http://www.antaranews.com/berita/267133/ketiga-terbesar-di-dunia-kematian-akibat-rokok-di-indonesia

Ketiga Terbesar di Dunia, Kematian Akibat Rokok di Indonesia
Rabu, 13 Juli 2011 15:46 WIB | 1871 Views

  Merokok ini merupakan suatu kebiasaan yang akhirnya menjadi suatu karakter. 
Jakarta (ANTARA News) - Angka kematian akibat penyakit yang disebabkan merokok 
di Indonesia menempati urutan ketiga terbesar di dunia setelah China dan India.

"Merokok ini merupakan suatu kebiasaan yang akhirnya menjadi suatu karakter. 
Cara mengatasinya dengan bagaimana mengubah pikiran sampai benar-benar berhenti 
untuk tidak merokok," kata Direktur Medis Rumah Sakit Sahid Sahirman Memorial 
Hospital (SSMH), dr. Harry Agus Alamudin dalam acara peresmian rumah sakit itu 
di Jakarta, Rabu. 

Menurut Harry, pada tahun 2010, pihaknya menerima sekitar 2.654 karyawan dari 
beberapa perusahaan yang melakukan cek kesehatan. 

Dari hasil anamnesa 69 persen tidak merokok, 31 persen mempunyai kebiasaan 
merokok 11-20 batang per hari. 

"Salah satu saran yang diberikan kepada peerokok dan memilliki penyakit kronis 
adalah harus berhenti merokok," katanya.

Untuk membantu perokok mengatasi masalah selama upaya menghentikan kebiasaan 
merokok, Rumah Sakit SSMH bersama PT Pfizer Indonesia membuka Klinik Stop 
Merokok di Jakarta.

Ditambahkan, di klinik merokok terdapat pengobatan secara farmakologis dan 
non-farmakologis.

"Di klinik merokok tidak hanya diatasi dengan obat-obatan yang disebut 
farmakologis, tapi juga mengontrol dengan suatu pengobatan non-farmakologis 
yaitu dengan melakukan secara edukasi terhadap perokok sehingga para perokok 
tahu bagaimana cara menghentikannya," katanya.

Sementara itu, dokter ahli spesialis jantung dan pembuluh darah SSMH, dr. Aulia 
Sani menjelaskan angka kejadian penyakit kronis dapat dengan mudah dan cepat 
dikurangi hanya dengan merubah hidup.

"Mengurangi kebiasaan merokok adalah salah satu upaya perubahan perilaku yang 
dapat membantu mencegah terjadinya penyakit kronis atau mengurangi komplikasi 
penyakit yang diderita. Terapi dari klinik Stop Merokok dilakukan secara 
menyeluruh dan konsisten sehingga diperkirakan tingkat keberhasilannya lebih 
tinggi dibandingkan pasien yang melakukan terapi farmakologis saja," kata Aulia.

Sementara itu, Marketing Director PT Pfizer Indonesia, dr. Selly H. Rorong 
mengatakan metode yang menggabungkan terapi psikologis dan farmakologis di 
klinik itu dapat dijadikan acuan bagi pelayanan medis di seluruh Indonesia 
untuk membantu pasien lepas dari adiksi nikotin.

"Melalui terobosan inovatif dalam penanggulangan adiksi nikotin, diharapkan 
penanggulangan masalah merokok di Indonesia dapat lebih efektif dan 
terintegrasi," katanya.

Terapi Klinik Stop Merokok diberikan oleh tim dokter secara terpadu selama 12 
minggu di Sahid Sahirman Memorial Hospital mulai dari konsultasi psikologis 
individual, sesi curhat, terapi farmakologis hingga pemantauan berkala melalui 
"Costumer Relationship Management" (CRM). 
(UMH)
Editor: Ella Syafputr

Berita Terkait
  a.. Perokok Anak Meningkat, Menkes Prihatin 
  b.. Anak- Anak Cenderung Mencontoh Orang Tuanya Merokok
  c.. Kantor Kecamatan Danurejan Tiga Bulan Bebas Rokok
  d.. Dilarang Merokok di Kantor Kecamatan Ini
  e.. Pabrik Rokok Kecil Terancam Gulung Tikar
Video
  a.. Hari Tanpa Tembakau Sedunia
  b.. Indonesia Perokok Terbesar Ketiga


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke