Yg penting kan kaing2nya, makin keras makin baik, hehehe...
>________________________________ >From: sunny <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Tuesday, July 5, 2011 4:49 PM >Subject: [proletar] SBY Tak Bisa Ungkap ...+ SBY Ternyata Sudah Tahu ...+ Eks >Kapolri: Cari Nazaruddin, Polri Harus Punya Banyak Teman di LN > > > >http://us.detiknews.com/read/2011/07/05/163023/1675124/10/sby-tak-bisa-ungkap-ke-publik-keberadaan-nazaruddin?9911012 > >Selasa, 05/07/2011 16:30 WIB > >SBY Tak Bisa Ungkap ke Publik Keberadaan Nazaruddin >Luhur Hertanto - detikNews > >Jakarta - Presiden SBY telah menerima informasi mengenai keberadaan M >Nazaruddin saat ini. Namun informasi tersebut tidak bisa diungkap ke publik >karena berkaitan dengan proses hukum untuk menangkap tersangka kasus Kemenpora >itu. > >"Kami juga mendapat informasi itu. Tapi tentunya kami tidak bisa >menyampaikannya ke publik," ujar jubir Presiden SBY, Julian A Pasha di Bina >Graha, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (5/7/2011). > >Menurut Julian, keberadaan Nazaruddin merupakan otoritas kepolisian. >Kepolisian juga masih bekerja dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak lain. > >"Termasuk bekerjasama dengan seluruh negara-negara ASEAN," kata Julian. > >"Jadi Indonesia bukan kecolongan karena sebelum 30 Juni Nazaruddin sudah tidak >di Singapura?" tanya wartawan. > >"Kita hanya merespons apa yang ditanyakan. Tentunya ini berkaitan dengan >intelijen dan ini berkaitan dengan proses penyelidikan. Tidak bisa semuanya >langsung disampaikan ke publik," kata Julian. > >++++ > >http://us.detiknews.com/read/2011/07/05/162226/1675121/10/sby-ternyata-sudah-tahu-nazaruddin-tak-lagi-di-singapura?nd991103605 > >Selasa, 05/07/2011 16:22 WIB > >SBY Ternyata Sudah Tahu Nazaruddin Tak Lagi di Singapura >Luhur Hertanto - detikNews > >Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata sudah mengetahui M >Nazaruddin sudah tidak lagi berada di Singapura. Namun pemerintah RI tetap >berkominten untuk mencari tahu keberadaan mantan Bendahara Umum Partai >Demokrat (PD) itu. > >"Kita sudah mendengar pernyataan Jubir Kemenlu Singapura soal itu. >Sesungguhnya saya tidak berwenang menanggapinya. Tapi setelah berkonsultasi >dengan Menlu dan dipastikan bahwa M Nazaruddin, sudah tidak di Singapura," >kata Juru Bicara Presiden SBY, Julian A Pasha di Istana, Jalan Veteran, >Jakarta Pusat, Selasa (5/7/2011). > >Namun Julian mengaku tidak bisa berkomentar banyak soal informasi tersebut. >Yang pasti, jajaran Kemenlu dan Polri akan segera mengetahui di mana >Nazaruddin kini berada. "Tentu dengan kerjasama Porli dengan seluruh jajaran >terkait dan menjalin komunikasi dengan jajaran Kemenlu, akan segera diketahui >di mana Nazaruddin sekarang berada," kata Julian. > >Sebelumnya Juru Bicara Kemlu Singapura mengatakan, Nazaruddin sudah tidak lagi >berada di Singapura, sebelum dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi >Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 30 Juni lalu. > >Dia juga mengatakan, pihak pemerintah Singapura selalu bersikap kooperatif >dengan para penegak hukum di Indonesia baik di kasus Nazaruddin maupun >kasus-kasus lainnya. Namun sebelum Nazaruddin terlibat kasus dan ditetapkan >sebagai tersangka, pihak Singapura tidak memiliki alasan untuk melarangnya >masuk ataupun meninggalkan Singapura. > >Juru bicara juga mengaku tidak mengetahui di mana Nazaruddin saat ini. "Saya >tidak tahu, karena kami tidak melacak orang-orang setelah mereka meninggalkan >Singapura. Pihak berwenang di Indonesia sudah diinformasikan tentang tujuan >dia pada saat meninggalkan Singapura. Itu saja informasi yang kita punya," >katanya. > >(ken/fay) > >++++ >http://us.detiknews.com/read/2011/07/05/162500/1675123/10/eks-kapolri-cari-nazaruddin-polri-harus-punya-banyak-teman-di-ln?nd991103605 > >Selasa, 05/07/2011 16:25 WIB > >Eks Kapolri: Cari Nazaruddin, Polri Harus Punya Banyak Teman di LN >Mohamad Rizki Maulana - detikNews > >Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan Kapolri untuk >menangkap tersangka kasus suap Wisma Atlet di Kemenpora, M Nazaruddin, yang >kabur ke Singapura. Polri harus memiliki banyak relasi di luar negeri untuk >membawa pulang Nazaruddin. > >"Ini kan agak susah sebenarnya. Kalau dulu cara saya adalah, saya punya >kawan-kawan yang ada di Kepolisian Luar Negeri dan saya selalu menggunakan >mereka untuk mendapatkan info dan meminta bantuan tentang orang yang sedang >kita cari," ujar mantan Kapolri di era Gus Dur Jenderal Pol (Purn) Chairuddin >Ismail. > >Hal itu disampaikan Chairuddin usai diskusi publik bertajuk 'Polisi, Politik >dan Profesionalisme' di Hotel Ambhara, Blok M, Jakarta Selatan, Selasa >(5/7/2011). > >"Cuma kalau yang sekarang saya nggak tahu. Apakah mereka punya teman di luar >atau tidak, kemungkinan mereka punya teman di luar, tapi tidak mau ngasih >info. Bisa juga mereka nggak punya teman sama sekali ini di luar, jadi susah," >imbuhnya. > >Selain relasi, perjanjian ekstradisi dan kebijakan menangani kejahatan di >masing-masing negara juga berpengaruh, apalagi yang menyangkut kepentingan >nasional di suatu negara. Chairuddin mencontohkan, kasus Hendra Raharja yang >bisa diekstradisi dari Australia. > >"Nah akhirnya saya bisa tahu bahwa ekstradisi yang berlaku di negara-negara >yang berbahasa Inggris seperti Australia atau mungkin Singapura, itu sistem >ekstradisinya harus lebih dulu ditentukan oleh pengadilan, apakah bisa >dilakukan ekstradisi atau tidak," tuturnya. > >"Tidak seperti di Indonesia yang secara administrasi saja bisa melakukan >ekstradisi. Selain itu setiap negara juga punya kebijakan masing-masing soal >kejahatan. Apalagi bila itu menyangkut kepentingan nasional mereka," jelas dia. > >(nwk/asy) > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
