KENAPA JADI BEGO BEGITU SIH ?! JELAS2 DIA TUH BURUH ! MEMANGNYA KALAU AGAMA 
ISLAM; HARUS DIKELUARKAN SEBAGAI BURUH !?

--- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@...> wrote:
>
> kasus ini bukan kasus perburuhan, juga bukan kasus tenaga kerja melainkan 
> murni kasus agama Islam yang melanggar HAM.
> 
> Budak dalam syariah Islam tidak berhak bersaksi, artinya tidak berhak sebagai 
> saksi dalam tuduhan pembunuhan ini, hanya majikan yang berhak memberi 
> kesaksian, mengajukan tuntutan hukumannya.
> 
> Hanya majikan yang bisa membela budak bukan pengadilan, sedangkan pengadilan 
> hanya menegakkan keadilan yang dituntut oleh majikan.
> 
> Jadi, bisa jadi dan besar sekali kemungkinannya bahwa Ruyati berkelahi dengan 
> majikan perempuannya sehingga si majikan perempuan pingsan akibat terjatuh 
> atau terpukul benda keras oleh Ruyati.
> 
> Majikan perempuan hanya pingsan lalu oleh suaminya dibawa kekamar untuk 
> dicekik sampai mati, kemudian dilaporkan polisi bahwa si budak membunuh 
> isterinya.
> 
> Demikianlah yang sering terjadi, sibudak mengira benar bahwa dia membunuh 
> sehingga mengakuinya dan dalam hal ini dalam Syariah Islam tidak ada 
> penyidikan lebih lanjut apabila si terdakwa sudah mengaku meskipun dia 
> sendiri ragu2 kenapa bisa mati.
> 
> Demikianlah, si majikan berani berkelahi dengan budak dikarenakan merasa 
> berhak menghukum budak berdasarkan Syariah Islam, dan hal inilah membuktikan 
> bahwa kasusnya bukan kasus perburuhan melainkan merupakan kasus Syariah Islam 
> yang melindungi hak majikan.  Apalagi mengingat wanita di Indonesia hampir 
> tidak pernah membunuh majikan atau siapa saja, lalu aneh koq di Arab Saudia 
> begitu banyak wanita pembantu dari Indonesia yang suka membunuh ???  Ini ada 
> yang tidak benar karena yang membunuh itu bukanlah tkw Indonesia melainkan 
> majikan laki2 atau suami yang membunuh isterinya itu yang memang sudah 
> tradisi kuat suami yang sudah bosan terhadap isterinya biasa membunuh 
> isterinya.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@> wrote:
> >
> > Islam itu sungguh biadab.
> > 
> > Mengerikan.
> > 
> > 
> > --- In [email protected], "widura" <a.widura@> wrote:
> > >
> > > Jenazah ibu ruyati stlah dieksekusi hukum pancung
> > > http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/267869_245651245449395_100000135650537_1125880_4918161_n.jpg
> > > -----Original Message-----
> > > From: "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@>
> > > Sender: [email protected]
> > > Date: Fri, 24 Jun 2011 05:33:19 
> > > To: <[email protected]>
> > > Reply-To: [email protected]
> > > Subject: [proletar] Okezone:Ruyati Dipancung, Jangan Salahkan Hukum Islam
> > > 
> > > 
> > > 
> > > Ruyati Dipancung, Jangan Salahkan Hukum Islam
> > > Rizka Diputra - Okezone
> > > Kamis, 23 Juni 2011 07:02 wib
> > > 
> > > 
> > > JAKARTA - Kasus kematian Ruyati tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tewas 
> > > dihukum pancung pemerintah Arab Saudi lantaran telah membunuh majikannya 
> > > merupakan tragedi kemanusiaan di dunia ketenagakerjaan Tanah Air.
> > > 
> > > Meski demikian, atas tragedi ini tidak bisa serta menyalahkan hukum Islam 
> > > yang dipegang teguh pemerintah Saudi. Kematian Ruyati mutlak kesalahan 
> > > pemerintah RI yang dianggap gagal dalam melindungi warganegaranya yang 
> > > bekerja di luar negeri.
> > > 
> > > "Karenanya jangan memprotes hukum Islamnya, karena itu memang sudah 
> > > menjadi konsekuensi hukum pidana Islam yang wajib kita terima dan 
> > > hormati. Tetapi sampaikan protes keras kepada pemerintah RI yang tidak 
> > > peduli kepada nasib pahlawan devisa negara," demikian diungkapkan Ketua 
> > > Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq bin Husein Shihab 
> > > kepada okezone, Kamis (23/6/2011).
> > > 
> > > Rizieq menjelaskan, eksekusi mati dengan cara pancung oleh algojo 
> > > tersebut sebenarnya bisa dihindarkan dengan empat jalan, sebagaimana tata 
> > > cara Islam yang luhur.
> > > 
> > > "Pertama, secara kekeluargaan mestinya ada pendekatan intensif oleh KBRI 
> > > di Saudi kepada keluarga korban agar mendapat maaf sehingga hukuman mati 
> > > digugurkan dengan maaf," terang Rizieq.
> > > 
> > > Dia menambahkan, jalan kedua yang bisa ditempuh yakni secara syari'at. 
> > > Ruyati sejatinya didampingi oleh kuasa hukum atau pengacara yang handal 
> > > yang disediakan oleh pemerintah RI untuk membela Ruyati selama menjalani 
> > > proses hukum di persidangan.
> > > 
> > > "Karena bila pembunuhan tersebut dilakukan dalam rangka membela diri maka 
> > > tidak ada qishosh," sambungnya.
> > > 
> > > Sedangkan jalan ketiga yang bisa ditempuh untuk menghindari hukuman 
> > > qishosh tersebut menurut Rizieq ialah melakukan lobi tingkat tinggi 
> > > antara Presiden RI dengan Raja Arab Saudi.
> > > 
> > > "Keempat, cara manapun yang berhasil maka pemerintah RI mestinya mampu 
> > > menyiapkan pembayaran diyat-nya sebagai ganti qishosh. Nah, keempat hal 
> > > tersebut tidak dilakukan pemerintah dalam kasus Ruyati, karena pemerintah 
> > > sendiri mengaku baru tahu setelah dieksekusi," bebernya.
> > > 
> > > Oleh sebab itu lanjut Rizieq, perlindungan hukum terhadap TKI masih 
> > > sangat lemah, bahkan bisa dikatakan tidak ada perlindungan.
> > > 
> > > "Padahal para TKI kita berangkat ke Saudi untuk bekerja, bukan untuk 
> > > membunuh. Tapi karena ada aneka kekerasan, penyiksaan, penganiayaan, 
> > > perkosaan, dan pembunuhan yang kerap terjadi terhadap mereka, sehingga 
> > > ada yang nekat membunuh majikannya yang kejam," jelasnya.
> > > (ful)
> > > Sent from Indosat BlackBerry powered by
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke