Mungkin banyak negara-negara dunia ketiga tertawa melihat ketidakmampuan polisi untuk mengatasi kerusuhan di London dan beberapa kota lainnya di Inggris. Inggris rupanya mau memberi contoh bahwa hanya polisi yang boleh diturunkan untuk mengatasi kerusuhan semacam ini. Kalau di Indonesia tinggal melakukan BKO (Bawah Komando Operasi) pasukan dan semuanya bisa dengan cepat diatasi. Wilayah dikurung rapat selanjutnya konsentrasi masa dipecah-pecah dengan pergerakan pasukan yang membelah mereka secara terus menerus hingga jumlahnya sangat kecil. Masa yang berjumlah kecil bisa bubar sendiri. Bisa terlihat saat mobil-mobil polisi masuk mereka pada lari terbirit-birit.
Seorang komentator Kompas menyebutkan bahwa kerusuhan ini terjadi setelah polisi mencabuti sticker yang bertuliskan "Shariah Controlled Zone" pada wilayah tertentu di London. Pertanyaannya adalah apakah ada sticker semacam itu? Ternyata ada. Situs golongan kanan Inggris memuatnya. http://britishnationalist.blogspot.com/2011/07/london-sharia-zone.html Pada sticker tersebut ada larangan: No Drinking, No gambling, No Music or Concerts, No Porn or Prostitution dan No Drugs or Smoking. Kecuali larangan untuk musik, larangan-larangan lainnya tidak menjadi masalah bagi saya pribadi. Tapi masalahnya wilayah ini masih wilayah Inggris di mana supremasi hukum Inggris masih berlaku dan bukannya hukum Shariah. Situs golongan kanan tersebut juga memuat peta wilayah "Islamic Zone" yang terletak di London Utara. Iseng-iseng saya bandingkan peta tersebut dengan peta kerusuhan pada situs http://www.smh.com.au/world/london-riots-spread-as-police-lose-control-20110809-1ijmm.html?from=smh_sb Ternyata wilayah "Islamic Zone" praktis bebas dari kerusuhan. Dalam banyak foto-foto kerusuhan terlihat adanya penjarah-penjarah toko yang berkulit gelap, tapi kerusuhan sebesar ini tidak mungkin dilakukan oleh mereka saja. Tampaknya yang terlibat juga adalah para bule-bule muda Inggris yang terpinggirkan karena mereka tidak dapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi. Saya duga sebagian besar dari mereka adalah anak-anak yang lahir tanpa lewat pernikahan orang tuanya. Toko-toko milik orang-orang India dijarah dengan alasan kapan mereka sudah membangun sekolah? Para pemilik toko tentunya sudah membayar pajak dan urusan Pemerintah untuk membangun sekolah-sekolah lewat uang pajak yant telah dikumpulkan. Rupanya juga ada unsur ketidakpuasan terhadap ketatnya anggaran Partai Konservatif yang sekarang berkuasa. 25 tahun yang lalu saya pernah berada di Inggris dan saat itu saya bisa menyimpulkan bahwa cukup banyak dari mereka yang rasis. Ini juga dikeluhkan para demonstran yang berlatar belakang dari kaum pendatang terhadap polisi Inggris. Terlihat adanya serangan-serangan yang khusus ditujukan pada polisi-polisi Inggris yang berkulit putih dalam kerusuhan ini. Masalah komplex. Sebagian London sudah menjadi Londonistan dan ekonomi yang semakin sulit di Eropa mungkin membuat banyak orang mulai frustasi dan mata gelap. Tapi, kerusuhan ini sebagian besar dilakukan oleh para remaja yang sedang libur sekolah. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
