Maslaahnya, si SBY itu kan cuma "minta", ga nyuruh, jadi kalo orang ga nurutin 
permintaannya, itu bukan berarti dia ga patuh. Jadi ga usah keluar partai kalo 
ga menuhin permintaan SBY.




>________________________________
>From: sunny <[email protected]>
>To: [email protected]
>Sent: Sunday, July 24, 2011 4:48 AM
>Subject: [proletar] SBY: Tidak Patuh Silahkan Keluar
>
>
>  
>Refl: Bagaimana kalau ramai-ramai meninggalkan bahtera?, Bukankah masih ada 
>bahtera lain yang lebih mantep lagi jujur serta teguh mengahadapi ombak 
>gelombang samudera politk penipuan demi kepentingan rakyat?
>
>http://www.sinarharapan.co.id/content/read/sby-tidak-patuh-silahkan-keluar/
>
>23.07.2011 11:47
>
>SBY: Tidak Patuh Silahkan Keluar
>Penulis : Ruhut Ambarita 
>
>Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ketua 
>Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum berjalan bersama saat memasuki ruang 
>Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Demokrat di Sentul, Bogor, Jawa 
>Barat, Sabtu (23/7).(SH/Don Peter)
>
>BOGOR -  Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), 
>meminta kader PD yang tidak bersih dan tidak patuh, untuk meninggalkan partai. 
>
>"Siapa yang tidak mau dan tidak sanggup lebih baik meninggalkan partai ini. 
>Silakan dengan baik-baik kartu tanda anggota Saudara diserahkan kepada partai. 
>Meskipun kita sedih karena berpisah, tapi kehormatan dan citra partai di atas 
>segalanya," katanya di hadapan ribuan kader saat membuka Rapat Koordinasi 
>Nasional (Rakornas) Partai Demokrat (PD) tahun 2011 di Sentul International 
>Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/7).
>
>Dalam pidato sekitar 20 menit tersebut, SBY menanggapi posisi PD dan kasus 
>Nazaruddin, serta sikap kader PD dalam menanggapi masalah itu, juga bagaimana 
>pemberitaan media massa terhadap kasus tersebut. SBY menyoroti para kader PD 
>yang justru saling serang di publik saat menanggapi kasus Nazaruddin. "Ada 
>sejumlah kecil kader tidak bersih, tidak cerdas dan santun dalam berkomunikasi 
>politik. Akibatnya oleh lawan politik dilihat sebagai titik lemah dan 
>kesalahan kecil dijadikan sasaran tembak," katanya. 
>
>Ia menyebut apa yang terjadi selama ini, dalam kasus Nazaruddin, adalah "trial 
>by press". Karena itu, mengulang lagi permintaan yang pernah disampaikan 
>sebelumnya, ia meminta Nazaruddin pulang ke Indonesia. "Kita tidak tahu 
>Nazaruddin ada di mana dan dengan siapa dia bekerja," ujarnya. Ia juga 
>menyebut apa yang terjadi pada Partai Demokrat saat ini adalah serangan yang 
>disertai dengan fitnah. "Itu situasi yang kita hadapi. Menghadapi seperti ini, 
>para kader jangan panik," tuturnya. 
>
>Rakornas diikuti sekitar 5.000 peserta dan peninjau dari seluruh Indonesia. 
>Mereka adalah ketua dan sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) maupun ketua 
>dan sektretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) sebagai peserta serta kader Partai 
>Demokrat sebagai peninjau. 
>
>Para peserta Rakornas Partai Demokrat yang berasal dari seluruh daerah di 
>Indonesia tampak sudah meramaikan Sentul International Convention Center 
>(SICC), pada Sabtu sejak sekitar pukul 07.30 WIB.  Peserta menginap di 10 
>hotel berbintang di Jakarta, Sabtu dan Minggu (24/7).
>
>Ketua Umum PD Anas Urbaningrum dalam pidatonya mengatakan PD sedang menghadapi 
>cobaan. "Mari kita tunjukkan bahwa kita bersatu padu, inilah forum untuk 
>melakukan konsolidasi. Itulah kenapa rapat konsolidasi kita mengambil tema 
>konsolidasi, perbaikan dan peningkatan kinerja," paparnya.
>
>Saat Anas ke podium untuk berpidato, peserta Rakornas PD berteriak. Ada juga 
>yang bersiul. "Anas...Anas...," teriak peserta Rakornas.  Teriakan menyebut 
>nama Anas paling jelas terdengar dari ribuan peserta kongres. Peserta rakornas 
>juga terdengar ada yang bersiul. Mereka merupakan peserta yang duduk di 
>barisan bangku belakang.
>
>Rakornas Partai Demokrat berlangsung 23-24 Juli 2011 dimaksudkan untuk 
>melakukan konsolidasi secara nasional di tengah masalah yang mendera partai 
>tersebut karena terkuaknya kasus suap pembangunan Wisma Atlet SEA Games XXVI 
>di Palembang, Sumatera Selatan, yang menyeret mantan Bendahara Umum PD M 
>Nazaruddin.
>
>Setelah memberikan sambutan pembukaan SBY langsung  dilanjutkan dengan 
>pembekalan kepada para peserta. Pada hari pertama, Anas Urbaningrum dan 
>Sekretaris Jenderal Edhie Baskoro juga dijadwalkan memberikan pembekalan 
>kepada peserta DPD Partai Demokrat seluruh Indonesia.
>
>Selain itu, dijadwalkan hadir memberikan pengarahan pada Sabtu malam adalah 
>Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, serta pengamat 
>politik J Kristiadi. Pada hari kedua Minggu dijadwalkan pengarahan dari Menko 
>Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono serta paparan dari Komisi Pemilihan Umum 
>(KPU) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
>
>Rakornas Partai Demokrat untuk penataan kembali dan konsolidasi internal itu 
>berakhir pada Minggu malam dengan pernyataan politik ketua umum serta 
>pengarahan dari ketua dewan pembina. Sementara itu, seorang fungsionaris PD 
>lainnya, Andi Nurpati, sedang menghadapi masalah hukum karena diduga ketika 
>masih menjadi anggota KPU terlibat dalam pembuatan surat keputusan palsu 
>tentang terpilihnya seorang anggota DPR. 
>
>Pendiri PD Vence Rumangkang mengatakan, PD harus segera dibersihkan dari 
>kader-kader partai yang bermasalah. Gonjang-ganjing di partai harus segera 
>diakhiri. Jika hal itu tidak dilakukan maka PD tinggal kenangan. "Partai ini 
>harus diselamatkan," katanya sebelum mengikuti Rakornas.
>
>Vence mengatakan, Rakornas PD harus bisa menghasilkan solusi. Susilo Bambang 
>Yudhoyono sebagai tokoh sentral partai harus bisa menentukan langkah-langkah 
>untuk menyelesaikan gonjang-ganjing di PD. "Tidak boleh lama. Kalau 
>(penyelesaian) tidak sampai akhir 2011 maka akan digiring terus dan partai ini 
>akan tinggal partai kenangan," ujarnya Ia mengatakan, kader-kader Partai 
>Demokrat yang bermasalah harus segera ditertibkan.
>
>Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Tengah (Jateng), Dani Sriyanto mengatakan, 
>PD  telah diselewengkan oleh kader-kader partai yang memiliki kepentingan 
>pribadi dan mengamankan kepentingannya sendiri dengan mengggunakan partai.
>
>"Partai ini telah dibelokkan oleh orang-orang yang punya kepentingan pribadi," 
>ujarnya. Ia menyatakan, sejak Kongres II PD pada tahun lalu, ia telah 
>merasakan sesuatu yang tidak wajar. Dani mengatakan, Anas Urbaningrum harus 
>bertanggung jawab atas kisruh atau gonjang-ganjing yang dihadapi PD saat ini 
>yang diakibatkan kader-kader yang lebih mengedepankan kepentingan sendiri. 
>
>Legitimasi Anas Dipertanyakan
>
>Direktur Riset Charta Politika, Yunarto Wijaya yang dihubungi SH, Sabtu pagi 
>ini mengatakan, Rakornas PD diyakini bakal berlangsung panas, namun tidak akan 
>berujung ke Kongres Luar Biasa (KLB). "Situasi memang akan panas. Tapi tidak 
>akan berubah menjadi kongres luar biasa," ujarnya.
>
>Dia  yakin sejumlah peserta pasti mempertanyakan kepemimpinan Anas 
>Urbaningrum. Apalagi setelah munculnya tudingan-tudingan dari Nazaruddin bahwa 
>Anas terkait kasus korupsi dan politik uang dalam pemilihan ketua umum PD 
>melalui kongres di Bandung. "Pertanyaan mengenai legitimasi kepemimpinan Anas 
>pasti akan muncul," katanya.
>
>Namun, menurut Yunarto, tidak mungkin agenda Rakornas berubah menjadi Kongres 
>Luar Biasa untuk menurunkan Anas apalagi Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya 
>telah menegaskan tidak akan ada KLB untuk menurunkan Anas. "Kalau sampai 
>terjadi KLB sama saja mencoreng wajah Ketua Dewan Pembina," paparnya.
>
>Yunarto yakin kemunculan Nazaruddin di televisi merupakan bagian untuk 
>mendiskreditkan Anas menjelang Rakornas. "Memang ada nuansa politis. Tetapi 
>siapa yang bermain di balik Nazaruddin, ini sulit dibuktikan," paparnya. Dalam 
>politik, kata Yunarto, siapapun bisa memainkan peran termasuk barisan internal 
>PD.
>
>Testimoni Nazaruddin lewat penampilan media audio visual skype semalam tentang 
>kepemimpinan Anas dalam berbagai kasus mafia anggaran untuk kepentingan 
>pribadi akam semakin memperkuat tuntutan peserta Rakornas PD untuk 
>menggantikannya. 
>
>"Tuntutan untuk menggantikannya sangat kuat, sepertinya sulit dipertahankan," 
>demikian ujar sumber SH dari PD yang tidak mau disebutkan namanya. Namun, 
>menurut pengamat politik Ari Dwipayana, keputusan pergantian ketua umum akan 
>sangat tergantung pada SBY.
>
>"SBY kemungkinan besar akan mempertahankan Anas dan menjalankan ko-eksistensi 
>damai karena tidak mau ditunggangi kepentingan-kepentingan politik di luar 
>partai," jelasnya.
>
>SBY, menurutnya, akan membuka proses hukum pada Anas berlangsung dan 
>menjadikan dasar penggantian Anas di kemudian hari. "Kalau tuntutan KLB dan 
>penggantian Anas berhasil kuat memengaruhi SBY maka dia akan mengikuti proses 
>politik yang dikehendaki forum Rakornas tersebut," jelasnya. (Vidi 
>Batlolone/Web Warouw).
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke