Apa cara2 FPI, FUI dll itu bukan terorisme jg?
>________________________________ >From: sunny <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Sunday, July 17, 2011 6:35 PM >Subject: [proletar] Indonesia Paparkan Strategi Anti-terorisme ke Eropa + >Wiranto: Negara Adil Sejahtera, Terorisme Berkurang > > > >http://us.detiknews.com/read/2011/07/05/151311/1675037/10/indonesia-paparkan-strategi-anti-terorisme-ke-eropa?nd991103605 > >Selasa, 05/07/2011 15:13 WIB > >Laporan dari Brussel > >Indonesia Paparkan Strategi Anti-terorisme ke Eropa >Eddi Santosa - detikNews > >Brussel - Indonesia memperlakukan aksi terorisme sebagai tindak kriminal, >sehingga yang digunakan adalah pendekatan hukum. Pelaku yang tertangkap >diproses secara hukum melalui proses peradilan independen. > >Demikian Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Jenderal Polisi >(Purn) Ansyaad Mbai dalam seminar "Strategi Penanggulangan Terorisme >Indonesia", seperti disampaikan Fungsi Penerangan Sosial Budaya dan Diplomasi >Publik KBRI Brussel Punjul Nugraha di Brussel kepada detikcom (4/7/2011). > >Seminar yang diselenggarakan bersama oleh KBRI Brussel dengan Egmont Institute >di Kastil Val Duchesse, Brussel (29/6/2011), dihadiri oleh peserta yang >sebagian besar wakil dari institusi Uni Eropa, Kementerian Luar Negeri dan >Kementerian Pertahanan Belgia, lembaga think-tank dan akademisi di Belgia. > >Tampil sebagai pembicara utama, Jenderal Mbai memaparkan bahwa strategi >pendekatan untuk penanggulangan terorisme yang dilakukan Indonesia itu >dikembangkan dari berbagai pengalaman dalam menghadapi aksi-aksi terorisme >sebelumnya. > >"Penggunaan hard power dalam menghadapi terorisme tidaklah cukup. Oleh karena >itu, Indonesia juga mengembangkan program deradikalisasi," tegas Jenderal >Mbai. > >Menurut Jenderal Mbai, salah satu hal terpenting dalam pemberantasan terorisme >adalah melawan ideologi radikal melalui berbagai pendekatan sosial. > >Lebih lanjut Jenderal Mbai menekankan bahwa elemen penting lain dalam >pemberantasan terorisme adalah kerjasama internasional, sebab tidak ada satu >negarapun yang kebal terhadap ancaman terorisme. > >"Kerjasama antar negara baik melalui skema bilateral maupun multilateral >merupakan salah satu kunci untuk meminimalisasi ancaman terorisme," papar >Jenderal Mbai. > >Sementara itu, Kepala Bagian Penanggulangan Terorisme Kemenlu Belgia, Dubes >Thomas Baekelandt, yang tampil sebagai komentator mengatakan bahwa dia >mengikuti dengan seksama perkembangan kapasitas Indonesia dalam upaya >penanggulangan terorisme. > >"Indonesia telah mencatatkan perkembangan dan prestasi menggembirakan dalam >pemberantasan terorisme. Apa yang dilakukan oleh Indonesia sebenarnya dapat >pula dikembangkan untuk Eropa, utamanya untuk meningkatkan awareness >masyarakat guna pencegahan berkembangnya radikalisme," ujar Dubes Baekelandt. > >Duta Besar RI di Brussel Arif Havas Oegroseno dalam pernyataannya menyampaikan >bahwa kunjungan Kepala BNPT ke Brussel adalah untuk menunjukkan secara >langsung keberhasilan Indonesia dalam upaya penanggulangan terorisme serta >membuka kesempatan saling tukar pengalaman dengan berbagai pihak di Eropa >dalam menangani masalah terorisme. > >(es/es) >++++++ >http://us.detiknews.com/read/2011/07/17/171906/1682995/10/wiranto-negara-adil-sejahtera-terorisme-berkurang?nd991103605 > >Minggu, 17/07/2011 17:19 WIB > >Wiranto: Negara Adil Sejahtera, Terorisme Berkurang >Novi Christiastuti Adiputri - detikNews > >Jakarta - Bukan perang mati-matian untuk memberantas terorisme di muka bumi >ini. Jika negara sejahtera, maka terorisme akan berkurang dengan sendirinya. >Itulah pendapat Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto soal >terorisme. > >"Menurut saya kalau kesejahteraan dan keadilan sudah dapat dibangun di negeri >ini, itu akan berkurang terorisme dengan sendirinya," kata Wiranto di >sela-sela perayaan milad ke-13 Partai Bulan Bintang (PBB) di Kantor DPP PBB, >Jl Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (17/7/2011). > >Dia menambahkan, masalah bom dan terorisme tidak bisa dilepaskan dari kondisi >rakyat sekarang ini. Selama masyarakat diperlakukan tidak adil dan manusia >tidak dimanusiakan, akan terjadi konflik batin dalam diri mereka. > >"Akan terjadi suatu kenekatan-kenekatan yang membuahkan suatu tindakan yang >disebut terorisme. Jadi terorisme itu tidak bisa secara fisik diselesaikan, >tetapi hak manusia, terutama manusia Indonesia itu dimanusiakan, dipenuhi," >tutur mantan Panglima ABRI ini. > >Dia enggan mengomentari kasus Pondok Umar bin Khattab, Bima, Nusa Tenggara >Barat (NTB). "Itu tanya saja pada intelijen," ucap dia sambil berlalu. > >Sebelumnya saat polisi menyisir ke Pondok Umar bin Khattab, ditemukan 150 >batang anak panah ukuran pendek, 165 anak panah ukuran panjang, 42 ketapel >anak panah, 50 batang paku panjang, 50 paku pendek, 50 rangkaian paku yang >sudah dirakit, 10 bilah pedang, 9 bilah belati pisau, 1 celurit, 1 kapak, 1 >senjata senapan angin, 25 botol bom molotov, 1 jerigen ukuran 10 liter berisi >air raksa, 182 buku majalah agama tentang jihad, 3 batang tombak, dan barang >lainnya. > >Di dalam salah satu ruangan di pondok tersebut, polisi menemukan sketsa denah >rencana pengeboman Polsek Mada Pangga, Bima. Terkait kasus ini, polisi sudah >menetapkan 7 tersangka. > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
