http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=53&id=33229
MINGGU, 02 Juli 2011 | 1027 Hits Tak Satupun Putra Maluku Lulus Akpol Polda Maluku Langgar Intruksi Kapolri Ambon,AE.- Instruksi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Timur Pradopo untuk memprioritaskan putra-putri daerah dalam seleksi penerimaan Akademi Kepolisian (AKPOL) tahun 2011 ternyata tidak dilaksanakan oleh Polda Maluku. Ini dibuktikan dengan tak lulusnya satupun putra-putri asal Maluku dalam tes yang baru selesai. Dari 6 orang yang dinyatakan lulus, tak satupun anak daerah. Tidak diakomodirnya putra-putri Maluku, membuat sejumlah pihak angkat bicara. Bahkan ada pihak yang menilai proses seleksi yang dilakukan Polda Maluku dibekengi sejumlah petinggi di Polda Maluku yang telah memiliki jatah. Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri Komjen Ito Sumardi, yang dikonfirmasi koran ini usai bertindak selaku inspektur upacara pada peringatan hari Bhayangkara ke 65 di lapangan Bola Matawaru, Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu , Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (1/7) menegaskan kembali instruksi Kapolri soal keutamaan putra-putri daerah. "Kalau kita tidak memprioritaskan putra daerah, dan mengambil semua calon AKPOL dari semua kota besar di Indonesia, apakah mereka siap untuk ditempatkan di Maluku. Ini pertimbangan yang di buat oleh Kapolri, sehingga proses penerimaan harus mempriotaskan putra daerah," tegasnya. Jenderal dengan tiga bintang di pundak ini mengaku, dalam mengutamakan putra daerah saat seleksi penerimaan AKPOL, kualitas juga harus diutamakan, karena mereka harus putra terbaik. Misalnya untuk Provinsi Maluku diberikan jatah 5 orang. Ke lima orang ini harus menempati rangking 1 hingga 5. " Karena kalau kita mengikuti kuota nasional, maka akan sulit untuk bersaing dengan kota-kota besar di Indonesia," ungkapnya. Ito yang menggantikan posisi Komjen Susno Djuadji di Bareskrim Mabes Polri mengatakan, saat menjabat sebagai Kapolda Riau dan Sumatera Selatan seleksi penerimaan AKPOL dipakai pola kuota. Dalam kuota itu, putra daerah diberikan penilaian khusus. Pasalnya, jika bersaing dengan daerah-daerah lain dengan menggunakan standar nasional, pasti kalah secara normatif. Ini yang harus dilakukan sehingga putra daerah bisa diakomodir. Ito akan menindak tegas oknum-oknum perwira di Polda Maluku bila terbukti membekengi calon taruna itu. "Kalau ada bukti-bukti kuat berupa surat terkait dengan keterlibatan mereka, kita akan tindaklanjuti untuk diproses melalui Propam Mabes Polri,"tegasnnya. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
