Refleksi : Tentu saja, tidak ada siapa pun yang sudi melihat saudara sepupuhnya 
menderita.

http://us.detiknews.com/read/2011/06/13/071443/1658651/10/golkar-tidak-mau-bergembira-di-atas-penderitaan-demokrat

Senin, 13/06/2011 07:14 WIB

Golkar Tidak Mau Bergembira di Atas Penderitaan Demokrat  
Mohamad Rizki Maulana - detikNews


akarta - Dalam hasil survei yang dikeluarkan oleh Lingkaran Survei Indonesia 
(LSI) Partai Demokrat (PD) mengalami penurunan suara sebanyak 5 persen 
sementara di sisi lain Partai Golkar mengalami kenaikan sebesar 4 persen. Salah 
satu penyebab menurunnya perolehan suara PD ini adalah kasus yang menimpa 
mantan Bendahara Umum PD, M Nazaruddin. 

Meskipun merasa diuntungkan dengan situasi ini, Wakil Bendahara Umum Partai 
Golkar, Bambang Soesatyo menyatakan pihaknya menginginkan agar masalah yang 
menerpa PD agar cepat selesai sehingga dapat bersaing secara sehat pada Pemilu 
2014 nanti. "Golkar tidak mau bergembira di atas penderitaan partai lain. Kita 
tidak mau jika kenaikan suara kita itu disebabkan karena adanya partai yang 
sedang jatuh," ujarnya ketika dihubungi detikcom Senin (13/6/2011).

Bambang Soesatyo menolak, jika misalnya disebutkan Partai Golkar juga ikut 
bermain dalam kasus Nazaruddin. Malah Bambang bisa mengerti alasan kenapa 
Nazaruddin tidak mau pulang untuk memenuhi panggilan KPK.

Alasannya karena dia merasa bahwa jika dia pulang tidak ada lagi yang membela 
dia lagi. "Partainya sendiri sudah tidak membela dia lagi. Seharusnya partai 
kan memberikan dukungan ketika ada kadernya yang bermasalah, paling tidak 
memberikan dukungan secara moril," terang Bambang 

Bambang Soesatyo juga menunjukkan keyakinan peluang mereka untuk memenangi 
pemilu 2014 sangat besar. "Kami yakin dengan peluang kami di 2014. Namun, kami 
harus bekerja lebih keras lagi untuk mewujudkan itu," pungkasnya

Sebelumnya, hasil survei LSI menyebutkan kasus Nazaruddin membuat perolehan 
suara Golkar naik. Golkar diuntungkan karena memiliki platform yang sama dengan 
PD.

"Golkar diuntungkan atas adanya kasus Nazaruddin. Kenapa Golkar? Karena Golkar 
punya platform menyerupai PD. Jadi dia ini tidak ideologis maupun agama, tapi 
di tengah-tengah," ujar Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI) 
Denny JA, saat membacakan hasil survei 'Blunder Politik Demokrat, Kasus 
Nazaruddin dan Perubahan Dukungan Partai', di Kantor LSI, Jl Pemuda, 
Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (12/6).

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke