Reflk: Bukan masalah aneh bin ajaib, apabila tradisi buruk terus dipertahankan
http://www.suarapembaruan.com/ekonomidanbisnis/pengangkatan-deputi-bp-migas-sarat-kolusi/8475 Partai Demokrat Dicurigai Ikut Bermain Pengangkatan Deputi BP Migas Sarat Kolusi Kamis, 30 Juni 2011 | 17:35 JAKARTA] Pengangkatan Deputi BP Migas dicurigai sarat kolusi. Pasalnya pengangkatan tidak melewati tahapan yang ditetapkan. Indikasi titipan dari partai tertentu seperti Partai Demokrat (PD) pun mencuat. "Pemilihan deputi BP MIGAS menjadi bukti jika Menteri ESDM Darwin Z Saleh merusak sistem yang ada di BP MIGAS. Menteri mengangkat Deputi tanpa melalui usulan Kepala BP MIGAS," kata Sekretaris Jenderal Lingkar Studi Mahasiswa Indonesia (Lisuma Indonesia) Dhika Yudhistira di Jakarta, Kamis (30/6). Ia mengemukakan Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2002 Tentang BP Migas sudah jelas mengamanatkan wakil dan deputi BP MIGAS diusulkan oleh Kepala BP MIGAS. Namun tiba-tiba Darwin mengangkat orang-orang yang tidak sesuai dengan kapasitasnya. Dari tiga nama yang diusulkan Kepala BP Migas, hanya satu nama yang diangkat. Sisanya diangkat tanpa usulan Kepala BP MIGAS. Dengan tindakannya itu maka Darwin terindikasi melanggar PP No 42 Tentang BP MIGAS. Dhika menilai proses itu cacat hukum dan harus segera dibatalkan demi tegaknya aturan. "Keputusan Darwin dapat merugikan iklim investasi karena investor takut mentri yang bisa seenaknya menabrak aturan dan UU," ujarnya. Darwin dinilai memasukkan kepentingan Partai Demokrat (PD)untuk mengamankan kebijakan pengaturan Migas. "Pemilihan deputi itu bernuansa politis yang sangat kental. Pertimbangan profesional tidak menjadi prioritas pemilihan. Darwin mencoba memasukkan orang-orang partainya untuk mengamankan kebijakan minyak dan gas. Aroma politisnya begitu kuat tercium," tuturnya. Tidak Mampu Sementara itu, BEM Se-Jakarta menganggap kinerja kementrian ESDM sejak dipimpin Darwin tidak mengarah pada perbaikan di sektor energi. Darwin dianggap tak mampu mendorong dan menggenjot pemasukan APBN dari energi. Penguasaan asing dalam sektor Migas pun makin dominan. Bahkan, Darwin melakukan pelanggaran hukum dalam proses pengangkatan deputi BP Migas beberapa waktu lalu. Jika tidak dicarikan solusinya, kebijakan Darwin mengangkat Deputi BP Migas tanpa melalui usulan sesuai PP No 42 dapat menjadi preseden buruk pengelolaan lembaga yang mengatur teknis urusan minyak dan gas Indonesia. "Mentri ESDM kami nilai tidak profesional. Dari beberapa kajian yang kami lakukan, indikator kegagalan Darwin pun dengan jelas dapat diukur. Dalam waktu dekat akan kami paparkan berbagai kecacatan Darwin selama ia menjadi mentri ESDM," kata Wakil Presiden BEM UIN Jakarta, Aswin Suhendra. Ia menegaskan kepemimpinan Darwin harus terus dikritisi untuk perbaikan disektor energi. Terutama, persoalan pengangkatan deputi yang jelas-jelas menabrak aturan BP Migas. Karena, menurut Aswin, keputusan Darwin menunjukkan jika dia tidak memahami PP yang mengatur pengangkatan itu. "Terlalu sensitif jika Darwin dibiarkan terus mengambil kebijakan tanpa mengindahkan aturan. Sebab, Darwin dapat memunculkan kontroversi yang akan merugikan bangsa. Disinilah kami melihat urgensi kekritisan kami kepada Darwin agar ia menerapkan aturan di bidang Migas guna menggenjot produksi Migas di Indonesia. Sudah saatnya DPR dan Presiden melirik kasus ini agar iklim kerja BP Migas dan sektor energi lainnya dapat segera menambah produksi minyak dalam negri," ujarnya. [R-14] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
