Refleksi : Tentunya saja rezim buntut harus bilang syukran, syrukran kepada tuannya yang penuh balas kasihan. heheheh Karena Arab Saudia adalah ngeri sahabat kental NKRI, maka akan sangat tinggi dihargakan apabila SBY dan komplotannya membungkuk dan mencium tangan raja Arab Saudia sebagai tanda terimakasih.
http://www.suarapembaruan.com/ekonomidanbisnis/indonesia-sambut-baik-kebijakan-arab-saudi/8501 Stop Beri Visa untuk TKI Indonesia Sambut Baik Kebijakan Arab Saudi Jumat, 1 Juli 2011 | 9:45 Jumat, 1 Juli 2011 | 9:45 Sekretaris Ditjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja, Kemenakertrans, Reyna Usman (Foto: SP/Siprianus Edi Hardum) [JAKARTA] Pemerintah Indonesia berterima kasih kepada pemerintah Arab Saudi atas kebijakannya menghentikan pemberian visa kepada tenaga kerja Indonesia (TKI) pekerja rumah tangga (PRT) yang ada di sana. "Itu artinya pemerintah Arab Saudi menghargai kebijakan pemerintah kita, memberlakukan moratorium pengiriman TKI pekerja rumah tangga (PRT) ke sana," kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), Mohomad Jumhur Hidayat, kepada SP, Jumat (1/7) pagi. Hal senada dikatakan Plt Dirjen Pembinaan dan Penempatan TKI, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), Reyna Usman. "Berarti pemerintah Arab Saudi menghargai kebijakan moratorium yang kita berlakukan sejak 1 Agustus 2011," kata dia. Jumhur mengatakan, dampak dari kebijakan pemerintah Arab Saudi menyetop pemberian visa itu adalah moratorium yang diberlakukan pemerintah Indonesia akan berjalan efektif. Itu artinya, pemerintah Indonesia dan Arab Saudi akan membuat perjanjian dan menaati perjanjian yang telah disepakati bersama. "Salah satu isi perjanjian yang akan kita buat adalah supaya moratorium dibuka kembali maka pemerintah Arab Saudi harus turun langsung mengawasi TKI yang ada di sana, bukan diserahkan kepada pihak swasta (Kadin) seperti yang dilakukan selama ini," kata dia. Menurut Jumhur, dalam waktu dekat ini, pemerintah Indonesia dan Arab Saudi akan berunding mengenai perjanjian agar moratorium pengiriman TKI ke Arab Saudi dibuka. Jumhur mengatakan, ketika Indonesia memberlakukan moratorium pengiriman TKI ke Malaysia, pemerintah Malaysia tidak mengeluarkan kebijakan menyetop pemberian visa untuk TKI di sana. Akibatnya, pemberlakukan motorium tak berjalan efektif karena banyak TKI illegal datang ke Malaysia dan pemerintah Malaysia memberikan visa. Nah, kalau seperti yang dilakukan Arab Saudi sekarang ini, orang Indonesia dengan dalil pergi umroh terus minta kerja di sana, pemerintah Arab Saudi tak akan memberikan visa. "Jadi TKI illegal benar-benar dicegah dengan kebijakan itu," kata dia. Jumhur mengatakan, TKI yang ada di Arab Saudi sekarang ini, baik yang formal maupun PRT sebanyak 1.300.000 orang. "Sekitar 30% dari jumlah ini adalah pekerja informal," kata dia. Untuk TKI yang mendapat visa di Arab Saudi bisa memperpanjang visanya, dan pemerintah Arab Saudi membolehkan itu. "Yang sudah ada di sana ya bisa memperpanjang visanya, yang tak boleh yang datang sejak tanggal moratorium diberlakukan," kata dia. [E-8] Berita Terkait a.. Pemerintah akan Revisi UU 39/2004 b.. Sudah Saatnya Kirim TKI Berkualitas ke Luar Negeri c.. Satu TKI Meninggal dalam Perjalanan d.. Jumhur Yakinkan Delegasi Saudi e.. Perbankan Diminta Akomodir TKI [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
