Refl: Mengapa tidak protes sebelum gelar diberikan? Dengan diprotes bisa-bisa 
UI dianggap tidak serius. 
Sebagai solusi istimewa, apakah tidak sebaiknya raja Arab Saudi dinobatkan 
menjadi raja Indonesia. Orang Arab ke Indonesia tidak perlu pakai visa sama 
halnya bagi warga Indonesia ke Arab Saudia.


http://www.antaranews.com/berita/273473/pengajar-dan-aktivis-memprotes-rektor-ui
Pengajar dan aktivis memprotes Rektor UI
Jumat, 26 Agustus 2011 19:59 WIB | 1396 Views

 
Rektor UI, Gumilar Rusliwa Somantri (FOTO ANTARA/Wildan Anjarbakti )

Jakarta (ANTARA News) - Sejumlah staf pengajar Universitas Indonesia (UI) 
bersama aktivis LSM memprotes Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri yang 
memberikan penghargaan Doktor Honoris Causa di bidang kemanusiaan kepada Raja 
Arab Saudi Abdullah.

"Pemberian gelar Doktor Honoris Causa itu sangat menghinakan dan memalukan 
bangsa Indonesia apalagi pemberian gelar penghargaan tersebut tidak diberikan 
di kampus UI tetapi diberikan di Arab Saudi," kata staf pengajar Fisip UI 
Thamrin Amal Tamagola di Gedung MPR/DPR di Jakarta, Jumat, saat menyampaikan 
pernyataan sikap bersama.

Pernyataan sikap bersama tersebut dihadiri sejumlah staf pengajar UI antara 
lain Saparinah Sadli, Taufik Bahauddin, dan Effendy Gazali. 

Hadir juga sejumlah aktivis LSM antara lain Anis Hidayah dari Migrant Care dan 
Agus Pambagio dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Thamrin menilai, langkah Rektor UI yang memberikan penghargaan Doktor Honoris 
Causa kepada Raja Abdullah pada pekan ini, diputuskan sendiri oleh Rektor tanpa 
melakukan musyawarah dengan Dewan Guru Besar di UI.

"Langkah Rektor ini memalukan keluarga besar UI maupun bangsa Indonesia," 
katanya.

Ia menegaskan Arab Saudi adalah negara yang tidak menghormati hak asasi manusia 
khususnya terhadap buruh migran dari Indonesia.

Berbagai pelanggaran HAM yang terjadi di Arab Saudi, kata dia, mulai dari 
pelecehan seksual, penyiksaan, hingga pembunuhan.

"Salah satu korban terbaru adalah TKI bersama Ruyati yang dihukum pancung, yang 
melanggar norma internasional," katanya.

Thamrin menilai, langkah Rektor UI yang memberikan gelar Doktor Honoris Causa 
di bidang kemanusiaan itu telah mengabaikan nurani bangsa Indonesia yang masih 
belum melupakan peristiwa tragis yang dihadapi Ruyati.

Bahkan Thamrin mencurigai ada kompromi dalam pemberian penghargaan itu.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke