http://us.detiknews.com/read/2011/07/05/163023/1675124/10/sby-tak-bisa-ungkap-ke-publik-keberadaan-nazaruddin?9911012



Selasa, 05/07/2011 16:30 WIB

SBY Tak Bisa Ungkap ke Publik Keberadaan Nazaruddin   
Luhur Hertanto - detikNews


 





Jakarta - Presiden SBY telah menerima informasi mengenai keberadaan M 
Nazaruddin saat ini. Namun informasi tersebut tidak bisa diungkap ke publik 
karena berkaitan dengan proses hukum untuk menangkap tersangka kasus Kemenpora 
itu.

"Kami juga mendapat informasi itu. Tapi tentunya kami tidak bisa 
menyampaikannya ke publik," ujar jubir Presiden SBY, Julian A Pasha di Bina 
Graha, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (5/7/2011).

Menurut Julian, keberadaan Nazaruddin merupakan otoritas kepolisian. Kepolisian 
juga masih bekerja dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak lain. 

"Termasuk bekerjasama dengan seluruh negara-negara ASEAN," kata Julian.

"Jadi Indonesia bukan kecolongan karena sebelum 30 Juni Nazaruddin sudah tidak 
di Singapura?" tanya wartawan.

"Kita hanya merespons apa yang ditanyakan. Tentunya ini berkaitan dengan 
intelijen dan ini berkaitan dengan proses penyelidikan. Tidak bisa semuanya 
langsung disampaikan ke publik," kata Julian.

++++

http://us.detiknews.com/read/2011/07/05/162226/1675121/10/sby-ternyata-sudah-tahu-nazaruddin-tak-lagi-di-singapura?nd991103605


Selasa, 05/07/2011 16:22 WIB

SBY Ternyata Sudah Tahu Nazaruddin Tak Lagi di Singapura  
Luhur Hertanto - detikNews

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata sudah mengetahui M 
Nazaruddin sudah tidak lagi berada di Singapura. Namun pemerintah RI tetap 
berkominten untuk mencari tahu keberadaan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat 
(PD) itu.

"Kita sudah mendengar pernyataan Jubir Kemenlu Singapura soal itu. Sesungguhnya 
saya tidak berwenang menanggapinya. Tapi setelah berkonsultasi dengan Menlu dan 
dipastikan bahwa M Nazaruddin, sudah tidak di Singapura," kata Juru Bicara 
Presiden SBY, Julian A Pasha di Istana, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa 
(5/7/2011).

Namun Julian mengaku tidak bisa berkomentar banyak soal informasi tersebut. 
Yang pasti, jajaran Kemenlu dan Polri akan segera mengetahui di mana Nazaruddin 
kini berada. "Tentu dengan kerjasama Porli dengan seluruh jajaran terkait dan 
menjalin komunikasi dengan jajaran Kemenlu, akan segera diketahui di mana 
Nazaruddin sekarang berada," kata Julian.

Sebelumnya Juru Bicara Kemlu Singapura mengatakan, Nazaruddin sudah tidak lagi 
berada di Singapura, sebelum dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi 
Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 30 Juni lalu.

Dia juga mengatakan, pihak pemerintah Singapura selalu bersikap kooperatif 
dengan para penegak hukum di Indonesia baik di kasus Nazaruddin maupun 
kasus-kasus lainnya. Namun sebelum Nazaruddin terlibat kasus dan ditetapkan 
sebagai tersangka, pihak Singapura tidak memiliki alasan untuk melarangnya 
masuk ataupun meninggalkan Singapura.

Juru bicara juga mengaku tidak mengetahui di mana Nazaruddin saat ini. "Saya 
tidak tahu, karena kami tidak melacak orang-orang setelah mereka meninggalkan 
Singapura. Pihak berwenang di Indonesia sudah diinformasikan tentang tujuan dia 
pada saat meninggalkan Singapura. Itu saja informasi yang kita punya," katanya.

(ken/fay)

++++
http://us.detiknews.com/read/2011/07/05/162500/1675123/10/eks-kapolri-cari-nazaruddin-polri-harus-punya-banyak-teman-di-ln?nd991103605

Selasa, 05/07/2011 16:25 WIB

Eks Kapolri: Cari Nazaruddin, Polri Harus Punya Banyak Teman di LN  
Mohamad Rizki Maulana - detikNews


Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan Kapolri untuk 
menangkap tersangka kasus suap Wisma Atlet di Kemenpora, M Nazaruddin, yang 
kabur ke Singapura. Polri harus memiliki banyak relasi di luar negeri untuk 
membawa pulang Nazaruddin.

"Ini kan agak susah sebenarnya. Kalau dulu cara saya adalah, saya punya 
kawan-kawan yang ada di Kepolisian Luar Negeri dan saya selalu menggunakan 
mereka untuk mendapatkan info dan meminta bantuan tentang orang yang sedang 
kita cari," ujar mantan Kapolri di era Gus Dur Jenderal Pol (Purn) Chairuddin 
Ismail.

Hal itu disampaikan Chairuddin usai diskusi publik bertajuk 'Polisi, Politik 
dan Profesionalisme' di Hotel Ambhara, Blok M, Jakarta Selatan, Selasa 
(5/7/2011).

"Cuma kalau yang sekarang saya nggak tahu. Apakah mereka punya teman di luar 
atau tidak, kemungkinan mereka punya teman di luar, tapi tidak mau ngasih info. 
Bisa juga mereka nggak punya teman sama sekali ini di luar, jadi susah," 
imbuhnya.

Selain relasi, perjanjian ekstradisi dan kebijakan menangani kejahatan di 
masing-masing negara juga berpengaruh, apalagi yang menyangkut kepentingan 
nasional di suatu negara. Chairuddin mencontohkan, kasus Hendra Raharja yang 
bisa diekstradisi dari Australia. 

"Nah akhirnya saya bisa tahu bahwa ekstradisi yang berlaku di negara-negara 
yang berbahasa Inggris seperti Australia atau mungkin Singapura, itu sistem 
ekstradisinya harus lebih dulu ditentukan oleh pengadilan, apakah bisa 
dilakukan ekstradisi atau tidak," tuturnya.

"Tidak seperti di Indonesia yang secara administrasi saja bisa melakukan 
ekstradisi. Selain itu setiap negara juga punya kebijakan masing-masing soal 
kejahatan. Apalagi bila itu menyangkut kepentingan nasional mereka," jelas dia.

(nwk/asy)




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke