak idiot yang mengatakan 'kangen pada jaman 
> soeharto'.
> 
> presiden gus dur ketika menjabat memilih untuk membereskan social 
> strucrure, bidang hukum dan politik, tetapi gagal dan malahan 
> mengakibatkan kejatuhan gus dur.  
> 
> presiden sby memilih bidang ekonomi bukan bidang hukum dan politik, 
> konsep presiden sby adalah pemerintah berfungsi sebagai regulator, 
> dan hanya beberapa sektor penting yang tetap dipegang pemerintah 
> (bumn).
> 
> hasilnya memang kelihatan ekonomi indonesia lebih menjanjikan 
> dengan neraca surplus dalam trade ekspor/impor.  sektor industri 
> garmen, sepatu, tekstil, mobil, elektronik juga mengalami 
> peningkatan dan turut menyumbang nilai ekspor karena stabilitas 
> politik baik.
> 
> indonesia sudah 'dibujuk' untuk bergabung dengan bric dari dulu, 
> tapi berhubung presiden sby sebagai antek amerika (dia bilang "us 
> is my second country", pada saat speech di harvard) sehingga gagal 
> lah indonesia untuk bisa mandiri seperti brics ("s" is south 
> africa).
> 
> pemilu sekaligus memilih anggota parlemen dan presiden memang 
> seharusnya menjadi prioritas utama, paling tidak hal ini bisa 
> sangat mengirit biaya pemilu dari apbn.   
> 
> korupsi juga makin memprihatinkan walaupun sudah ada kpk.  
> istilahnya, kalo dulu korupsi dibawah meja, sekarang udah sekalian 
> sama mejanya diangkut.  memang sebaiknya kpk dijadikan super body 
> seperti anti task korupsi di hong kong dulu karena sudah terlihat 
> hasilnya kpk itu 100% kok.
> 
> saya setuju sama kang sur dah, "bowo for president".
> 




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke