Tukang copet, maling, rampok itu ga cuma ada di kalangan penguasa negara, tp 
udah sampe di lapisan terbawah di pemerintah dan instansinya, misalnya sampe ke 
lurah dan stafnya atau kepala sekolah dan stafnya.


Makin Islam Indonesia, makin bejad deh rakyatnya.




>________________________________
>From: sunny <[email protected]>
>To: [email protected]
>Sent: Saturday, July 2, 2011 2:28 AM
>Subject: [proletar] Jumhur Hidayat Lepas 418 TKI Formal ke Empat Negara
>
>
>  
>
>Refleksi :  Sebentar lagi NKRI merayakan ulang tahun  66 tahun. Selama 66 
>tahun ini  tidak ada satu keuntungan  pun kepada rakyat mayotitas. Para 
>penguasa negera yang  terdiri kaum nepotisme tukan copet. Harta kekayaan alam  
>dikeruk untuk kepentingan kaum berkuasa dan elit yang berkerumumn disekitar 
>panggung kekuasaan. Rakyat dibododhi dengan jampi-jampi gurun pasir agar 
>pikiran tertutup  untuk  mudah dikirim ke tanah orang dengan  lambang pahlawan 
>devisa. Pahlawan devisa yang tidak mendapat tempat istirahat terakhir di makam 
>pahlawan seperti Kalibata. 
>
>Apa yang bisa diharapkan?
>
>http://www.suarapembaruan.com/ekonomidanbisnis/jumhur-hidayat-lepas-418-tki-formal-ke-empat-negara/8528
>
>Jumhur Hidayat Lepas 418 TKI Formal ke Empat Negara
>Jumat, 1 Juli 2011 | 15:48
>
>Ketua BNP2TKI, Jumhur Hidayat 
>
>Berita Terkait
>
>a.. Indonesia Sambut Baik Kebijakan Arab Saudi 
>
>b.. BNP2TKI Kerjasama dengan AAI 
>
>c.. Pemerintah akan Revisi UU 39/2004 
>
>d.. Sudah Saatnya Kirim TKI Berkualitas ke Luar Negeri 
>
>e.. Dubes RI untuk Arab Saudi dan Jumhur Perlu Bertanggung Jawab 
>[JAKARTA] Sebanyak 418 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) formal yang akan bekerja 
>di empat negara, Korea Selatan, Jepang, Arab Saudi, dan Malaysia, dilepas 
>keberangkatannya oleh Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga 
>Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat, di halaman kantor BNP2TKI 
>Jakarta, Jumat (1/7) sore. 
>
>Ke-418 TKI formal itu terdiri atas 104 TKI peserta program kerjasama 
>penempatan antar pemerintah (G to G) ke Korea, 105 TKI peserta program G to G 
>ke Jepang, 180 TKI yang akan bekerja pada Proyek King Abdullah Finance 
>District dan King Saudi University, Arab Saudi, serta 45 TKI bidang konstruksi 
>yang akan bekerja di Malaysia.
>
>"Pelepasan saudara-saudara yang akan bekerja di sejumlah perusahaan di Korea, 
>Jepang, Arab Saudi, dan Malaysia ini, menjadi bukti dari keseriusan upaya 
>pemerintah untuk meningkatkan kualitas penempatan TKI, dari titik berat TKI 
>Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) atau TKI Informal menjadi TKI yang memiliki 
>skill atau TKI Formal," kata Jumhur.
>
>Jumhur menyebutkan, saat ini penempatan TKI ke luar negeri masih didominasi 
>oleh penempatan TKI informal khususnya TKI PLRT atau pengemudi pribadi. 
>Perbandingan antara TKI yang bekerja di sektor informal dengan TKI yang 
>bekerja di sektor formal saat ini masih antara 60 persen dibanding 40 persen. 
>
>Namun secara bertahap, kata Jumhur, pihaknya terus berupaya mengurangi 
>penempatan TKI Informal dengan mendorong lebih banyak penempatan TKI Formal. 
>"Pasar TKI Formal masih terbuka luas, ada ribuan permintaan tenaga kerja 
>trampil khususnya untuk bidang-bidang seperti perawat, spa therapy, 
>perhotelan, konstruksi, tukang las, migas, sopir truk, dan sebagainya. Namun 
>kita terkendala oleh terbatasanya tenaga skill untuk bidang-bidang tersebut, 
>dan juga masih banyaknya tenaga skill yang penguasaan bahasa Inggrisnya masih 
>perlu ditingkatkan," ucapnya.
>
>Guna mengatasi kendala kelangkaan calon TKI trampil itu, menurut Jumhur, 
>pihaknya gencar menjalin kerjasama dengan sejumlah sekolah-sekolah kejuruan 
>agar menghasilkan lulusan yang tidak saja mampu menyelesaikan pelajaran di 
>sekolah, tapi juga sudah siap bekerja di luar negeri, termasuk juga memiliki 
>penguasaan bahasa Inggris yang memadai.
>
>Ia juga meminta para pimpinan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia 
>Swasta (PPTKIS) agar meningkatkan kualitas pelatihan untuk calon TKI Formal 
>yang akan diberangkatkannya, serta memperbaiki Balai Latihan Kerja (BLK) yang 
>dimiliki, agar TKI yang diberangkatkannya kelak bisa menjadi andalah di tempat 
>kerjanya di luar negeri. "Tanpa peningkatan kualitas calon maupun peningkatan 
>kualitas tempat latihan akan mempersulit kita dalam memenangkan persaingan 
>perebutan lapangan kerja formal di manca negara," tukas Jumhur.
>
>Menurut Jumhur, dibanding sektor informal, bekerja sebagai TKI sektor formal 
>jelas jauh lebih baik. TKI Formal, katanya, dilindungi dengan undang-undang 
>perburuhan atau undang-undang tenaga kerja di negara penempatan. Selain itu 
>bekerja di sektor formal, menjadikan TKI memiliki jam kerja yang jelas, dan 
>tidak tinggal di rumah majikan tapi di asrama-asrama yang disediakan 
>perusahaan.
>
>Direktur Penyiapan Pemberangkatan BNP2TKI, Arifin Purba menyebutkan ke-418 TKI 
>Formal yang dilepas Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat itu, terdiri atas 104 
>TKI yang akan bekerja di Korea pada sektor manufaktur, konstruksi, pertanian 
>dan peternakan. Mereka ini akan mendapatkan upah  antara 900.000 sampai 1,5 
>juta WON atau sekitar Rp 9 juta sampai Rp 15 juta per bulan, diluar lembur. 
>Mereka ini akan tinggal di asrama dan memperoleh asuransi tenaga kerja.
>
>Sementara 105 TKI ke Jepang akan bekerja sebagai nurse dan careworker dengan 
>gaji antara 175 ribu sampai 200 ribu yen atau sekitar Rp 17 juta sampai Rp 20 
>juta ditambah lembur.
>
>Untuk 180 TKI Formal ke Arab Saudi, kata Arifin Purba, akan bekerja 
>berkelompok dengan jabatan sebagai engineer, carpenter, painter dan mason, 
>dengan gaji antara 1.600 riyal sampai 6.000 riyal atau antara Rp 4,8 juta 
>sampai Rp 18 juta, disamping fasilitas mess, konsumsi, transportasi, biaya 
>kesehatan, dan asuransi tenaga kerja.
>
>Sedang penempatan 300 TKI Formal ke Malaysia yang bekerja sebagai tenaga 
>konstruksi, akan mendapatkan upah antara 1.100 sampai 1.200 Ringgit atau 
>setara antara Rp 3,3 juta sampai Rp 3,6 juta, dengan fasilitas mess, 
>transportasi dan pakaian kerja. [E-8]
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke