Ga akan banyak bedanya dgn penemu blue energy, hehehe...



>________________________________
>From: sunny <[email protected]>
>To: [email protected]
>Sent: Friday, July 1, 2011 5:48 AM
>Subject: [proletar] Profesor Sutiman Bambang Sumitro, Penemu Filter Rokok Sehat
>
>
>  
>Refleksi : Wah!  Filter rokok sehat? Insyaalloh!
>
>http://www.cenderawasihpos.com/index.php?mib=berita.detail&id=1828
>
>Kamis, 30 Juni 2011 , 17:53:00
>
>Profesor Sutiman Bambang Sumitro, Penemu Filter Rokok Sehat
>
>Asap Aman di Ruang Ber-AC dan bagi Perokok Pasif
>
>Profesor Sutiman Bambang Sumitro, Penemu Filter Rokok Sehat. F-HARTO/MALANG 
>POST
>Di tengah maraknya kontroversi soal bahaya merokok, kini muncul penemuan 
>menarik tentang rokok sehat. Yakni, karya Prof Sutiman Bambang Sumitro,MS,DSc, 
>guru besar Universitas Brawijaya (UB), Malang, yang berhasil menggemparkan 
>dunia kesehatan. Seperti apa? 
>
>HAPPY D.Y., Malang
>
>Di meja kerja Sutiman B. Sumitro yang berlokasi di laboratorium FMIPA jurusan 
>biologi lantai II UB (Universitas Brawijaya), terlihat tiga bungkus filter 
>rokok. Per bungkus berisi sekitar 30 filter rokok.
>Filter-filter rokok itu dikemas dalam plastik transparan. Filter tersebut 
>berdiameter sekitar 7 milimeter dengan panjang 2 sentimeter. Bungkusnya 
>berukuran 7 x 9,5 sentimeter. 
>
>Plastik pembungkus tersebut tidak dibuat polos, tapi ada tulisan yang mudah 
>dibaca walau berukuran kecil. Di tengah plastik pembungkus terdapat lingkaran 
>berdiameter 3 sentimeter yang bertulisan Lembaga Penelitian Peluruhan Radikal 
>Bebas Malang. Di bawahnya ada tulisan Filter Rokok Sehat dengan ukuran huruf 
>sedikit lebih besar. 
>Dengan begitu, tulisan tersebut mudah terbaca ketika pandangan singgah ke 
>pembungkus filter itu. Paling bawah, tertera alamat Jl Surabaya No 5, Malang, 
>lengkap dengan nomor telepon 0341-570631. Di bagian sudut kiri ada banderol Rp 
>10 ribu.
>
>Begitulah gambaran penemuan Sutiman tentang filter rokok sehat yang mengangkat 
>tema Inovasi Mereduksi Dampak Negatif Merokok dan Memperkuat Dampak Positif 
>Merokok dalam Memperbaiki Kualitas Hidup.
>Berdasar penelitian guru besar biologi sel dan molekuler UB itu, filter rokok 
>tersebut disebut divine cigarette. Diamati sepintas, bentuknya mirip filter 
>pada rokok. Warnanya juga sama, yakni putih. "Saya kadang memopulerkan 
>penelitian saya dengan sebutan Nano Biologi Jawaban Keretek Sehat," ungkap 
>Sutiman kepada Radar Malang (Cenderawasih Pos Group) kemarin.
>
>Sebelum mengupas panjang lebar hasil penemuannya, pria kelahiran Jogjakarta, 
>11 Maret 1954, itu meminta waktu untuk menyampaikan secara singkat asal-muasal 
>ketertarikannya meneliti rokok. "Saya memang bukan perokok. Seorang peneliti 
>justru harus mengabaikan unsur subjektivitas dan mengedepankan objektivitas," 
>ungkap alumnus S-1 Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut.
>
>Dasar penelitian Sutiman terkait dengan permasalahan bangsa yang dirasa 
>menuntut penyelesaian dengan kearifan lokal. Salah satu yang disorot adalah 
>masalah rokok. Banyak peneliti yang menyebutkan bahaya merokok. Di sisi lain, 
>rokok sudah menjadi sebuah industri besar. Di dalamnya melibatkan banyak 
>unsur, yakni ekonomi, ribuan tenaga kerja, serta dampak lain yang perlu 
>pemikiran bersama ketika industri tersebut berhenti.
>
>"Pemikiran saya, terciptanya rokok keretek yang dibuat nenek moyang kita dulu 
>bukan tanpa dasar. Rokok keretek dibuat untuk obat batuk," ungkap pria yang 
>mengambil program doktor di Nagoya University, Jepang, tersebut. 
>Sayangnya, fakta ilmiah itu tidak pernah diperhatikan pemerintah, terlebih 
>oleh industri rokok keretek di Indonesia. Mereka tidak memiliki hasil riset 
>dan pengembangan produk yang memadai. 
>
>Padahal, ditinjau dari aset serta volume perdagangan rokok di Indonesia, riset 
>seputar rokok sesungguhnya gampang direalisasikan. Seiring dengan arus 
>globalisasi, rokok keretek yang merupakan produk kearifan lokal itu dilanda 
>isu sebagai produk tidak sehat tanpa didukung data hasil riset memadai. 
>
>Ironisnya, isu rokok tidak sehat tersebut berembus dari luar negeri serta 
>dibangun melalui kegiatan riset asing. Sementara itu, potensi lokal kurang 
>percaya diri untuk melakukan inovasi tentang rokok sehat. Apalagi, ide tentang 
>rokok sehat terkesan menentang arus. "Muncul pemikiran saya untuk ikut 
>mengkaji bahaya rokok. Apakah memang sudah final asap rokok itu berbahaya?" 
>ujarnya. 
>
>Ketertarikan Sutiman untuk meneliti rokok dimulai pada 2007. Secara garis 
>besar, prinsip yang dia lakukan kala itu adalah menghilangkan radikal bebas 
>dari asap rokok. Selain itu, memodifikasi makro molekul yang terkandung dalam 
>asap rokok lewat sentuhan teknologi dengan ukuran lebih kecil. 
>"Divine cigarette ini ada senyawanya, sehingga mampu menjinakkan radikal 
>bebas. Tapi, senyawanya apa saja, itu yang masih dalam proses dipatenkan," 
>ucap guru besar UB yang kini diperbantukan sebagai dekan Fakultas Sains dan 
>Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, tersebut.
>
>Bagi perokok, penggunaan divine cigarette tersebut cukup mudah. Filter yang 
>menempel di rokok diambil, selanjutnya diganti divine cigarette hasil penemuan 
>Sutiman. Dengan begitu, divine cigarette menggantikan filter asli pada rokok. 
>"Filter yang asli tinggal diambil dan diganti divine cigarette ini. Tidak 
>rumit," jelas dosen yang juga bertugas di program doktor pendidikan biologi UM 
>(Universitas Negeri Malang) itu.
>
>Dari beberapa responden yang menggunakan divine cigarette tersebut, didapatkan 
>data sesuai dengan tujuan penelitian. Di antaranya, merokok terasa lebih 
>ringan. Bahkan, menghasilkan manfaat di luar yang dipikirkan. Di antaranya, 
>saat merokok di ruang ber-AC, tidak timbul kabut tebal dan tidak meninggalkan 
>bau di ruangan. Lebih dari itu, ada yang lebih penting bagi perokok pasif. 
>Perokok pasif lebih aman ketika berdekatan dengan si perokok.
>
>Hasil diskusi dengan rekannya sesama dosen UB, Yudi Arinto Ponco Wardoyo PhD 
>yang mengambil disertasi soal asap, banyak memberikan support bagi penelitian 
>Sutiman. "Saya sering berdiskusi dengan beliau (Yudi). Saya mendapat banyak 
>masukan untuk memecahkan bahaya kandungan asap rokok," ungkap dosen yang sudah 
>melahirkan puluhan karya penelitian tersebut.
>
>Menurut Sutiman, asap rokok berasal dari pembakaran tidak sempurna yang 
>menghasilkan ribuan komponen berbahaya. Dari komponen tersebut, berhasil 
>ditemukan sekitar lima ribu komponen yang bisa diamati seperti aseton (cat 
>kuku), toluidin (cat) metanol (spiritus bakar), polonium (bahan radioaktif), 
>arsen (racun tikus), serta toluene (pelarut industri). "Hipotesis saya, 
>radikal bebas dari asap rokok memang berbahaya. Tapi, komponen racun yang 
>terkandung itu bisa diminimalisasi," tegas dosen yang memiliki bidang keahlian 
>sel biologi tersebut.
>
>Dia menyebutkan, hasil penelitian dalam bentuk divine cigarette tersebut 
>merupakan fase-fase awal. Karena itu, Sutiman masih merancang penelitian 
>lanjutan. Dua kajian yang sedang dilakukan adalah mengarakteristik jenis-jenis 
>asap dan mengumpulkan data-data dari pengguna divine cigarette. Total ada 200 
>responden yang dilibatkan dalam penelitian tersebut.
>
>Mengenai divine cigarette, Sutiman mengaku respons masyarakat, terutama dari 
>kalangan perokok, cukup banyak. Kendati belum diproduksi masal, setidaknya 
>dalam sehari ada permintaan sekitar 30 pak divine cigarette. "Hasil penjualan 
>itu digunakan untuk membiayai penelitian yang sudah saya rancang," katanya.
>
>Demi uji coba divine cigarette tersebut, Sutiman mendirikan laboratorium 
>swasta yang diberi nama Lembaga Penelitian Peluruhan Radikal Bebas di Malang. 
>Labotarium sebagai tempat produksi tersebut juga digunakan untuk mengumpulkan 
>kajian riset. "Saya memiliki donatur tetap yang bersifat individu untuk 
>membiayai penelitian saya ini," jelas pria murah senyum tersebut.
>
>Menghadapi kontroversi bahwa rokok mengakibatkan gangguan kesehatan, Sutiman 
>sementara mengambil langkah aman. Di antaranya, kapasitas produksi divine 
>cigarette masih dibatasi, belum menawarkan hasil penelitiannya kepada 
>perusahaan rokok, dan tidak menggunakan sistem marketing untuk mengenalkan 
>hasil penelitian tersebut. Dia beralasan semua masih dalam tahap 
>penyempurnaan. (*/jpnn/c5/iro) 
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke