http://www.suarapembaruan.com/home/rektor-ui-abaikan-nurani-bangsa-indonesia/10758
Raja Saudi Arabia Diberi Gelar Doktor Honoris Causa 

Rektor UI Abaikan Nurani Bangsa Indonesia
Jumat, 26 Agustus 2011 | 20:04


Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah 

[JAKARTA] Para aktivis yang tergabung dalam Migrant Care memprotes keras 
kebijakan Universitas Indonesia (UI) yang telah memberikan gelar Doktor Honoris 
Causa di bidang Kemanusiaan dan Iptek kepada Raja Saudi Arabia, Abdullah bin 
Abdul Azis. Rektor UI, Gumilar Rusliwa Somantri dinilai sudah mengabaikan 
nurani Bangsa Indonesia. 

"Ia tak pantas mendapat gelar itu. Kita sayangkan UI memberikan gelar itu 
kepada dia," kata Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, kepada pers di 
Jakarta, Jumat (26/8).

Menurut Anis, Saudi Arabia adalah negara yang tidak menghormati hak asasi 
manusia. Berbagai macam pelanggaran HAM terhadap buruh migran terjadi secara 
sistematis seperti penyiksaan, pelecehan seksual, pembunuhan, dan hukuman mati, 
hingga kini belum berakhir.

Sudah terlalu banyak warga negara Indonesia yang mengalami penistaan terhadap 
nilai-nilai kemanusiaan tanpa ada kebijakan politik yang dapat melindunginya. 
Dicontohkan, hukuman mati dengan cara dipancung terhadap Ruyati pada 18 Juni 
2011 melanggar norma-norma Internasional. Kondisi yang seperti ini, kata dia, 
sama sekali tidak terlepas dari pemegang otoritas politik tertinggi, yaitu Raja 
Abdullah.

Dengan demikian, Rektor Universitas Indonesia sungguh telah mengabaikan nurani 
bangsa ini yang belum surut dari duka mendalam atas tragedi kemanusiaan yang 
menimpa warga negara Indonesia di Saudi Arabia.

Pemberian gelar Doktor Honoris Causa ini juga terkesan melecehkan isi pidato 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang -meskipun terlambat- tetap 
menyatakan keprihatinan dan marah terhadap sikap penguasa Saudi Arabia tersebut 
dengan melakukan moratorium pengiriman TKI ke Saudi Arabia atas dasar 
pelanggaran HAM yang terjadi di Saudi Arabia.

Di samping itu, pemberian penghargaan tersebut tidak lazim sebagaimana 
biasanya; gelar itu tidak diberikan di Universitas Indonesia, namun dihantarkan 
langsung ke Istana Raja Abdullah di Saudi Arabia.

Untuk itu, Anis mendesak Komisi IX dan Komisi X DPR untuk memanggil Rektor UI 
agar dapat memberikan penjelasan terhadap apa yang sesungguhnya menjadi 
latar-belakang atau barter dari pemberian penghargaan terhormat 
berlatarbelakang akademis tersebut di tengah keprihatinan terhadap pelanggaran 
hak-hak kemanusiaan buruh migran Indonesia di Saudi Arabia. 

Sebagaimana diberitakan, UI menganugrahi gelar Doktor Honoris Causa (HC) di 
bidang perdamaian dan kemanusiaan kepada Raja Saudi Arabia, Abdullah bin Abdul 
Aziz, pada Senin (22/8).

Penganugerahan gelar doktor tersebut diberikan langsung oleh Rektor Universitas 
Indonesia (UI), Prof. Dr. der. Soz Gumilar Rusliwa Somantri dalam satu upacara 
yang diadakan di Istana Al-Safa, yang dihadiri para ulama internasional, 
beberapa Menteri Arab Saudi, para pimpinan lembaga Tinggi Saudi Arabia dan para 
Gubernur.

Dari pihak Indonesia tampak hadir Duta Besar RI untuk Kerajaan Saudi Arabia, 
Gatot Abdullah Mansyur, Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah, Prof Alwi 
Syihab, Konjen RI Jeddah Zakaria Anshar dan para guru besar UI.

Raja Abdullah menerima gelar tersebut karena dianggap berhasil memajukan Saudi 
Arabia hingga menjadi pusat peradaban islam moderat, mewujudkan kesetiakawanan 
negara Arab dan upaya kerasnya dalam merealisasikan perdamaian di Palestina.

Selain itu Raja Abdullah juga dianggap berhasil mempromosikan dialog antar 
penganut agama untuk menciptakan perdamaian dunia dan menyerukan para pemimpin 
islam dan non islam untuk menghapus stereotype teroris kepada agama Islam. [E-8]

Berita Terkait

  a.. Migrant Care Minta SBY Copot Muhaimin Iskandar 
  b.. Satgas TKI Tak Menyelesaikan Masalah 
  c.. Muhaimin Iskandar Tolak Dana dari Migrant Care 
  d.. Ribuan TKI Alami Kekerasan pada 11 Bulan Terakhir


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke