Refl: Bagaimana kalau ramai-ramai meninggalkan bahtera?, Bukankah masih ada 
bahtera lain yang lebih mantep lagi jujur serta teguh mengahadapi ombak 
gelombang samudera politk penipuan demi kepentingan rakyat?

http://www.sinarharapan.co.id/content/read/sby-tidak-patuh-silahkan-keluar/

23.07.2011 11:47

SBY: Tidak Patuh Silahkan Keluar
Penulis : Ruhut Ambarita   



Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ketua Umum 
Partai Demokrat Anas Urbaningrum berjalan bersama saat memasuki ruang Rapat 
Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Demokrat di Sentul, Bogor, Jawa Barat, 
Sabtu (23/7).(SH/Don Peter)

BOGOR -  Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), 
meminta kader PD yang tidak bersih dan tidak patuh, untuk meninggalkan partai. 

"Siapa yang tidak mau dan tidak sanggup lebih baik meninggalkan partai ini. 
Silakan dengan baik-baik kartu tanda anggota Saudara diserahkan kepada partai. 
Meskipun kita sedih karena berpisah, tapi kehormatan dan citra partai di atas 
segalanya," katanya di hadapan ribuan kader saat membuka Rapat Koordinasi 
Nasional (Rakornas) Partai Demokrat (PD) tahun 2011 di Sentul International 
Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/7).

Dalam pidato sekitar 20 menit tersebut, SBY menanggapi posisi PD dan kasus 
Nazaruddin, serta sikap kader PD dalam menanggapi masalah itu, juga bagaimana 
pemberitaan media massa terhadap kasus tersebut. SBY menyoroti para kader PD 
yang justru saling serang di publik saat menanggapi kasus Nazaruddin. "Ada 
sejumlah kecil kader tidak bersih, tidak cerdas dan santun dalam berkomunikasi 
politik. Akibatnya oleh lawan politik dilihat sebagai titik lemah dan kesalahan 
kecil dijadikan sasaran tembak," katanya. 

Ia menyebut apa yang terjadi selama ini, dalam kasus Nazaruddin, adalah "trial 
by press". Karena itu, mengulang lagi permintaan yang pernah disampaikan 
sebelumnya, ia meminta Nazaruddin pulang ke Indonesia. "Kita tidak tahu 
Nazaruddin ada di mana dan dengan siapa dia bekerja," ujarnya. Ia juga menyebut 
apa yang terjadi pada Partai Demokrat saat ini adalah serangan yang disertai 
dengan fitnah. "Itu situasi yang kita hadapi. Menghadapi seperti ini, para 
kader jangan panik," tuturnya. 

Rakornas diikuti sekitar 5.000 peserta dan peninjau dari seluruh Indonesia. 
Mereka adalah ketua dan sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) maupun ketua dan 
sektretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) sebagai peserta serta kader Partai 
Demokrat sebagai peninjau. 

Para peserta Rakornas Partai Demokrat yang berasal dari seluruh daerah di 
Indonesia tampak sudah meramaikan Sentul International Convention Center 
(SICC), pada Sabtu sejak sekitar pukul 07.30 WIB.  Peserta menginap di 10 hotel 
berbintang di Jakarta, Sabtu dan Minggu (24/7).

Ketua Umum PD Anas Urbaningrum dalam pidatonya mengatakan PD sedang menghadapi 
cobaan. "Mari kita tunjukkan bahwa kita bersatu padu, inilah forum untuk 
melakukan konsolidasi. Itulah kenapa rapat konsolidasi kita mengambil tema 
konsolidasi, perbaikan dan peningkatan kinerja," paparnya.

Saat Anas ke podium untuk berpidato, peserta Rakornas PD berteriak. Ada juga 
yang bersiul. "Anas...Anas...," teriak peserta Rakornas.  Teriakan menyebut 
nama Anas paling jelas terdengar dari ribuan peserta kongres. Peserta rakornas 
juga terdengar ada yang bersiul. Mereka merupakan peserta yang duduk di barisan 
bangku belakang.

Rakornas Partai Demokrat berlangsung 23-24 Juli 2011 dimaksudkan untuk 
melakukan konsolidasi secara nasional di tengah masalah yang mendera partai 
tersebut karena terkuaknya kasus suap pembangunan Wisma Atlet SEA Games XXVI di 
Palembang, Sumatera Selatan, yang menyeret mantan Bendahara Umum PD M 
Nazaruddin.

Setelah memberikan sambutan pembukaan SBY langsung  dilanjutkan dengan 
pembekalan kepada para peserta. Pada hari pertama, Anas Urbaningrum dan 
Sekretaris Jenderal Edhie Baskoro juga dijadwalkan memberikan pembekalan kepada 
peserta DPD Partai Demokrat seluruh Indonesia.

Selain itu, dijadwalkan hadir memberikan pengarahan pada Sabtu malam adalah 
Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, serta pengamat 
politik J Kristiadi. Pada hari kedua Minggu dijadwalkan pengarahan dari Menko 
Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono serta paparan dari Komisi Pemilihan Umum 
(KPU) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Rakornas Partai Demokrat untuk penataan kembali dan konsolidasi internal itu 
berakhir pada Minggu malam dengan pernyataan politik ketua umum serta 
pengarahan dari ketua dewan pembina. Sementara itu, seorang fungsionaris PD 
lainnya, Andi Nurpati, sedang menghadapi masalah hukum karena diduga ketika 
masih menjadi anggota KPU terlibat dalam pembuatan surat keputusan palsu 
tentang terpilihnya seorang anggota DPR. 

Pendiri PD Vence Rumangkang mengatakan, PD harus segera dibersihkan dari 
kader-kader partai yang bermasalah. Gonjang-ganjing di partai harus segera 
diakhiri. Jika hal itu tidak dilakukan maka PD tinggal kenangan. "Partai ini 
harus diselamatkan," katanya sebelum mengikuti Rakornas.

Vence mengatakan, Rakornas PD harus bisa menghasilkan solusi. Susilo Bambang 
Yudhoyono sebagai tokoh sentral partai harus bisa menentukan langkah-langkah 
untuk menyelesaikan gonjang-ganjing di PD. "Tidak boleh lama. Kalau 
(penyelesaian) tidak sampai akhir 2011 maka akan digiring terus dan partai ini 
akan tinggal partai kenangan," ujarnya Ia mengatakan, kader-kader Partai 
Demokrat yang bermasalah harus segera ditertibkan.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Tengah (Jateng), Dani Sriyanto mengatakan, 
PD  telah diselewengkan oleh kader-kader partai yang memiliki kepentingan 
pribadi dan mengamankan kepentingannya sendiri dengan mengggunakan partai.

"Partai ini telah dibelokkan oleh orang-orang yang punya kepentingan pribadi," 
ujarnya. Ia menyatakan, sejak Kongres II PD pada tahun lalu, ia telah merasakan 
sesuatu yang tidak wajar. Dani mengatakan, Anas Urbaningrum harus bertanggung 
jawab atas kisruh atau gonjang-ganjing yang dihadapi PD saat ini yang 
diakibatkan kader-kader yang lebih mengedepankan kepentingan sendiri. 

Legitimasi Anas Dipertanyakan

Direktur Riset Charta Politika, Yunarto Wijaya yang dihubungi SH, Sabtu pagi 
ini mengatakan, Rakornas PD diyakini bakal berlangsung panas, namun tidak akan 
berujung ke Kongres Luar Biasa (KLB). "Situasi memang akan panas. Tapi tidak 
akan berubah menjadi kongres luar biasa," ujarnya.

Dia  yakin sejumlah peserta pasti mempertanyakan kepemimpinan Anas Urbaningrum. 
Apalagi setelah munculnya tudingan-tudingan dari Nazaruddin bahwa Anas terkait 
kasus korupsi dan politik uang dalam pemilihan ketua umum PD melalui kongres di 
Bandung. "Pertanyaan mengenai legitimasi kepemimpinan Anas pasti akan muncul," 
katanya.

Namun, menurut Yunarto, tidak mungkin agenda Rakornas berubah menjadi Kongres 
Luar Biasa untuk menurunkan Anas apalagi Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya 
telah menegaskan tidak akan ada KLB untuk menurunkan Anas. "Kalau sampai 
terjadi KLB sama saja mencoreng wajah Ketua Dewan Pembina," paparnya.

Yunarto yakin kemunculan Nazaruddin di televisi merupakan bagian untuk 
mendiskreditkan Anas menjelang Rakornas. "Memang ada nuansa politis. Tetapi 
siapa yang bermain di balik Nazaruddin, ini sulit dibuktikan," paparnya. Dalam 
politik, kata Yunarto, siapapun bisa memainkan peran termasuk barisan internal 
PD.

Testimoni Nazaruddin lewat penampilan media audio visual skype semalam tentang 
kepemimpinan Anas dalam berbagai kasus mafia anggaran untuk kepentingan pribadi 
akam semakin memperkuat tuntutan peserta Rakornas PD untuk menggantikannya. 

"Tuntutan untuk menggantikannya sangat kuat, sepertinya sulit dipertahankan," 
demikian ujar sumber SH dari PD yang tidak mau disebutkan namanya. Namun, 
menurut pengamat politik Ari Dwipayana, keputusan pergantian ketua umum akan 
sangat tergantung pada SBY.

"SBY kemungkinan besar akan mempertahankan Anas dan menjalankan ko-eksistensi 
damai karena tidak mau ditunggangi kepentingan-kepentingan politik di luar 
partai," jelasnya.

SBY, menurutnya, akan membuka proses hukum pada Anas berlangsung dan menjadikan 
dasar penggantian Anas di kemudian hari. "Kalau tuntutan KLB dan penggantian 
Anas berhasil kuat memengaruhi SBY maka dia akan mengikuti proses politik yang 
dikehendaki forum Rakornas tersebut," jelasnya. (Vidi Batlolone/Web Warouw).


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke