Banyakan emang jadi debt collector atau preman

--- Pada Sen, 4/7/11, sunny <[email protected]> menulis:

Dari: sunny <[email protected]>
Judul: [proletar] Tak Satupun Putra Maluku Lulus Akpol
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 4 Juli, 2011, 2:11 AM







 



  


    
      
      
      http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=53&id=33229



MINGGU, 02 Juli 2011 | 1027 Hits



Tak Satupun Putra Maluku Lulus Akpol

Polda Maluku Langgar Intruksi Kapolri



Ambon,AE.- Instruksi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal 
Pol Timur Pradopo untuk memprioritaskan putra-putri daerah dalam seleksi 
penerimaan Akademi Kepolisian (AKPOL) tahun 2011 ternyata tidak dilaksanakan 
oleh Polda Maluku. 



Ini dibuktikan dengan tak lulusnya satupun putra-putri asal Maluku dalam tes 
yang baru selesai. Dari 6 orang yang dinyatakan lulus, tak satupun anak daerah. 
Tidak diakomodirnya putra-putri Maluku, membuat sejumlah pihak angkat bicara. 
Bahkan ada pihak yang menilai proses seleksi yang dilakukan Polda Maluku 
dibekengi sejumlah petinggi di Polda Maluku yang telah memiliki jatah. Kepala 
Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri Komjen Ito Sumardi, yang 
dikonfirmasi koran ini usai bertindak selaku inspektur upacara pada peringatan 
hari Bhayangkara ke 65 di lapangan Bola Matawaru, 



Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu , Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (1/7) 
menegaskan kembali instruksi Kapolri soal keutamaan putra-putri daerah. "Kalau 
kita tidak memprioritaskan putra daerah, dan mengambil semua calon AKPOL dari 
semua kota besar di Indonesia, apakah mereka siap untuk ditempatkan di Maluku. 
Ini pertimbangan yang di buat oleh Kapolri, sehingga proses penerimaan harus 
mempriotaskan putra daerah," tegasnya. 



Jenderal dengan tiga bintang di pundak ini mengaku, dalam mengutamakan putra 
daerah saat seleksi penerimaan AKPOL, kualitas juga harus diutamakan, karena 
mereka harus putra terbaik. Misalnya untuk Provinsi Maluku diberikan jatah 5 
orang. Ke lima orang ini harus menempati rangking 1 hingga 5. " Karena kalau 
kita mengikuti kuota nasional, maka akan sulit untuk bersaing dengan kota-kota 
besar di Indonesia," ungkapnya. Ito yang menggantikan posisi Komjen Susno 
Djuadji di Bareskrim Mabes Polri mengatakan, saat menjabat sebagai Kapolda Riau 
dan Sumatera Selatan seleksi penerimaan AKPOL dipakai pola kuota. 



Dalam kuota itu, putra daerah diberikan penilaian khusus. Pasalnya, jika 
bersaing dengan daerah-daerah lain dengan menggunakan standar nasional, pasti 
kalah secara normatif. Ini yang harus dilakukan sehingga putra daerah bisa 
diakomodir. Ito akan menindak tegas oknum-oknum perwira di Polda Maluku bila 
terbukti membekengi calon taruna itu. "Kalau ada bukti-bukti kuat berupa surat 
terkait dengan keterlibatan mereka, kita akan tindaklanjuti untuk diproses 
melalui Propam Mabes Polri,"tegasnnya. 



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke