http://www.tribunnews.com/2011/07/01/faksi-nii-disinyalir-di-balik-ledakan-bom-di-atm-bni-bandung

Faksi NII Disinyalir di Balik Ledakan Bom ATM BNI Bandung
Tribunnews.com - Jumat, 1 Juli 2011 02:36 WIB



TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Ledakan yang terjadi di gerai Anjungan Tunai Mandiri 
(ATM) di Jalan Dipati Ukur, Kamis (30/6/2011) dini hari, diduga dilakukan oleh 
kelompok kritis. Kelompok ini disinyalir antikapitalisme hingga memilih sasaran 
lembaga-lembaga perbankan atau komersial asing.

Namun dugaan lain menyebutkan bahwa kelompok yang bermain adalah salah satu 
faksi Negara Islam Indonesia (NII). Menurut Al Chaidar, pakar wacana terorisme, 
peristiwa peledakan di ATM tersebut bisa disebut sebagai tindakan terorisme.

Dilihat dari pesan-pesan yang ditinggalkan oleh pelaku, diduga mereka adalah 
kelompok kritis atau salah satu faksi NII yang banyak merekrut kalangan 
mahasiswa dan antikapitalisme.  Dugaan ini didasari adanya beberapa kasus yang 
sama dengan menggunakan modus operandi, yakni melalui pesan-pesan yang terkesan 
antipemerintah dan antikapitalisme.

"Kasus di Manado hampir sama. Dari analisis pesan-pesan itu disebutkan bahwa 
negara adalah teroris dan mereka melakukan penyerangan dengan cara-cara teroris 
pula," kata Al Chaidar pada acara diskusi nasional yang digelar Ikatan Jurnalis 
Televisi (IJTI) Jawa Barat dan Fikom Unisba dengan tema

"Pengaruh Terorisme dalam Berita Media Massa" di Aula Unisba, kemarin.

Ia juga mengatakan, kelompok ini memilih lokasi sasaran yang mudah dan karena 
antikapitalis, lokasi seperti ATM, perbankan, dan lembaga komersial asing 
menjadi target. Mereka menilai pemerintah mendukung kapitalisme dan bagi mereka 
pemerintah ini zalim.

Tentang alat peledak yang digunakan, Al Chaidar mengatakan kelompok kritis 
masih menggunakan bom kecil atau sederhana seperti bom molotov, sedangkan 
kelompok Cibiru sudah punya kemampuan merakit bom.

"Kelompok teroris diajari membuat bom dari yang kecil sampai besar. Dari bom 
sederhana sampai bom canggih. Kalau lihat bom molotov yang digunakan bisa saja 
mereka kelompok NII, tapi tidak tahu faksi yang mana, atau bisa saja kelompok 
dari Sulawesi atau satu lagi kelompok kritis yang tidak bisa saya sebut, 
takutnya nanti bukan kelompok itu. Nanti dilihat dulu dari analisis di lapangan 
yang ditemukan seperti apa," kata lelaki yang juga dosen di Universitas 
Malikussaleh Aceh itu.

Disinggung peledakan tersebut dikaitkan dengan rencana kedatangan Presiden SBY 
untuk membuka Muktakmar PPP, menurut Al Chaidar, tidak ada hubungannya.

"Bukan karena SBY mau datang. SBY bukan target mereka karena mereka juga tidak 
peduli dengan SBY," katanya.

Di tempat yang sama, pengamat intelijen Wawan Purwanto belum bisa memastikan 
pelaku peledakan ATM di Jalan Dipati Ukur. Sebab, menurut dia, saat ini banyak 
sekali kelompok yang hampir sama modus operandinya.

"Bisa saja mereka ini new comer karena meski new comer mereka juga dibina oleh 
kelompok lama," katanya.

Karena itulah, ia masih menunggu hasil analisisi pihak kepolisian di lapangan 
untuk memastikan pelaku dari kelompok mana.

"Dari sidik jari nanti bisa diketahui karena masih banyak juga buron yang belum 
ditangkap," ujarnya.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke