Nyaris kelewat. Bisa batal puasa kalo ini 
sampe kelewat... :)

Keren.

Rasanya baru kali ini ada yang menjejer squire dengan 
pygmalion. Cukup kena untuk menggambarkan "kesurupannya" 
squire waktu bikin Onward ini sekitar tahun 1976/77. 
Lekuk-liku percintaan yang kandas dia rangkai rapi 
jadi satu alun pujaan yang pantang menyerah. Ada gairah 
yang terus menggelitik lewat petikan gitar howe sekalipun 
hari-hari yang berat sedang menuntun squire memasuki 
gelap malam dengan langkah bass yang gontai, 
you're the day leading the way! - terserah mau kamu bawa 
ke mana hubungan ini (waaa... melayu pisan..) 

Memang, squire & nikki akhirnya bubaran, cere. Tapi belum 
di tahun-tahun itu. Mereka masih bergotong-royong 
membesarkan anak sampai bisa pergi-pulang sekolah sendiri. 
Kalau dikait ke ruang pribadi squire & nikki, Onward 
lebih mirip ramalan, atau lebih tepat, persiapan squire 
untuk through the night of his life. Yah, semacam pertanda, 
alamat, sign ... 

Sedangkan di ruang publik, Onward boleh diterima sebagai 
inspirasi tentang apa yang harus dilakukan jika matahari 
kehidupan kita tiba-tiba padam. Ya itu tadi, pasrah tapi 
jangan menyerah. Maju terus. Bukan sruduk sana sruduk sini. 

Lebih kurang seperti itulah beda positivism squire dengan 
pygmalion yang justru mendesak dirinya untuk samen leven 
dengan sebatang kayu berlekuk pinggul. Begitu juga aroma 
tubuh nikki yang menebar samar di gelap-gelap malam sudah 
barang pasti bertolak belakang dengan bau si item yang 
kencang benderang siang & malam. 

Buat sebagian orang, album Tormato adalah close to the edge
yang sebenarnya. Sebab mulai album kesepuluh, YES dinilai
kurang kontemplatif. Narik berapa "garis" pun, musik YES 
nggak akan bawa kita ke alam surgawi lagi. Antek-antek dik 
Kimhook dari The Buggles yang menyusup ke YES terlalu ngotot 
menyedot perhatian ABG dugem dengan lagu-lagu dansa. 
Tormato adalah album dukacita. Bukan cuma buat squire tapi 
juga bagi seluruh penghuni surga. 

Untunglah (ini javanese positivism), di album dukacita ini 
malekat anderson & wakeman masih sempat mengantar si firman & 
si wahyu dalam surah "Madrigal", 
'i will be there,' said my friend of a distant life
(kau adalah aku, akulah dirimu)
covered in greens of a golden age, set in stone
(kematangan yang tetap segar lagi kokoh)

Sebuah petuah yang dalem dan barangkali cuma bisa dipahami 
pasangan patah hati; squire & nikki. 

Sulit dibantah bahwa album bergambar-sampul "tomat buyar" itu 
pada akhirnya memecahbelah fans jadi beberapa golongan.
Antara lain, golongan fanatik (sekali YES tetap YES); golongan
pengeritik (ngono yo ngono ning ojok ngono); dan golongan mudik
(cuma mau dengerin 9 album pertama). Namun, penggemar YES itu
sejatinya tetap kompak sebagai golongan anti-uplik. 

Satu-satunya nomor surealis di album ini hanyalah Circus of 
Heaven. Lagu ini seolah menjadi kesimpulan akhir YES akan 
arti dunia. Intinya mirip lagu Panggung Sandiwara God Bless, 
hanya saja YES menggambarkannya dengan pertunjukan sirkus 
yang tanpa badut. No clowns. 

Padahal, kalau di akhir 1970an itu mereka sempat kenal uplik, 
hmm... kesimpulannya pasti berbeda. 

Note from the edge: 
Juli tahun ini YES bangkit lagi dan menelurkan 
album Fly From Here. Kendati tanpa malekat anderson 
warna vokal sang pengganti, benoit david, cukup 
menghibur. 

Overture 
http://www.youtube.com/watch?v=jWH2vhDFFg8

("Into the Storm" pasti menarik buat pengunyah jazz) 

--- "liver_duke" <endyonisius@...> wrote:

> http://lagupedia.blogspot.com/2011/07/onward-pygmalion.html
> 
> (contained in everything i do ..)
> kala dunia mangkin sesak oleh prasangka curiga,
> (there's a love i feel for you ..)
> kala dunia mangkin rumit nan sumpek lewat kompetisi,
> (proclaimed in everything i write ..)
> kala dunia mangkin asing dan lambat pada kebimbangan,
> (you're the light, burning brightly ..)
> kala dunia mangkin kehilangan alasan untuk hidup,
> (onward through the night of my life ..)
> 
> Seorang pemahat terkenal dari Cyprus, negara kepulauan yang
> berpenduduk mayoritas berdarah Yunani, Pygmalion namanya. Selain
> pemuda berbakat seni, iapun dihargai sebagai seseorang yang
> berpikiran positif. Setidaknya demikian istilah favorit para
> motivator untuk memulai kotbah. Artinya selalu coba memandang
> segala persoalan dari sudut yang baik, mungkin persis Gayus Nobody
> ketika semakin bosan pada kemiskinannya lantas berjuang menjadi
> Somebody. Maka seumpama ada pengunjung lebih ngotot menawar patung
> ketimbang menghargai karyanya, asisten Pygmalion boleh berguman,
> "Si kikir tapi belagak nawar seni". Namun Pygmalion justru
> tersenyum, "Silahkan bos, rasanya anda memang perlu dana untuk
> urusan lain yang lebih perlu". Begitu positifnya Pygmalion,
> bahkan bisa berlanjut menawarkan ekstra layanan kepada pelanggan
> seperti bantu ngurusin pajak atau mencarikan tiket nonton tenis
> di Bali. Sungguh super, namun perlu juga disimak catatan berikut.
> Yakni entah alasan apa ternyata Pygmalion sewot terhadap mahluk
> perempuan melebihi kutukan Jusfik terhadap segala perkara
> tentang meributkan sepak bola di Eropah.
> 
> Setidaknya menurut beberapa klipping, figur pemuda positif namun
> anti cinta terhadap lawan jenis inipun telah merembeskan dendam
> kepada perempuan atas nama kemampuannya. "Knapa sih gw perlu
> mahluk itu jika gw bisa membuatnya bahkan lebih indah?",
> kebulatan tekad yang berlanjut pada obsesi untuk mengukir
> sebuah patung perempuan dari kayu halus berskala nyata 1 : 1.
> Pygmalion melebur segenap bakat dengan konsentrasi terbesarnya,
> semakin kerasukan yang justru tak sanggup lagi membebaskan
> pikirannya dari tiap detil perempuan. Hingga rampunglah maha
> karya super, sudah tentu masih menjadi topik unggulan para
> motivator untuk menguras lebih dalam dompet pemujanya lewat
> falsafah "seperti mencintai sebuah batu". Sudah pernah dengar
> kisah benda mati yang gak bisa membalas ungkapan cinta seseorang,
> ucapan, belaian, segala omong kosong yang bermakna "memberi
> tanpa menerima"? Begitulah kesamaan dengan Pygmalion yang harus
> mendengar cibiran, antara lain, "Ah sebagus-bagusnya patung,
> yang ente perlukan adalah wanita sebenarnya sebagai isteri".
> Pygmalion harus tegar sembari meneguhkan keyakinan positifnya,
> walau diapun paham resiko akan cercaan di sebuah mailing list
> yang pasti sering menyebut Bonoboo jauh lebih berselera maskulin
> terhadap bebek hidup ketimbang seonggok patung kayu.
> 
> Terlanjut bermain air, basah. Begitulah Pygmalion tercebur
> serius memperlakukan patung sebagai perempuan sejati, menyayangi
> dan merawat karyanya termasuk dibalur pakaian terbaik berikut
> dihadiahi jam tangan ber-GPS. Bahkan Pygmalion sempat terfikir
> untuk mengajaknya joging seputaran kompleks rumah di pagi hari
> yang memang selalu sepi, lantaran semua orang waras pasti sedang
> sibuk-sibuknya bekerja di kantor. Hingga para dewa di gunung
> Olympus turun tangan, iba memperhatikan kelakuan Pygmalion.
> Walau keputusan mereka dicurigai kontroversial dan rada kurang
> mendidik bagi audiens di bawah usia 17 tahun, dengan mengutus
> Venus sebagai Dewi Cinta dalam rangka konseling. Pygmalion
> bersikeras mempertahankan patung perempuannya sebagai teman hidup,
> maka diaturlah seremonial melalui Hari Perjamuan (feast day,
> semacam hari raya atau gawai; admin) yakni Dewi Venus akan
> menghidupkannya sebagai wanita tercantik seantero pulau hingga
> Yunani dan Turki. Begitulah akhir skenario seorang pemuda ahli
> pahat serta dikenal sebagai sosok berpola fikiran positif,
> sebuah contoh kekuatan tentang suatu keadaan yang hasilnya dapat
> sesuai dengan harapan secara hebat. A Fulfilling Prophecy,
> istilah dagangnya dalam menggambarkan motivasi pikiran yang
> diharapkan berdampak positif atau ramalan baik akan
> seyogyanya tergenapi.
> 
> Konsep pikir Pygmalion adalah beritikad, berbuat, sembari
> berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang.
> Sungguh teramat super jika para dewapun turut terlibat hingga
> mengutus pertolongan, walau dampaknya terkadang sering terlambat
> untuk disadari. Terlebih untuk hari gini, kisah Pygmalion berikut
> patungnya malah berpotensi dapat dituntut sebagai kejahatan serius
> atas prilaku sexual menyimpang yakni Fetisisme (fetisy: simbol,
> idola). Antara lain melalui penyebaran faham Manekinisme
> (manequin: patung) berupa cara ekslusif seorang Fetisys dalam
> mencapai kepuasan seksual pada sosok semacam Pygmalion. Sehingga
> bagi penderita Pigmalionisme yang kadar fetisy-nya semakin tidak
> terkontrol bahkan merambah ranah publik seperti kepergok mencium
> patung pajangan di Mall atau mencuri perkakas dalam perempuan
> di jemuran, jelasnya ujungnya bukan indah bertemu Dewi Venus
> melainkan kepungan Satpol PP setempat. Akhir beginian tentu tabu
> buat diteruskan bagi penggemar hepi ending maupun para kolektor
> Chicken Soup, walau pasti disadari bahwasannya setiap mata uang
> punya dua sisi berimbang, bak Jusfiq dengan Bonoboo yang jelas
> lebih cerdas.
> 
> Serta bukan tanpa alasan jika seorang bassist Chris Squire
> pernah membuat kidung luar biasa indah bagi istrinya, Nikki.
> Squire saat itu mengibaratkan dirinya bak Pygmalion sedang mabuk
> terhadap Nikki sebagai sosok Galatea sang patung, namun hubungan
> mereka harus diakhiri. "Onward", melangkah maju. Salah satu maha
> karya di tengah keriuhan dan kedahsyatan musik Yes dari album
> Tormato (1978). Sekaligus salah satu kidung paling realistis
> untuk perceraian mereka nan khusuk tanpa bermakna sinis bahkan
> hilang kewarasan sebagai manusia biasa.
> 
> displayed in all the things i see
> there's a love you show to me
> portrayed in all the things you say
> you're the day leading the way
> onward through the night of my life
> -duke-






------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke