Refleksi : Tentu saja SBY peduli dengan Indonesia Timur dan oleh karena menjadi 
sponor Laskar Jihad Sunnah Wal Jamaah untuk di dikirim ke Poso dan Maluku. Dan 
Jangan dilupakan abhwa antara Lain:  Papua Maluku (utara maupun Selatan) serta  
NTT termasuk daerah termiskin sesuai sensus yang baru lalu. 

http://www.cenderawasihpos.com/index.php?mib=berita.detail&id=1701

   
Kamis, 23 Juni 2011 , 05:39:00

SBY Bantah Tak Peduli Indonesia Timur



 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
JAKARTA - Seorang petani asal Papua Barat bernama Mark, dalam dialog melalui 
media teleconference di Istana Negara, Rabu (22/6), meluahkan isi hatinya pada 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Selama hampir 3 menit, Mark 
mengungkapkan ketidakadilan pembangunan yang dirasakan oleh masyarakat 
Indonesia bagian timur, khususnya Papua dan Papua Barat.

"Bapak Presiden, kami selalu menjadi yang pertama merasakan matahari terbit, 
tapi yang paling terakhir diperhatikan masalah pembangunan. Di Papua Barat 
saja, ada 764 ribu masyarakat pedesaan dan 34,7 persennya adalah miskin," kata 
Mark.

Mendengar curhatan spontan dari Mark yang berada di Sulawesi Selatan ini, 
Presiden SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono hanya bisa terdiam dengan 
wajah serius. Demikian juga dengan para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II 
yang mendampingi.

"Tolonglah kami Bapak Presiden, untuk juga diperhatikan. Di wilayah timur ini 
potensinya besar, tapi selama ini masih tidur. Tolong raksasa yang besar ini 
dibangunkan, dan jangan hanya di wilayah barat saja," kata Mark.

Mark terus menyampaikan keluh-kesahnya mengenai ketidakadilan yang dirasakan 
masyarakat di Indonesia bagian timur. Tidak seperti penanya lain yang diberikan 
waktu leluasa bertanya, panitia pun lantas meminta Mark untuk menyudahi 
pertanyaannya dengan alasan masalah waktu.

Namun sepertinya pertanyaan Mark membuat Presiden SBY merasa penting untuk 
menjawab. Dengan tegas, SBY pun membantah bila disebut pemerintah pilih kasih 
dalam melakukan pembangunan. "Pemerintah tidak pernah menganaktirikan satu pun 
provinsi. Bahkan pada tahun 2007, saya sudah mengeluarkan instruksi untuk 
percepatan Papua. Tolong nanti Gubernur Papua dan Papua Barat memberikan 
penjelasan pada rakyatnya," kata SBY.

SBY pun menyebutkan bahwa biaya pembangunan per kepala satu jiwa di Provinsi 
Papua Barat dan Papua, adalah yang terbesar di seluruh Indonesia. Nilainya 
menurutnya, mencapai Rp 10 juta per kepala per tahun.

"Papua dan Papua Barat juga mendapat dana otonomi khusus, DAU, DBH dan 
lain-lain. Soal investasi, saya juga bahkan ikut mempromosikan provinsi ini 
secara khusus. Daerah ini juga masuk secara khusus dalam masterplan percepatan 
pembangunan (MP3EI)," papar SBY lagi. (afz/jpnn) 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke