http://us.detiknews.com/read/2011/07/05/151311/1675037/10/indonesia-paparkan-strategi-anti-terorisme-ke-eropa?nd991103605

Selasa, 05/07/2011 15:13 WIB
 
Laporan dari Brussel

Indonesia Paparkan Strategi Anti-terorisme ke Eropa  
Eddi Santosa - detikNews



Brussel - Indonesia memperlakukan aksi terorisme sebagai tindak kriminal, 
sehingga yang digunakan adalah pendekatan hukum. Pelaku yang tertangkap 
diproses secara hukum melalui proses peradilan independen. 

Demikian Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Jenderal Polisi 
(Purn) Ansyaad Mbai dalam seminar "Strategi Penanggulangan Terorisme 
Indonesia", seperti disampaikan Fungsi Penerangan Sosial Budaya dan Diplomasi 
Publik KBRI Brussel Punjul Nugraha di Brussel kepada detikcom (4/7/2011). 

Seminar yang diselenggarakan bersama oleh KBRI Brussel dengan Egmont Institute 
di Kastil Val Duchesse, Brussel (29/6/2011), dihadiri oleh peserta yang 
sebagian besar wakil dari institusi Uni Eropa, Kementerian Luar Negeri dan 
Kementerian Pertahanan Belgia, lembaga think-tank dan akademisi di Belgia. 

Tampil sebagai pembicara utama, Jenderal Mbai memaparkan bahwa strategi 
pendekatan untuk penanggulangan terorisme yang dilakukan Indonesia itu 
dikembangkan dari berbagai pengalaman dalam menghadapi aksi-aksi terorisme 
sebelumnya. 

"Penggunaan hard power dalam menghadapi terorisme tidaklah cukup. Oleh karena 
itu, Indonesia juga mengembangkan program deradikalisasi," tegas Jenderal Mbai. 

Menurut Jenderal Mbai, salah satu hal terpenting dalam pemberantasan terorisme 
adalah melawan ideologi radikal melalui berbagai pendekatan sosial. 

Lebih lanjut Jenderal Mbai menekankan bahwa elemen penting lain dalam 
pemberantasan terorisme adalah kerjasama internasional, sebab tidak ada satu 
negarapun yang kebal terhadap ancaman terorisme. 

"Kerjasama antar negara baik melalui skema bilateral maupun multilateral 
merupakan salah satu kunci untuk meminimalisasi ancaman terorisme," papar 
Jenderal Mbai. 

Sementara itu, Kepala Bagian Penanggulangan Terorisme Kemenlu Belgia, Dubes 
Thomas Baekelandt, yang tampil sebagai komentator mengatakan bahwa dia 
mengikuti dengan seksama perkembangan kapasitas Indonesia dalam upaya 
penanggulangan terorisme. 

"Indonesia telah mencatatkan perkembangan dan prestasi menggembirakan dalam 
pemberantasan terorisme. Apa yang dilakukan oleh Indonesia sebenarnya dapat 
pula dikembangkan untuk Eropa, utamanya untuk meningkatkan awareness masyarakat 
guna pencegahan berkembangnya radikalisme," ujar Dubes Baekelandt. 

Duta Besar RI di Brussel Arif Havas Oegroseno dalam pernyataannya menyampaikan 
bahwa kunjungan Kepala BNPT ke Brussel adalah untuk menunjukkan secara langsung 
keberhasilan Indonesia dalam upaya penanggulangan terorisme serta membuka 
kesempatan saling tukar pengalaman dengan berbagai pihak di Eropa dalam 
menangani masalah terorisme.

(es/es)
++++++
http://us.detiknews.com/read/2011/07/17/171906/1682995/10/wiranto-negara-adil-sejahtera-terorisme-berkurang?nd991103605

Minggu, 17/07/2011 17:19 WIB

Wiranto: Negara Adil Sejahtera, Terorisme Berkurang  
Novi Christiastuti Adiputri - detikNews


 


Jakarta - Bukan perang mati-matian untuk memberantas terorisme di muka bumi 
ini. Jika negara sejahtera, maka terorisme akan berkurang dengan sendirinya. 
Itulah pendapat Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto soal 
terorisme.

"Menurut saya kalau kesejahteraan dan keadilan sudah dapat dibangun di negeri 
ini, itu akan berkurang terorisme dengan sendirinya," kata Wiranto di sela-sela 
perayaan milad ke-13 Partai Bulan Bintang (PBB) di Kantor DPP PBB, Jl Raya 
Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (17/7/2011).

Dia menambahkan, masalah bom dan terorisme tidak bisa dilepaskan dari kondisi 
rakyat sekarang ini. Selama masyarakat diperlakukan tidak adil dan manusia 
tidak dimanusiakan, akan terjadi konflik batin dalam diri mereka.

"Akan terjadi suatu kenekatan-kenekatan yang membuahkan suatu tindakan yang 
disebut terorisme. Jadi terorisme itu tidak bisa secara fisik diselesaikan, 
tetapi hak manusia, terutama manusia Indonesia itu dimanusiakan, dipenuhi," 
tutur mantan Panglima ABRI ini.

Dia enggan mengomentari kasus Pondok Umar bin Khattab, Bima, Nusa Tenggara 
Barat (NTB). "Itu tanya saja pada intelijen," ucap dia sambil berlalu.

Sebelumnya saat polisi menyisir ke Pondok Umar bin Khattab, ditemukan 150 
batang anak panah ukuran pendek, 165 anak panah ukuran panjang, 42 ketapel anak 
panah, 50 batang paku panjang, 50 paku pendek, 50 rangkaian paku yang sudah 
dirakit, 10 bilah pedang, 9 bilah belati pisau, 1 celurit, 1 kapak, 1 senjata 
senapan angin, 25 botol bom molotov, 1 jerigen ukuran 10 liter berisi air 
raksa, 182 buku majalah agama tentang jihad, 3 batang tombak, dan barang 
lainnya.

Di dalam salah satu ruangan di pondok tersebut, polisi menemukan sketsa denah 
rencana pengeboman Polsek Mada Pangga, Bima. Terkait kasus ini, polisi sudah 
menetapkan 7 tersangka.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke