Refleksi :  Sebentar lagi NKRI merayakan ulang tahun  66 tahun. Selama 66 tahun 
ini  tidak ada satu keuntungan  pun kepada rakyat mayotitas. Para penguasa 
negera yang  terdiri kaum nepotisme tukan copet. Harta kekayaan alam  dikeruk 
untuk kepentingan kaum berkuasa dan elit yang berkerumumn disekitar panggung 
kekuasaan. Rakyat dibododhi dengan jampi-jampi gurun pasir agar pikiran 
tertutup  untuk  mudah dikirim ke tanah orang dengan  lambang pahlawan devisa. 
Pahlawan devisa yang tidak mendapat tempat istirahat terakhir di makam pahlawan 
seperti Kalibata. 

Apa yang bisa diharapkan?


http://www.suarapembaruan.com/ekonomidanbisnis/jumhur-hidayat-lepas-418-tki-formal-ke-empat-negara/8528

Jumhur Hidayat Lepas 418 TKI Formal ke Empat Negara
Jumat, 1 Juli 2011 | 15:48

 Ketua BNP2TKI, Jumhur Hidayat 


Berita Terkait

  a.. Indonesia Sambut Baik Kebijakan Arab Saudi 

  b.. BNP2TKI Kerjasama dengan AAI 

  c.. Pemerintah akan Revisi UU 39/2004 

  d.. Sudah Saatnya Kirim TKI Berkualitas ke Luar Negeri 

  e.. Dubes RI untuk Arab Saudi dan Jumhur Perlu Bertanggung Jawab 
[JAKARTA] Sebanyak 418 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) formal yang akan bekerja di 
empat negara, Korea Selatan, Jepang, Arab Saudi, dan Malaysia, dilepas 
keberangkatannya oleh Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga 
Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat, di halaman kantor BNP2TKI 
Jakarta, Jumat (1/7) sore. 

Ke-418 TKI formal itu terdiri atas 104 TKI peserta program kerjasama penempatan 
antar pemerintah (G to G) ke Korea, 105 TKI peserta program G to G ke Jepang, 
180 TKI yang akan bekerja pada Proyek King Abdullah Finance District dan King 
Saudi University, Arab Saudi, serta 45 TKI bidang konstruksi yang akan bekerja 
di Malaysia.

 "Pelepasan saudara-saudara yang akan bekerja di sejumlah perusahaan di Korea, 
Jepang, Arab Saudi, dan Malaysia ini, menjadi bukti dari keseriusan upaya 
pemerintah untuk meningkatkan kualitas penempatan TKI, dari titik berat TKI 
Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) atau TKI Informal menjadi TKI yang memiliki 
skill atau TKI Formal," kata Jumhur.

Jumhur menyebutkan, saat ini penempatan TKI ke luar negeri masih didominasi 
oleh penempatan TKI informal khususnya TKI PLRT atau pengemudi pribadi. 
Perbandingan antara TKI yang bekerja di sektor informal dengan TKI yang bekerja 
di sektor formal saat ini masih antara 60 persen dibanding 40 persen. 

Namun secara bertahap, kata Jumhur, pihaknya terus berupaya mengurangi 
penempatan TKI Informal dengan mendorong lebih banyak penempatan TKI Formal. 
"Pasar TKI Formal masih terbuka luas, ada ribuan permintaan tenaga kerja 
trampil khususnya untuk bidang-bidang seperti perawat, spa therapy, perhotelan, 
konstruksi, tukang las, migas, sopir truk, dan sebagainya. Namun kita 
terkendala oleh terbatasanya tenaga skill untuk bidang-bidang tersebut, dan 
juga masih banyaknya tenaga skill yang penguasaan bahasa Inggrisnya masih perlu 
ditingkatkan," ucapnya.

Guna mengatasi kendala kelangkaan calon TKI trampil itu, menurut Jumhur, 
pihaknya gencar menjalin kerjasama dengan sejumlah sekolah-sekolah kejuruan 
agar menghasilkan lulusan yang tidak saja mampu menyelesaikan pelajaran di 
sekolah, tapi juga sudah siap bekerja di luar negeri, termasuk juga memiliki 
penguasaan bahasa Inggris yang memadai.

Ia juga meminta para pimpinan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia 
Swasta (PPTKIS) agar meningkatkan kualitas pelatihan untuk calon TKI Formal 
yang akan diberangkatkannya, serta memperbaiki Balai Latihan Kerja (BLK) yang 
dimiliki, agar TKI yang diberangkatkannya kelak bisa menjadi andalah di tempat 
kerjanya di luar negeri. "Tanpa peningkatan kualitas calon maupun peningkatan 
kualitas tempat latihan akan mempersulit kita dalam memenangkan persaingan 
perebutan lapangan kerja formal di manca negara," tukas Jumhur.

Menurut Jumhur, dibanding sektor informal, bekerja sebagai TKI sektor formal 
jelas jauh lebih baik. TKI Formal, katanya, dilindungi dengan undang-undang 
perburuhan atau undang-undang tenaga kerja di negara penempatan. Selain itu 
bekerja di sektor formal, menjadikan TKI memiliki jam kerja yang jelas, dan 
tidak tinggal di rumah majikan tapi di asrama-asrama yang disediakan perusahaan.

Direktur Penyiapan Pemberangkatan BNP2TKI, Arifin Purba menyebutkan ke-418 TKI 
Formal yang dilepas Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat itu, terdiri atas 104 TKI 
yang akan bekerja di Korea pada sektor manufaktur, konstruksi, pertanian dan 
peternakan. Mereka ini akan mendapatkan upah  antara 900.000 sampai 1,5 juta 
WON atau sekitar Rp 9 juta sampai Rp 15 juta per bulan, diluar lembur. Mereka 
ini akan tinggal di asrama dan memperoleh asuransi tenaga kerja.

Sementara 105 TKI ke Jepang akan bekerja sebagai nurse dan careworker dengan 
gaji antara 175 ribu sampai 200 ribu yen atau sekitar Rp 17 juta sampai Rp 20 
juta ditambah lembur.

Untuk 180 TKI Formal ke Arab Saudi, kata Arifin Purba, akan bekerja berkelompok 
dengan jabatan sebagai engineer, carpenter, painter dan mason, dengan gaji 
antara 1.600 riyal sampai 6.000 riyal atau antara Rp 4,8 juta sampai Rp 18 
juta, disamping fasilitas mess, konsumsi, transportasi, biaya kesehatan, dan 
asuransi tenaga kerja.

Sedang penempatan 300 TKI Formal ke Malaysia yang bekerja sebagai tenaga 
konstruksi, akan mendapatkan upah antara 1.100 sampai 1.200 Ringgit atau setara 
antara Rp 3,3 juta sampai Rp 3,6 juta, dengan fasilitas mess, transportasi dan 
pakaian kerja. [E-8]


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke