Ref: Agaknya SBY ini juru gong. Gambar tertera melukiskan kemana-mana yang di pukul adalah gong, malah hadiah yang diberikan pun adalah gong. Hadiahnya ini bisa dilihat, antara lain di kota Ambon. Gong ini diberikan sebagai tanda jasa kemenganan laskar Jihad yang di sponsornya ke Indonesia Timur.
Mengingat keahliannya dengan gong, maka seandainya ada okestra yang membutuhkan tenaga pemukul gong, silahkan berhubungan langsung dengan SBY. Ditanggung suara gongnya akan lebih merdu dari yang sudah-sudah. http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2011/07/24/brk,20110724-348075,id.html Inilah Nasib Partai Demokrat Jika Terjadi KLB Minggu, 24 Juli 2011 | 16:28 WIB Presiden yang sekaligus Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono membuka Rapat Koordinasi Nasional Partai Demokrat di Sentul, Bogor, Jawa Barat, (23/7).TEMPO/Aditia Noviansyah TEMPO Interaktif, Jakarta - Salah satu inisiator Partai Demokrat, Baharuddin Tonti, mengkhawatirkan nasib partai penguasa ini jika sampai terjadi Kongres Luar Biasa (KLB) dalam Rapat Koordinasi Nasional Partai di kawasan Sentul, Jakarta Barat. "Apa yang akan terjadi ke depan. Kalau Kongres Luar Biasa terjadi, saya tidak bayangkan apa yang terjadi," ujar dia dalam diskusi di Doekoen Coffee Jakarta, Ahad, 24 Juli 2011. Rapat Koordinasi Nasional di Sentul diwarnai isu KLB akibat perseteruan Ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum dengan mantan Bendahara Umumnya Muhammad Nazaruddin. Nazaruddin yang kini berstatus buron, mengungkap keterlibatan Anas dalam sejumlah proyek yang kini diusut Komisi Pemberantasan Korupsi. Hingga muncul isu KLB untuk menggulingkan Anas. Namun sampai hari kedua Rapat Koordinasi, KLB tersebut tidak pernah terwujud. Menurut Baharuddin, sebagai partai yang bukan dibangun dari kader maka secara institusi, Demokrat itu rapuh. Apalagi sejak 2009, partai yang didominasi warna biru ini banyak diisi kutu loncat. Soalnya saat itu keyakinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin dua periode sangat kuat. "Saya masih ingat, Ruhut Sitompul tahun 2008 masih membela Golkar mati-matian, kini menjadi pengikutnya SBY," ujar dia. Sehingga, jika terjadi KLB, maka Demokrat akan terbagi menjadi kubu-kubu sesuai calon dalam pemilihan ketua umum Partai Demokrat. Ada tiga kubu yaitu Anas Urbaningrum, Andi Malaranggeng dan Marzuki Alie. "Kubu-kubu menggelinding terus, yang menyebabkan terjadi friksi di dalam oleh orang-orang yang ahli koprol," kata Baharuddin. Ahli koprol yang dimaksud ada politikus yang hanya membonceng Demokrat demi kekuasaan bukan membangun partai. Demokrat, kata Baharuddin, harus segera membenahi partai demi pemilihan umum pada 2014. "Saya tidak yakin suaranya akan tetap," ujar dia. Ia mengkhawitirkan nantinya di 2019 sejarah akan mencatat pernah ada Partai Demokrat. "Soalnya di dalam banyak penikmat bukan pejuang partai," ucapnya. Aktivis Nasional Demokrat Melky Lakalena menuturkan secara sosok SBY memang siap menjadi Presiden. Tapi kata dia dalam kesempatan yang sama : "Gerbongnya tidak siap.". Demokrat, menurut Melky, kadernya belum siap dan kompak untuk mengamankan partai dari serangan luar. Apalagi, kata dia, goncangan Demokrat karena masalah keuangan.Situasi ini menunjukkan kalau politikus dan partai politik tidak bebas finansial maka akan berdamai dengan kekuasaan DIANING SARI [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
