Refl: Sekalipun 3 anggota TNI ini disidangkan tidak berarti bahwa apabila 
mereka terbukti bersalah melanggar hukum akan akan mendapat hubuman berat 
dengan meringkuk 15 atau 20 tahun di penjara dan disiksa,  bila dibandingkan 
dengan orang papua di tahan karena mengibarkan bendera "Bintang Kejora" atau 
"Benang Raja". Selain itu kalaupun para terdakwa dikum penjara 10 tahun, 
hukuman ini hanya formalistas saja, karena segera akan dibebaskan, ibarat mausk 
pintu muka keluar pintu belakang. Pengalaman adalah guru terbaik! 

http://www.suarapembaruan.com/home/3-anggota-tni-disidang-karena-menganiaya-warga-papua/9230


3 Anggota TNI Disidang Karena Menganiaya Warga Papua
Rabu, 20 Juli 2011 | 21:36


[JAYAPURA]  3 anggota TNI yang didakwa melakukan kekerasan terhadap warga sipil 
hingga tewas, ini terungkap  dalam rekaman tindakan kekerasan ketiga oknum 
aparat tersebut menyebar di dunia maya.  Ini terungkap  pada sidang di 
Pengadilan Oditur Militer III-19 Jayapura, Rabu (20/7) petang.

Terungkap dakam sidang, ketiga oknum  anggota TNI tercatat dari kesatuan 
Batalyon Infantri 753/AVT Nabire. Sidang militer dipimpin majelis hakim Mayor 
CHK Suyitno Heri Prasetio dan 2 hakim anggota Mayor B Indrawan dan  Mayor 
Syarifuddin Tarigan. Oditur militer Kapten Jem CH Manibuy mendakwa ketiga 
anggota TNI masing-masing Sertu Saut Sihombing, Prada Hery Purwanto dan Hasirun 
telah melakukan tindak pidana penganiayaan seperti yang diatur dalam KUHP 
Militer pasal 351 ayat 1 junto pasal 103 ayat 1 yang mengakibatkan meninggalnya 
salah seorang warga bernama Kinderman Gire.

Ketiga terdakwa juga dianggap tidak mentaati perintah dinas.Atas dakwaan 
oditur, ketiga terdakwa menerima dan siap diperiksa oleh
pengadilan militer. "Ya, saya siap disidang karena telah melakukan tindak 
pidana penganiayaan terhadap warga sipil," ujar Saut Torang Sihombing kepada 
majelis hakim. Namun, karena waktu sudah menjelang sore, sidang dilanjutkan 
Kamis 21 Juli.

Peristiwa penganiayaan terhadap Kinderman Gire terjadi 17 Maret 2010. Lettu Inf 
Sudarmin selaku Dan Pos Illu Puncak Jaya saat itu memerintahkan para tersangka 
berpatroli ke arah Mulia ibukota Puncak Jaya. Lantas, para tersangka kemudian 
melaksanakan
perintah itu, dengan mengikuti konvoi mobil rombongan mengangkut bahan makanan. 
      
Setibanya di Pintu Angin Kalome, salah seorang sopir pengangkut bahan makanan 
dari Wamena-Mulia melapor ke Sertu Saut
Torang Sihombing, bahwa ada seorang warga bernama Kinderman Gire meminta Bahan 
Bakar minyak. Sertu Saut Torang Sihombing kemudian mendatangi korban, dan 
menanyakan kenapa meminta-minta BBM. Saat itu, warga lain bernama Pitinus 
Kogoya, lalu Sertu Sihombing juga menanyakannya. Tapi kedua warga sipil itu 
tidak memberikan jawaban, sehingga Sertu Sihombing emosi dan memukul Kinderman 
Gire di bagian dada. Serta menempeleng Pitinus Kogoya di bagian pipi.

Usai dipukul, Kinderman Gire kemudian memberikan jawaban, "saya tidak takut 
dengan TNI, karena saya juga punya teman di atas Gunung 30 orang lengkap 
bersenjata.

Selanjutnya, Sertu Sihombing menyerahkan dua warga sipil itu, kepada Prada Hery 
Purwanto dan Pratu Hasirun untuk diinterogasi. Saat diinterogasi, warga sipil 
itu kemudian dipukuli. Saat itu Pitinus Kogoya berupaya melarikan diri dengan 
meloncat ke jurang, Pratu Hasirun kemudian menembakan senapannya ke atas 
sebagai tembakan peringatan, untuk menghentikan Pitinus Kogoya. Lantas, secara 
bersamaan Kinderman Gire mencoba merampas senapan yang dipegang Hery Purwanto, 
namun tidak berhasil karena posisi senapan dikalungkan ke badan. Lalu secara 
refleks Hery Purwanto menembakan senapan jenis SS1 V-1 ke arah Kinderman Gire, 
dan mengenai punggung tembus dada kiri. Tujuannya, agar Kinderman tidak lari.

Melihat kejadian itu, Sertu Saut Torang Sihombing menanyakan kepada dua 
anggotanya kenapa menembak. Lantas Saut memeriksa kondisi Kinderman Gire 
ternyata sudah tewas. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada Danpos Lettu 
Sudarmin. Dan diberi petunjuk agar diamankan.

Selanjutnya ketiga tersangka mengangkut mayat Kinderman Gire ke mobil dan 
setibanya di jembatan Tingginambut, dilempar ke sungai oleh Sertu Saut Torang 
Sihombing dan Prada Hery Purwanto. Sedangkan Pratu Hasirun bertugas mengamankan 
situasi.[154]

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke