http://lagupedia.blogspot.com/2011/07/onward-pygmalion.html

(contained in everything i do ..)
kala dunia mangkin sesak oleh prasangka curiga,
(there's a love i feel for you ..)
kala dunia mangkin rumit nan sumpek lewat kompetisi,
(proclaimed in everything i write ..)
kala dunia mangkin asing dan lambat pada kebimbangan,
(you're the light, burning brightly ..)
kala dunia mangkin kehilangan alasan untuk hidup,
(onward through the night of my life ..)

Seorang pemahat terkenal dari Cyprus, negara kepulauan yang
berpenduduk mayoritas berdarah Yunani, Pygmalion namanya. Selain
pemuda berbakat seni, iapun dihargai sebagai seseorang yang
berpikiran positif. Setidaknya demikian istilah favorit para
motivator untuk memulai kotbah. Artinya selalu coba memandang
segala persoalan dari sudut yang baik, mungkin persis Gayus Nobody
ketika semakin bosan pada kemiskinannya lantas berjuang menjadi
Somebody. Maka seumpama ada pengunjung lebih ngotot menawar patung
ketimbang menghargai karyanya, asisten Pygmalion boleh berguman,
"Si kikir tapi belagak nawar seni". Namun Pygmalion justru
tersenyum, "Silahkan bos, rasanya anda memang perlu dana untuk
urusan lain yang lebih perlu". Begitu positifnya Pygmalion,
bahkan bisa berlanjut menawarkan ekstra layanan kepada pelanggan
seperti bantu ngurusin pajak atau mencarikan tiket nonton tenis
di Bali. Sungguh super, namun perlu juga disimak catatan berikut.
Yakni entah alasan apa ternyata Pygmalion sewot terhadap mahluk
perempuan melebihi kutukan Jusfik terhadap segala perkara
tentang meributkan sepak bola di Eropah.

Setidaknya menurut beberapa klipping, figur pemuda positif namun
anti cinta terhadap lawan jenis inipun telah merembeskan dendam
kepada perempuan atas nama kemampuannya. "Knapa sih gw perlu
mahluk itu jika gw bisa membuatnya bahkan lebih indah?",
kebulatan tekad yang berlanjut pada obsesi untuk mengukir
sebuah patung perempuan dari kayu halus berskala nyata 1 : 1.
Pygmalion melebur segenap bakat dengan konsentrasi terbesarnya,
semakin kerasukan yang justru tak sanggup lagi membebaskan
pikirannya dari tiap detil perempuan. Hingga rampunglah maha
karya super, sudah tentu masih menjadi topik unggulan para
motivator untuk menguras lebih dalam dompet pemujanya lewat
falsafah "seperti mencintai sebuah batu". Sudah pernah dengar
kisah benda mati yang gak bisa membalas ungkapan cinta seseorang,
ucapan, belaian, segala omong kosong yang bermakna "memberi
tanpa menerima"? Begitulah kesamaan dengan Pygmalion yang harus
mendengar cibiran, antara lain, "Ah sebagus-bagusnya patung,
yang ente perlukan adalah wanita sebenarnya sebagai isteri".
Pygmalion harus tegar sembari meneguhkan keyakinan positifnya,
walau diapun paham resiko akan cercaan di sebuah mailing list
yang pasti sering menyebut Bonoboo jauh lebih berselera maskulin
terhadap bebek hidup ketimbang seonggok patung kayu.

Terlanjut bermain air, basah. Begitulah Pygmalion tercebur
serius memperlakukan patung sebagai perempuan sejati, menyayangi
dan merawat karyanya termasuk dibalur pakaian terbaik berikut
dihadiahi jam tangan ber-GPS. Bahkan Pygmalion sempat terfikir
untuk mengajaknya joging seputaran kompleks rumah di pagi hari
yang memang selalu sepi, lantaran semua orang waras pasti sedang
sibuk-sibuknya bekerja di kantor. Hingga para dewa di gunung
Olympus turun tangan, iba memperhatikan kelakuan Pygmalion.
Walau keputusan mereka dicurigai kontroversial dan rada kurang
mendidik bagi audiens di bawah usia 17 tahun, dengan mengutus
Venus sebagai Dewi Cinta dalam rangka konseling. Pygmalion
bersikeras mempertahankan patung perempuannya sebagai teman hidup,
maka diaturlah seremonial melalui Hari Perjamuan (feast day,
semacam hari raya atau gawai; admin) yakni Dewi Venus akan
menghidupkannya sebagai wanita tercantik seantero pulau hingga
Yunani dan Turki. Begitulah akhir skenario seorang pemuda ahli
pahat serta dikenal sebagai sosok berpola fikiran positif,
sebuah contoh kekuatan tentang suatu keadaan yang hasilnya dapat
sesuai dengan harapan secara hebat. A Fulfilling Prophecy,
istilah dagangnya dalam menggambarkan motivasi pikiran yang
diharapkan berdampak positif atau ramalan baik akan
seyogyanya tergenapi.

Konsep pikir Pygmalion adalah beritikad, berbuat, sembari
berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang.
Sungguh teramat super jika para dewapun turut terlibat hingga
mengutus pertolongan, walau dampaknya terkadang sering terlambat
untuk disadari. Terlebih untuk hari gini, kisah Pygmalion berikut
patungnya malah berpotensi dapat dituntut sebagai kejahatan serius
atas prilaku sexual menyimpang yakni Fetisisme (fetisy: simbol,
idola). Antara lain melalui penyebaran faham Manekinisme
(manequin: patung) berupa cara ekslusif seorang Fetisys dalam
mencapai kepuasan seksual pada sosok semacam Pygmalion. Sehingga
bagi penderita Pigmalionisme yang kadar fetisy-nya semakin tidak
terkontrol bahkan merambah ranah publik seperti kepergok mencium
patung pajangan di Mall atau mencuri perkakas dalam perempuan
di jemuran, jelasnya ujungnya bukan indah bertemu Dewi Venus
melainkan kepungan Satpol PP setempat. Akhir beginian tentu tabu
buat diteruskan bagi penggemar hepi ending maupun para kolektor
Chicken Soup, walau pasti disadari bahwasannya setiap mata uang
punya dua sisi berimbang, bak Jusfiq dengan Bonoboo yang jelas
lebih cerdas.

Serta bukan tanpa alasan jika seorang bassist Chris Squire
pernah membuat kidung luar biasa indah bagi istrinya, Nikki.
Squire saat itu mengibaratkan dirinya bak Pygmalion sedang mabuk
terhadap Nikki sebagai sosok Galatea sang patung, namun hubungan
mereka harus diakhiri. "Onward", melangkah maju. Salah satu maha
karya di tengah keriuhan dan kedahsyatan musik Yes dari album
Tormato (1978). Sekaligus salah satu kidung paling realistis
untuk perceraian mereka nan khusuk tanpa bermakna sinis bahkan
hilang kewarasan sebagai manusia biasa.

displayed in all the things i see
there's a love you show to me
portrayed in all the things you say
you're the day leading the way
onward through the night of my life
-duke-



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke