http://detik.travel/read/2011/08/11/144347/1701607/1025/taman-indonesia-di-belgia-diresmikan-pertama-di-eropa/1



Taman Indonesia di Belgia Diresmikan, Pertama di Eropa
Oleh: Eddi Santosa

Brussel - Sebuah taman Indonesia seluas 5 hektar diresmikan di Belgia. Taman 
yang diberi nama The Kingdom of Ganesha ini adalah sebuah penghargaan dan 
kehormatan bagi bangsa Indonesia.

Taman berlokasi di Parc Paradisio, Brugelette, Belgia, itu telah dibuka dan 
diresmikan pada 20/5/2009 oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI Jero Wacik, 
didampingi Dubes RI Nadjib Riphat Kesoema, Dirjen Pemasaran Pariwisata Sapta 
Nirwandar dan Staf Ahli Khusus Menbudpar Harbunangin.

Dari pihak Belgia antara lain Menteri Ekonomi, Tenaga Kerja dan Warisan Budaya 
Wilayah Walonia, Jean Claude Marcourt dan CEO Parc Paradisio, Eric Domb.

Upacara pembukaan diwarnai upacara bernuansa Bali dengan penyucian Pura Agung 
Shanti Buwana, disaksikan sekitar 800 undangan yang memadati pelataran Taman 
Indonesia pertama di Eropa ini.

"Taman Indonesia di Belgia ini tidak hanya pintu dan jendela untuk mengenal 
Indonesia, tapi juga sebuah penghargaan dan kehormatan bagi bangsa Indonesia di 
Eropa," Menbudpar Jero Wacik dalam sambutannya.

Secara terpisah Dubes Nadjib menambahkan bahwa taman yang digagas CEO Eric Domb 
ini tidak hanya mendekatkan masyarakat Eropa kepada Indonesia, tapi lebih dari 
itu adalah sebuah pengakuan bagi Indonesia.

"Bahwa sesungguhnya Indonesia memiliki keunikan yang amat menarik bagi dunia, 
yang layak untuk terus menjadi perhatian bangsa lain," demikian Nadjib.

Miniatur Indonesia

Kompleks besar taman Indonesia seluas 5 hektar ini memang langka, unik 
sekaligus istimewa, tidak hanya bagi masyarakat Eropa tapi bagi warga Indonesia 
di Eropa. Di taman ini ada Puri Agung Shanti Buwana, sebesar ukuran 
sesungguhnya di Bali, berdiri di atas sawah bertingkat ala sawah di Ubud. 

Selain itu juga dilengkapi dengan replika besar candi Prambanan yang menjulang 
tinggi, serta bongkahan batu besar berderet ala Gunung Kawi di balik tembok 
candi.

Di depan gerbang tampak Rumah Toraja, replika candi Borobudur dan di bagian 
belakang tampak rumah tradisional Nusa Tenggara Timur, berderet melingkari 
ujung taman. Ini masih diperindah dengan beragam patung, akar pohon tua, dan 
batang kayu pohon besar, yang telah menjadi fosil dari daerah Banten.

"Dijadwalkan pada akhir bulan ini gajah dari Sumatera akan tiba untuk 
memperkaya taman Indonesia ini," tutur Korfungsi Pensosbud PLE Priatna kepada 
detikcom.

Didatangkan dari Jawa Bali

Taman ini terwujud berkat kecintaan CEO Parc Paradisio, Eric Domb kepada 
Indonesia. Memperingati 60 tahun dibukanya hubungan diplomatik 
Indonesia-Belgia, kerjasama KBRI Brussel dan Eric Domb ini membuahkan 
hasil-hasil istimewa. 

Kompleks taman dibangun keseluruhannya oleh para seniman yang didatangkan 
khusus dari Bali dan para pekerja dari Bali dan Jawa Tengah. Sebanyak 22 orang 
bekerja membangun taman sejak akhir 2006 dan selesai dalam dua tahun. 

Priatna menjelaskan bahwa untuk menjaga keaslian dan aroma magis keindonesiaan, 
batu-batu untuk membangun pura besar dan seluruh lapisan jalan setapak berasal 
dari Indonesia. Totalnya ada sekitar 320 kontainer batu-batu candi diimpor dari 
lereng gunung Merapi Jawa Tengah. 

"Betapa seriusnya Parc Paradisio memperkenalkan budaya Indonesia di pusat Eropa 
ini," ujar Priatna.

Parc Paradisio adalah sebuah taman konservasi flora dan fauna, yang dibangun 
sejak 2000 di tengah sisa bangunan chateau (kastil tua), dengan koleksi sekitar 
1500 spesies tanaman dan 3500 spesies binatang.

"Taman ini tidak hanya menjadi pusat rekreasi yang menawarkan keakraban alam, 
manusia, dan kebudayaan, tetapi juga konservasi berkonsep moderen, yang 
mengibarkan promosi permanen bagi pariwisata, ekonomi dan investasi Indonesia 
di jantung Uni Eropa ini," demikian Priatna.

(es/es) 

(Eddi Santosa / adt)




==============



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke