Ngebakar mayat itu ngabis2in energi dan cuma ngehasilkan karbon. Mendingan dikubur ke tanah atau dibuang ke laut jadi makanan ikan, demi melestarikan bumi.
>________________________________ >From: Stanley Sethiadi <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Monday, July 25, 2011 4:56 PM >Subject: RE: [proletar] Kremasi > > > >Menurut saya, mayat dibakar adalah yang paling baik. Tidak timbulkan >penyakit kepada yang hidup, tidak butuh tanah kuburan. Biarlah tanah untuk >orang yang masih hidup. Dan banyak lagi keuntungan lain. > >Salam. Stanley. > >From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf >Of kim >Sent: Monday, July 25, 2011 11:42 AM >To: [email protected] >Subject: [proletar] Kremasi > >(masih rangkaian cerita ttg mudik ke tanah Sunda) > >Tempo hari sang kaisar mendapat undangan ke tempat >pembakaran mayat. Pasalnya salah seorang teman gacoan >telah meninggalkan dunia yg fana ini. > >Almarhum adalah etnis Tionghoa. Disebutkan ada kecendru- >ngan baru dikalangan etnis ini, sudah berjalan 10 ta- >hunan, jika ada yang meninggal dunia, bukan lagi di >kubur seperti biasa dilakukan sebelumnya, tapi seka- >rang ini mayat itu lebih baik dibakar menjadi abu. > >Krematori itu mempunyai bangunan yang mirip-mirip >bangunan pabrik. Dari atap bangunan mencuat dua >cerobong untuk evakuasi asap dan bau pembakaran. > >Etnis Tionghoa, bukan rahasia lagi, dari segi kepercayaan >pada kebanyakan sudah berpindah dari Kong Hucu untuk >menjadi jemaah Kristen. Bukan memilih untuk menjadi >muslim. Bisa jadi dikarenakan Krsiten itu lebih nyaman >dan lebih mendapar aspirasi dari dunia moderen. > >Dengan demikian, cara kremasi tidak lah menjadi kendala >dalam ajaran Kristen dan dengan sendirinya cara kremasi >itu lebih ramah terhadap lingkungan juga lebih praktis. > >Karena etnis Tionghoa itu sudah menjadi jemaat Kristen, >dengan sendirinya ditempat kremasi itu hadir seorang >pendeta. Beliau yang mengadakan pengajian doa bagi almar- >hum. > >Bagi yang belum biasa, serenmoni itu boleh dibilang rada >aneh. Setelah pengaajian, kemudian peti mayat itu dige- >lusurkan ketempat "oven" yang sudah menganga tanpa api. > >Lalu petugas menutup gerbang krematori dan mengundang >keluarga almarhum untuk menekan tombol. Ditekanlah tombol >tersebut dan segera lampu merah pun menyala, menandakan >pembakaran sedang berlangsung. > >Cerobong asap menyemburkan asap hitam. Setelah beberapa >saat, setelah kulit dan daging meleleh bersisa tulang, >bagian penggilas yang beraksi " krek krek...srek srek' >hingga semuanya tergilas dan berupa menjadi abu yang rada >halus. > >Abu jenazah dimasukan kedalam dua keler. Satu keler berisi >abu akan ditebarkan dipinggir samudra Hindia dan satu keler >lagi akan disimpan didalam rumah untuk mengenang almarhum. > >Demikian laporan ttg kehidupan ditanah air. > >_____ > >No virus found in this message. >Checked by AVG - www.avg.com >Version: 10.0.1390 / Virus Database: 1518/3786 - Release Date: 07/24/11 > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
