Menurut saya, mayat dibakar adalah yang paling baik. Tidak timbulkan penyakit kepada yang hidup, tidak butuh tanah kuburan. Biarlah tanah untuk orang yang masih hidup. Dan banyak lagi keuntungan lain.
Salam. Stanley. From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of kim Sent: Monday, July 25, 2011 11:42 AM To: [email protected] Subject: [proletar] Kremasi (masih rangkaian cerita ttg mudik ke tanah Sunda) Tempo hari sang kaisar mendapat undangan ke tempat pembakaran mayat. Pasalnya salah seorang teman gacoan telah meninggalkan dunia yg fana ini. Almarhum adalah etnis Tionghoa. Disebutkan ada kecendru- ngan baru dikalangan etnis ini, sudah berjalan 10 ta- hunan, jika ada yang meninggal dunia, bukan lagi di kubur seperti biasa dilakukan sebelumnya, tapi seka- rang ini mayat itu lebih baik dibakar menjadi abu. Krematori itu mempunyai bangunan yang mirip-mirip bangunan pabrik. Dari atap bangunan mencuat dua cerobong untuk evakuasi asap dan bau pembakaran. Etnis Tionghoa, bukan rahasia lagi, dari segi kepercayaan pada kebanyakan sudah berpindah dari Kong Hucu untuk menjadi jemaah Kristen. Bukan memilih untuk menjadi muslim. Bisa jadi dikarenakan Krsiten itu lebih nyaman dan lebih mendapar aspirasi dari dunia moderen. Dengan demikian, cara kremasi tidak lah menjadi kendala dalam ajaran Kristen dan dengan sendirinya cara kremasi itu lebih ramah terhadap lingkungan juga lebih praktis. Karena etnis Tionghoa itu sudah menjadi jemaat Kristen, dengan sendirinya ditempat kremasi itu hadir seorang pendeta. Beliau yang mengadakan pengajian doa bagi almar- hum. Bagi yang belum biasa, serenmoni itu boleh dibilang rada aneh. Setelah pengaajian, kemudian peti mayat itu dige- lusurkan ketempat "oven" yang sudah menganga tanpa api. Lalu petugas menutup gerbang krematori dan mengundang keluarga almarhum untuk menekan tombol. Ditekanlah tombol tersebut dan segera lampu merah pun menyala, menandakan pembakaran sedang berlangsung. Cerobong asap menyemburkan asap hitam. Setelah beberapa saat, setelah kulit dan daging meleleh bersisa tulang, bagian penggilas yang beraksi " krek krek...srek srek' hingga semuanya tergilas dan berupa menjadi abu yang rada halus. Abu jenazah dimasukan kedalam dua keler. Satu keler berisi abu akan ditebarkan dipinggir samudra Hindia dan satu keler lagi akan disimpan didalam rumah untuk mengenang almarhum. Demikian laporan ttg kehidupan ditanah air. _____ No virus found in this message. Checked by AVG - www.avg.com Version: 10.0.1390 / Virus Database: 1518/3786 - Release Date: 07/24/11 [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
